KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 82.Kejujuran Refan


__ADS_3

Semua mata memang fokus dengan apa yang di pamerkan, tak terutama Refan dan Mike ,namun mata yang memamerkan tak lepas dari wajah tampan yang duduk deretan paling depan. ,sedikit menjadi sorotan oleh para pejabat tinggi perusahaan dan para tamu undangan ,


Meskipun tau di mana mata Kania tertuju ,Refan tetap saja cuwek, baginya Kania adalah manekin hidup yang sudah tidak berarti apa apa di dalam hidupnya.


''Bagaimana pak Refan ,apa anda cukup puas dengan semua ini, tanya salah satu petinggi di sela sela acara..


Refan mengangguk... ''Tapi, aku tidak setuju dengan brand nya, alangkah lebih baiknya kalau kalian cari orang lain,


''Maksud bapak?'' tanya pertinggi penasaran, semua orang tau kalau Refan sudah bercerai, tapi semua orang tak mengetahui isi hati Refan saat ini yang sedang merasa terbakar, bukan karena api cemburu, tapi karena melihat wajah penghianat itu,


''Kamu pejabat di perusahaan ini ,apa aku harus mengulangi perkataanku, karena kelemotanmu, apa kamu tak paham dengan apa yang aku katakan?'' Refan sedikit marah, karena ini tempat umum, dan Refan tak mau membuat acara ini kacau, andai saja ini tempat pribadi mungkin kemarahannya akan diluapkan.


''Baik pak, nanti akan kami diskusikan mengenai kata bapak, dan kami mohon maaf kalau bapak sedikit tidak nyaman dengan ini.


''Bukan sedikit, bahkan aku sama sekali tidak nyaman, semenjak aku tau kalau dia yang menjadi sponsor, aku sudah tidak minat datang, tapi ini perusahaan papa aku harus menghormatinya, ucapan Refan tegas membuat semua pejabat itu hanya manggut manggut saja.


Setelah beberapa jam, akhirnya acara itu selesai juga, Saat ini Refan duduk di tempat makan masih dengan Mike, suguhan yang begitu menggoda perut itu pun seakan seperti tahu dan tempe baginya,


Apalagi tepat di depannya ada wanita cantik yang sangat dia benci.


''Mike, kita pulang!'' ucapnya, di sela sela makan.


Mike langsung saja berdiri mengikuti langkah bosnya itu,


''Tunggu dulu, ucap sang wanita cantik siapa lagi kalau bukan Kania,

__ADS_1


Tanpa memberi aba aba Refan langsung menyetop langkahnya tanpa berbalik arah, membuat Mike manabrak punggung lebar itu.


Ini punggung apa batu, kenapa keras sekali batin Mike sambil mengusap usap keningnya yang sedikit memerah.


Kania menghampiri Refan, dan kini mereka saling berdekatan.


''Fan, aku tau kamu marah padaku, aku minta maaf atas kesalahanku, aku khilaf, aku menyesal, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku sangat mencintaimu, dan aku tau kamu masih mencintaiku,ucap Kania sangat lembut di belakang Refan.


Refan menyunggingkan bibirnya dan kini berbalik menghadap Kania.


''Kenapa kamu begitu yakin kalau aku masih mencintaimu, apa wanita di dunia ini cuma kamu saja, masih banyak wanita di luaran sana, dan aku akan tegaskan, aku tidak butuh penyesalan kamu, aku tidak butuh cinta kamu ,dan aku tidak butuh apapun itu yang berhubungan dengan kamu, jadi jangan terlalu percaya diri, aku bukan Refan yang dulu, yang selalu tunduk untuk mendapatkan cintamu, bahkan aku sudah mendapatkan cinta yang jauh lebih besar dari wanita yang begitu sempurna, seandainya saja waktu bisa diputar, aku tidak mau mengenal wanita sepertimu, cukup masa lalu itu yang membuat mataku buta, dan di saat kamu menghianatiku, aku mulai melihat dunia yang sesungguhnya, dunia yang seharusnya aku jalani, jadi mulai sekarang jangan pernah mengganggu hidupku lagi.


Tak ada rasa ragu dalam hati Refan mengucapkan semuanya, semua orang hanya bisa diam melihat pengusaha kaya itu marah,


''Mike kita pulang, ucap Refan di dalam mobil sambil mengendurkan dasinya,.


Ada ada saja cara Mike untuk membuat bosnya itu supaya lupa dengan kemarahannya.


''Apa bos nggak mau menghubungi Nona?'',Mike mencoba mencairkan hati Refan yang sangat marah,


Refan melihat jam yang melingkar di tangannya,.


Tanpa pikir panjang, Refan langsung mengambil ponsel dan menghubungi Sahila.


Sahila memang sudah terlelap, karena waktu setempat yang memang sudah larut malam, tapi saat mendengar ponselnya berdering Sahila langsung membuka matanya, meski nyawanya belum sepenuhnya terkumpul.

__ADS_1


Halo,....suara dari Sahila pertama kali yang di luncurkan, hanya kata itu saja seketika merubah hati Refan menjadi dingin,


''Hai,ini aku, apa kamu sudah tidur?'', dan suara Refan kali ini membuat Sahila membuka matanya lebar lebar dan melihat jam weeker yang ada di nakasnya.


''Mas, apa kamu ngigau, ini sudah hampir pagi, kalau nggak tidur ngapain lagi yang harus di lakukan malam malam begini, lagian kenapa kamu belum tidur, apa kamu begadang? ''


Refan tertawa keras mendengar kata Sahila yang begitu polos di telinganya,.


''Sayang ,mas memang belum tidur, karena disini memang belum selarut di sana, tapi kamu tenang saja ,setelah mas sampai, mas akan segera tidur, sekarang mas sedang di perjalanan bersama Mike, sudah, mas cuma kangen saja, sekarang kamu tidurlah lagi, maaf mas mengganggu, Aku mencintaimu, kata terkahir Dari Refan membuat Sahila tersenyum,.


Apa bos pura pura lupa kalau aku ada di sini, dan apa bos pura pura lupa kalau aku ini jomblo, kenapa dia memamerkan kemesraannya di depanku terus menerus, apa dia nggak tau kalau jiwa jombloku sedang meronta ronta, batin Mike begitu kesal.


''Kenapa wajahmu begitu, tanya Refan saat melihat wajah Mike berubah menjadi datar,.


''Tidak apa apa,aku cuma heran saja, kenapa Nona bisa mencintai bos yang begitu keras, padahal nona cocoknya itu sama aku ,dia kan lembut sama sepertiku, ucapnya santai, karena Mike sudah terbiasa dengan kemarahan bosnya.


''Bilang saja seperti itu terus, kalau kamu memang sudah bosan bekerja denganku, Refan tak banyak bicara, karena dalam hatinya masih teringat Suara sahila.


Tumben nggak marah, kenapa dia, apa perkataanku tadi masih terlalu sopan, Mike menerka nerka dengan batinnya


''Kenapa bos nggak jujur saja dengan Kania kalau bos sudah menikah? Kali ini Mike mulai serius.


''Apa kamu begitu bodohnya sampai kamu mau menunjukkan bahwa Sahila itu istriku, Apa kamu tau apa yang terjadi setelah itu, kalau aku sampai memberi tau Kania ,kalau aku sudah punya istri, dan istriku itu Sahila ,wanita yang sangat polos bahkan tak tau dunia luar, apa yang akan di lakukannya, bahkan aku tak bisa membayangkan kalau sampai Sahila bermasalah dengan Kania, Dia itu wanita berpengalaman, dan aku yakin dia akan melalukan cara apapun untuk mendapatkanku, dan aku tidak mau itu, ucap Refan menjelaskan.


Sedangkan Mike hanya manggut manggut menjadi pendengar setia.

__ADS_1


__ADS_2