
Di kediamannya, pak Cakra merasa
cemas setelah mendengar kabar dari Ririn bahwa Sahila merasakan sakit pada bagian perutnya.
Kini pak Cakra hanya bisa menunggu kedatangan Refan di ruang keluarga, tak lama suara mobil menderung berhenti membuat pak Cakra langsung beranjak dan berjalan menuju pintu utama.
''Bagaimana kabar Sahila Fan,?'' ucapan pak Cakra pertama kali yang keluar dari mulutnya,
Refan tersenyum sembari menggandeng Sahila keluar dari mobilnya.
''Aku nggak apa apa pa, papa nggak usah khawatir seperti itu, ucap sahila meraih kedua tangan mertuanya itu.
''Saat papa tau dari Ririn rasanya papa mau nyusulin kalian ke kantor saja Sa, papa nggak sabar melihat keadaanmu ,Loh Mike, kamu juga sudah kembali, ucap pak Cakra kembali melihat Mike keluar dari mobil.
''Iya Om, jawab Mike singkat sambil menyalami pak Cakra.
''Bagaimana, apa Wilson jatuh cinta pada calon istrimu, atau masih setia sama nyonya Wilson, celetuk pak Cakra membuat semuanya terpaku.
Mike tak menjawab hanya tersenyum simpul menanggapi pertanyaan Pak Cakra, malah di sini yang penasaran adalah Refan.
''Apa papa serius kalau Mr Wilson masih suka jatuh cinta pada wanita lain, pertanyaan Refan membuat Sahila mencubit perutnya.
''Awww....suara rintihan Refan karena kesakitan.
Refan menoleh ke arah sang istri yang sudah bermuka kecut.
''Maaf, mas cuma bercanda saja.
''Kamu juga Fan, papa cuma bercanda, ingat masa muda Wilson saja, aku yakin dia setia sama nyonya Wilson,
''Sudah ,mau sampai kapan kita berdiri di sini? Semua masuk setelah mendapat ajakan dari pak Cakra.
Dan ternyata di dalam sudah ada Zero dan Ririn.
__ADS_1
''Kakak ipar sudah tidak apa apa kan?'', ucap Ririn.
Sahila hanya menggeleng.
''Wah, rasanya suasana seperti ini tidak boleh berangsur, papa ingin kalian semua sering berkumpul seperti ini, tapi kalau Mike dan Nia sudah menikah, pasti kalian akan meninggalkan rumah ini ,begitu juga Ririn, pasti juga akan ikut Zero, karena Hasan tidak akan memperbolehkan kalian untuk tinggal disini. ucap pak Cakra datar.
Semuanya saling pandang, melihat pak Cakra,
''Om tenang saja, aku dan Nia masih lama kok perginya dari rumah ini, kita sudah berencana mau menikah setelah Nona melahirkan, itu berarti saat kita pergi, om sudah mempunyai jagoan kecil yang akan meramaikan rumah ini, ucap Mike meyakinkan supaya pak Cakra tidak bersedih lagi.
''Kamu juga seperti papa kamu Mike ,setia kawan , tapi apa sifat play boynya nggak menurun? ''tiba tiba saja pertanyaan pak Cakra membuat Nia memandang sang kekasih secara intens.
Sedangkan Mike hanya mengangkat bahunya dan menggeleng.
''Wah, pertanyaan papa kali ini sangat berbalik, papa nggak lihat Nia, dia itu bukan pacar Mike yang kedua atau ketiga kali, Nia itu pacar Mike yang pertama kali yang hilang, dan sekarang di temukan kembali, itu artinya Mike bukan play boy.ucap Refan menjelaskan.
Sedangkan Mike hanya mengangguk.
''Om cuma bercanda Mike, Wilson memang play boy, tapi itu saat kami masih muda, dan papa tau setelah Wilson bertemu mama kamu, dia itu bertekuk lutut dan tak bisa berbuat apa apa lagi, kami bertiga itu selalu bersama saat kami kuliah di luar negeri, jadi dari kami sudah saling mengenal karakter masing masing, ucap pak Cakra panjang lebar, sedangkan semuanya hanya mendengarkan saja.
tanya Refan kembali penasaran.
''Hasan, papanya Zero, dia juga teman papa, dan kalian tau di balik perjodohan Zero dan Ririn itu sudah terjalin saat mereka belum lahir, tapi agak meleset sedikit.
ucapan pak Cakra kali ini semakin membuat penasaran.
''Maksud papa, ?''Refan sangat antusias,
''Awalnya Hasan itu menyukai Dewi, dan papa sebagai kakak setuju setuju saja, karena Hasan sudah mempunyai masa depan yang cerah, tapi saat papa bicara tentang Hasan sama Dewi, semua itu sudah terlambat, karena Dewi diam diam sudah mempunyai pacar yang bernama Firman, papa Ririn,.
''Akhirnya aku dan Hasan sepakat, kalau dia nggak jadi adik ipar papa, dia tetap mau menjalin hubungan dengan papa sebagai besan,.
''Dan saat itu mama Refan hamil duluan, dan Hasan ikut senang, kedua orang tua Zero ikut menemani papa saat mama Refan melahirkan, dia sangat senang melihat bayi Refan, dan setelah Refan berumur Tiga tahun, istri pak Hasan hamil juga ,namun ada kekecewaan dalam diri pak Hasan setelah dokter menyatakan anak mereka laki laki juga,
__ADS_1
''Berarti Om Hasan nggak suka dengan Zero?'' celetuk Refan di tengah tengah pembicaraan pak Cakra ,dengan cepat Sahila menepuk lengan kekar itu.
''Sayang, keluh Refan sambil mengelus lengannya.
''Bukan nggak suka mas, cuma kecewa saja, dan itu cuma seketika karena yang di harapkan nggak sesuai, ucap Sahila memastikan.
Semua tercengang mendengar kata Refan
termasuk Zero.
''Syukurlah anak Om Hasan laki laki, kalau perempuan, aku nggak akan menjadi suami kamu, bisik Refan.
''Kamu jangan kaget, mulut kak Refan memang seperti itu, tajam , tapi sebenarnya orangnya baik. bisik Ririn di telinga Zero.
Sedang Zero hanya menanggapinya dengan senyuman.
''Kamu itu salah mengartikan Fan,benar apa kata Sahila ,bukan nggak suka ,tapi kecewa ,karena mereka berharap anaknya perempuan, tapi saat itu juga papa ingat kalau Dewi juga hamil, jadi kami lemparkan saja perjodohan ini pada anak Dewi,dan ternyata semua sesuai ekspetasi kami, anak Dewi lahir perempuan, dan betapa senangnya pak Hasan saat itu ,bagai pungguk merindukan bulan, dan saat itu juga bulannya terjatuh di pangkuannya, dia sampai menangis melihat bayi Ririn yang saat itu sedang menangis ,dan sejak saat itulah kami memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua. ucap pak Cakra panjang lebar menjelaskan.
''Apa Om nggak ada perjanjian apa apa dengan Mr Wilson, ucap Mike kali ini membuat Nia ikut mencubitnya, karena menurutnya calon suaminya kali ini selalu saja tidak sopan memanggil papanya.
''Kenapa kamu mencubitku ?''ucapnya pelan di telinga Nia.
''Mas nggak sadar juga kalau panggilan mas itu selalu saja nggak sopan pada papa, dia itu orang tua mas, bukan teman.Nasehat Nia membuat Mike diam dan cemberut.
''Ada, ucap pak Cakra singkat.
Semuanya terdiam menunggu pak Cakra mengucapkan sesuatu,
Tapi pak Cakra diam dan mwlihat satu persatu pemuda yang ada di depannya.
''Kenapa pa, apa yang ingin papa katakan?'' ucap Refan serius sambil melihat manik mata pak Cakra.
''Perjanjian kami adalah setia, kami setia menjadi sahabat dan kami juga berjanji akan setia mendampingi pasangan kami masing masing, ucapan pak Cakra kali ini membuat semuanya kagum, sekaligus tauladan bagi semuanya supaya mereka mengikuti jejak kesetiaan pak Cakra.
__ADS_1
''Meskipun ini perjodohan, kamu sudah mulai menyuakiku kan?'' bisik Zero tepat di telinga Ririn yang menbuat sang empu terbelalak.
''Diam dulu, malu kalau sampai ada yang dengar, bisik Ririn kembali sambil tersenyum.