KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 80.Kejahilan Mike


__ADS_3

Ada pertemuan pasti ada perpisahan, baik itu selamanya ataupun hanya sebentar, ada muda ada tua, meskipun kita mejalaninya dengan begitu lama, tapi kenyataan itu akan terjadi juga , ada pria ada wanita, memang itu haqiqinya, karena kita di ciptakan berpasangan, karena itulah kehidupan,meskipun hati kita tak menginginkannya, tapi kita tetap akan menjalankannya apa yang di takdirkan untuk kita,


Tak ada yang berbeda dengan hari sebelumnya ,pagi ini matahari nampak begitu cerah,namun dalam hati Sahila begitu sangat berbeda hati yang terasa redup , Sahila harus merelakan kepergian Refan untuk pergi ke negara L.


Sahila ikut mengantarkan Refan ke bandara, sebelum dirinya datang ke rumah sakit, Sahila begitu mengingat tempat itu,disaat dirinya pertama kali menginjakkan, di saat itu pula awal dari kehidupannya yang sekarang, namun untuk yang kedua ini sangat berbeda, Sahila harus menerima kenyataan untuk berpisah dengan sang suami, ini bukan hal yang begitu besar, namun ini pertama kalinya.


''Mas hati hati ya di sana, dan cepat kembali, aku pasti akan sangat merindukanmu,


ucap Sahila.


''Aku akan secepatnya menyelesaikan semuanya dan akan kembali, dan aku akan lebih merindukanmu, kamu juga hati hati, Nanti kalau mas sudah sampai mas pasti akan memberi tahu kamu, jangan bersedih!''


Akhirnya lambaian tangan itu menjadi pungkasan untuk saling bertatap muka, Refan langsung saja meninggalkan Sahila yang masih mematung bersama Ririn dan pak Jono.


''Mari non silahkan!'' ucap pak Jono mempersilahkan Sahila dan Ririn untuk masuk mobil.


Baru kali ini dalam perjalanan Refan merasa sedikit tidak nyaman, tak seperti biasanya yang antusias untuk pergi ke berbagai negara di muka bumi ini,


Refan memilih untuk diam selama di pesawat, Mike pun ikut diam karena tak ada obrolan penting baginya, melihat raut wajah bosnya yang begitu datar membuatnya malas untuk mendekat, karena Mike tau ujung dari muka datar itu, apa lagi kalau bukan semprot yang menyudutkannya.


Seperti Refan, Sahila pun hanya diam sampai tibanya di rumah sakit, namun ada yang aneh kali ini, Wajahnya langsung tersenyum lebar melihat siapa yang ada di depannya, Sahila memeluk dan melepas Rindu beriringan dengan air mata.


''Ibu, teriakan Sahila itu membuat sang Ibu ikut menangis,.


Kehadiran sang Ibu bagaikan mendapat kupon hadiah, bagaimana tidak,Sahila pikir akan sendiri setelah kepergian Refan, namun ekspektasinya kali ini tak sesuai,


''Dari mana Ibu tau kalau aku akan ke rumah sakit ini,?'' Tanya Sahila penasaran, pasalnya Sahila maupun Refan tak pernah memberi tau Ibunya.


''Suami kamu, Dia yang menyuruh supir untuk menjemput Ibu ,awalnya ibu juga kaget, namun setelah nak Refan menjelaskan keadaanmu lewat telepon Ibu langsung ikut supir untuk ke sini,

__ADS_1


''Kapan mas Refan menghubungi Ibu, Sahila semakin penasaran ,pasalnya dirinya selalu saja bersama Refan,tapi tak mengetahui apa yang di lakukan Refan kali ini .


''Tadi malam, katanya kamu sedang tidur, dan nak Refan memang bilang kalau katanya ini kejutan untukmu,dan Ibu akan menemanimu sampai nak Refan pulang, kamu baik baik saja kan? ''Bu Nur.


Sahila hanya mengangguk.


Mas Refan benar benar tau apa yang aku mau, aku tau bagaimana pun caranya pasti dia akan membuatku tak kesepian, dan kali ini dia menyuruh Ibu untuk datang ,terima kasih mas,semoga kau baik baik di sana dan cepat kembali, batin Sahila.


Setelah beberapa jam perjalanan Refan sudah sampai di tempat tujuan, meskipun lelah ,Refan tak membutuhkan istirahat, Refan langsung ke tempat di mana permasalahan itu terjadi.


Refan kali ini membuat Mike geleng geleng kepala, namun Mike tak menyesal, karena kini Mike tidak sendiri dengan kesibukannya seperti di dalam negeri,


Kalau biasanya Mike harus melayani Refan dengan keinginan pribadinya kali ini Refan tak pernah meminta itu semua, bahkan kali ini Mike yang selalu menawarkan sesuatu pada Refan.


Beda tempat ,beda waktu, beda juga dengan keadaan, Selepas dari perusahan yang mengalami masalah, Refan merebahkan tubuhnya dan melupakan satu hal yang membuat Sahila terus berharap, apa lagi kalau bukan menghubunginya.


Sahila terus melihat ponselnya ,membolak balikkan benda pipih itu, berharap tulisan My husband itu menghubunginya,


Sahila menggeleng, dan menghela nafas.


''Bu, ini kan sudah sehari penuh ,pasti mas Refan sudah sampai tujuan, tapi kenapa dia belum menghubungiku juga, aku khawatir, ucap Sahila pelan.


Bu Nur tersenyum dam mendekatinya,.


''Kamu nggak usah khawatir, suami kamu pasti baik baik saja, pasti dia kecapekan, lagi pula ini kan baru sehari kalian berpisah, pasti nak Refan akan menghubungimu nanti, sabarlah, dan sekarang tidurlah,


Setelah mendengar nasehat sang Ibu, Sahila langsung saja berusaha memejamkan mata.


Benar juga apa yang di katakan Bu Nur, Refan merasa sangat lelah, setelah pulang dari kantor dan langsung ketiduran, setelah beberapa jam Refan langsung beranjak dan mencari ponselnya, tak ada notif apa apa dari sang istri membuat Refan langsung menghubungi Sahila.

__ADS_1


''Sial....umpat Refan dan membanting ponselnya di atas ranjang, Refan menjambak rambutnya,


''Kenapa aku bisa lupa, padahal aku sudah berjanji, tapi aku mengingkarinya.


Refan menyalahkan dirinya sendiri setelah mendengar ponsel Sahila di luar jangkauan, Refan berulang kali mencobanya namun hasilnya tetap sama, Akhirnya Refan menghubungi mertuanya ,dan benar saja sang ibu mengatakan bahwa Sahila sedang tidur setelah menjalani perawatan.


Refan keluar dari kamar dan memanggil Mike,


''Mike, mulai nanti kamu harus mengingatkanku untuk menghubungi Sahila, kalau kamu sendiri sampai melupakan itu, aku pastikan kalau kamu akan aku tinggal di sini selamanya.


''Baik bos, aku pasti akan selalu mengingatkan bos untuk itu, ucap Mike serius sambil bermain dengan ponselnya.


''Apa bos tau hidup Kania saat ini ?''Mike menggoda bosnya,


''Apa maksud kamu, aku nggak peduli, lagi pula itu sudah nggak ada hubungannya denganku, Refan sedikit marah dengan sekretarisnya itu.


''Jangan marah dulu ini kabar baik, aku yakin bos pasti senang dengan kabar ini.


Refan masih saja diam, akhirnya Mike menyodorkan ponselnya.


Refan terkejut melihat orang yang dulu pernah di cintainya itu harus banting tulang dengan pekerjaan lain ,Refan teringat betapa manjanya Kania saat masih bersamanya, Refan begitu memanjakannya, tak pernah sedikit pun ada keluhan dari Refan, meskipun


Kania sudah banyak menghabiskan uangnya.


Namun sekarang Refan merasa sangat lega, teringat pada istri tercinta yang tak pernah minta uang ataupun barang mewah ,padahal jika Sahila menginginkannya pasti akan terkabul,serta kesetiannya menemaninya selama ini, Sahila benar benar telah merubah hatinya menjadi lebih baik,


''Apa sekarang kamu sudah bangun dan merindukan ku?'' gumamnya.


Dengan kejahilannya Mike menjawab.

__ADS_1


''Iya mas ,aku merindukanmu, cepatlah pulang aku menunggumu, jawaban dari Mike dengan nada seperti perempuan ,membuat Refan berdecak kesal dan langsung melempar ponsel Mike.


''Untung saja ponselku tertangkap, kalau tidak aku akan meninggalakanmu di sini selamanya, ucapannya Mike kali ini menirukan nada suara Refan, membuat sang empu menatapnya dengan tatapan tajam.


__ADS_2