KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 229. Akhir tahun


__ADS_3

Akhir tahun adalah momen yang di nanti nanti untuk berlibur, begitu juga dengan Sahila ,saat ini yang sudah mendapat chat dari para sahabatnya, mana saja tempat yang akan mereka kunjungi, namun Sahila sama sekali belum ada rencana.


Apa lagi melihat suaminya yang super sibuk itu tak pernah bisa di ajak ngobrol santai. namun kali ini sebagai kalangan orang kaya sahila tak mau kalah dari Nesya dan Sindi yang akan menghabiskan akhir tahunnya di tempat wisata ternama, meskipun masih di dalam negeri tapi tempat itu terlihat sangat cocok bagi keluarga kecilnya.


Tak berselang lama senyum senyum sambil melihat ponsel seperti biasa ,Refan datang,dan masuk dari pintu utama melihat Refan, Sahila langsung beranjak menghampiri Refan.


''Mas, Nesya dan Sindi mau berlibur ke tempat ini ,ucapnya sambil memperlihatkan ponselnya ke arah Refan.


Itu kan tempat kesukaan Kania. batinnya.


''Kamu menyambut mas dengan ponsel?'', ucapnya sedikit acuh,


Sahila yang tak mau membuat Refan marah langsung saja menarik dasinya yang membuat Refan menunduk.


Sahila mendaratkan sebuah ciuman di pipi Refan.


Karena tak terima hanya satu pipi yang di cium ,Refan melengos mengarahkan pipi yang satu nya lagi.


''Yang ini menuntut, katanya sambil menunjuk pipi bagian kiri yang memang belum di cium.


Pintarnya suamiku, batinnya bergelak tawa melihat tingkah suaminya seperti bocah.


''Sekarang kamu pilih saja, pingin pergi ke mana, itu mah mas sudah pernah semua dan menurut mas tempatnya kurang asyik ,ucapnya sanbil berjalan menuju ruang tamu.


''Tapi aku kan belum pernah mas, kayaknya berlibur bersama mereka asyik deh,.


''Nggak, Refan tetap kekeh tidak mau mengunjungi tempat yang ada di gambar yang di tunjukkan Sahila.


''Kenapa sih mas, aku nggak punya pilihan tempat lain karena aku nggak pernah berlibur, dan ini liburan pertama ku di akhir tahun, Sahila masih saja ngotot membuat Refan mendesis.


''Tapi mas nggak setuju, nanti mas tunjukkan tempat yang lain deh, dan pasti kamu suka, Refan menjelaskan kali ini dirinya memang benar benar tidak mau ke tempat yang akan di kunjugi sahabatnya itu.

__ADS_1


''Berikan alasan, kini permintaan Sahila membuat Refan terpaku, Refan fikir Sahila tidak akan sampai sejauh itu.


Aku harus bilang apa, apa aku harus jujur padanya kalau semua ini menyangkut Kania, batinnya.


Refan yang tak mau ribet langsung saja meraup pipi Sahila dan mendekatkan ke arah wajahnya.


''Mas tidak mau ke tempat itu karena dulu mas pernah berlibur ke sana bersama Kania, dan mas tidak akan ke sana lagi, karena mas tidak mau ingat sesuatu di sana, meskipun mas sudah lupa dengan hubungan Mas Dan Kania ,mas tetap tidak mau mengingat kembali masa lalu, jadi mas mohon jangan paksa mas untuk ke sana.


ucapnya menjelaskan pada Sahila.


''Kenapa mas takut mengingat masa lalu, bukankah sekarang mas sudah mempunyai aku dan tidak akan terselip di hati mas kehadiran Mbak Kania kan?'', tanya Sahila menyelidik.


Refan tersenyum. ''Mas tidak akan mengingat dia ,mas hanya tidak mau melewati momen liburan kita dengan hal yang menjadikan mood mas itu jelek, jadi kita cari tempat lain saja, kalau perlu kamu bilang sama Nesya dan Sindi untuk berlibur bareng kita, biar semua mas yang membiayai.


Kata Refan membuat Sahila kegirangan dan sontak duduk di pangkuannya.


''Benar, kita libur bersama mereka, Sahila memastikan sambil mengalungkan tangannya di leher Refan.


Refan mengangguk sambil melihat wajah Sahila yang terlihat bahagia.


Mulai deh gombalnya.


''Ya nggak gitu juga lah mas, ucapnya di sela sela tawanya, kalau kamu ambil hatimu sekarang aku hidup dengan siapa, Bahkan Sahila masih dengan posisinya membuat Refan menyeringai.


''Kayaknya sore sore gini di kamar enak deh, bisik Refan membuat Sahila langsung memukul dadanya.


''Apa sih ah, nggak, lagi pula kalau mas sudah berbicara seperti ini pasti ujung ujungnya tidak membiarkan aku bebas, sekarang mas mandi terus kita ke taman dengan princes, ucapnya menurunkan kakinya karena tau kalau saat Ini Refan di buru nafsu.


Karena melihat wajah Sahila yang sewot Refan langsung saja pergi ke kamarnya sebelum kembali pada anak dan istrinya yang kini menuju taman.


Sahila melihat langit sore dan mengukir sebuah senyuman yang begitu manis dan pas di wajah Sahila saat ini.

__ADS_1


''Lihat apa non, tiba tiba suara pak Jono mengagetkannya yang membuatnya menoleh ke sumber suara.


''Eh bapak, itu langitnya cerah ya, ucapnya basa basi.


''Iya Non, dulu bapak dan ayah kamu juga sering di sini, kami berdua sering ngomongin keluarga kami yang di kampung, kali ini ucapan pak Jono membuat Sahila kaget, tidak menyangka kalau pria yang di depannya ini sudah mengenal ayahya.


''Ternyata bapak mwngenal ayah, dan bapak bekerja di sini berdua denganaya? ''.


Pak Jono mengangguk.


''Ayah kamu keluar dari rumah ini karena rumah nya di kampung, makanya dia tidak bisa terus disini, kalau bapak kan dekat sini, dan beberapa kali bapak bekerja ,di sini lah yang paling bapak sukai, dulu sebelum ayah kamu keluar bapak menjadi tukang kebun, tapi setelah ayah kamu memutuskan untuk tidak bekerja, bapak yang sampai sekarang menjadi supir.


Sahila hanya manggut manggut mendengar cerita dari pak Jono.


''Ada apa ini , sepertinya serius banget, tiba tiba suara bariton muncul dari belakang pak Jono, dan keduanya pun menoleh.


''Ini, pak Jono ternyata dulu temannya ayah, berkata tapi masih belum terlihat oleh Refan karena terhalang pak Jono yang mematung.


Karena kedatangan tuan mudanya pak Jono kembali masuk ke belakang sebelum menundukkan kepalanya hormat.


''Apa pak Jono juga kangen sama ayah, ?tanya nya melihat punggung pak Jono yang kini menghentikan langkahnya.


Pak jono mengangguk.


''Pak jono lihat saja fotonya, nih, Refan mengeluarkan sebuah foto yang terlihat sudah lama itu dari sakunya.


membuat Sahila ikut mendekat dan mengambil sebuah foto yang ada di tangan Refan sedang menggendongnya.


Sahila cemberut saat melihat gambar yang kini beralih di tangannya.


''Kenapa kok bibirnya manyun gitu?'', tanya Refan.

__ADS_1


''Cemburu dong, itu kan ayahku ,kenapa bisa mas yang ada di gendongannya, mengatakanya dengan nada jengkel.


''Kamu lihat kan ,sambil menunjuk foto dirinya yang ada di gendongan ayah Sahila. ''Ini masih bayi sayang, berarti kamu belum lahir, dan kamu tidak boleh cemburu, kalau kamu anaknya ,aku menantunya, menjelaskan sambil meraih tubuh rampingnya dan langsung mencium keningnya.


__ADS_2