KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 108. Hukuman di kamar mandi


__ADS_3

Kemarahan Refan masih benar benar terlihat, meski berlalu namun Refan tak bisa melupakan kejahilan Mike kali ini,.


''Nona, apa Nona nggak lihat kalau bos saat ini sedang gelisah, lihat saja wajahnya, ucap Mike saat di dalam mobil .


Mike mencoba mengambil hati Refan kembali mencoba menghilangkan kemarahannya.


Sedangkan Sahila melihat wajah Refan yang benar benar datar.


''Mas sakit ,apa perlu kita ke dokter, Refan menggeleng, namun mulutnya masih terkunci.


Tak bisa di bayangkan apa yang akan di luapkan Refan saat ini,


''Nona sepertinya bos perlu asupan dari Nona, lihat saja, dia sangat lesu. ucap Mike kembali berharap menemukan cara untuk membuat mood Refan bagus.


Sahila tau apa yang di katakan Mike kali ini ,


Dengan cepat Sahila menutup wajahnya dan wajah Refan dengan sebuah majalah, Sahila mencium Refan tepat di bibirnya sedikit lama dan membuat Refan menikmatinya.


''Mas nggak boleh marah lagi pada tuan Mike kasihan dia, lagi pula aku tadi nggak marah kok, cuma nanya saja, Sahila merayu Refan, melihat dari wajah Refan terlihat jelas kemarahannya itu tak terbendung.


''Baiklah, karena semua ini keinginanmu, aku memaafkan Mike, lihat Mike, kamu selamat gara gara istriku, lain kali kalau sampai kamu mengulangi lagi, aku tidak akan mengampunimu, aku akan memulangkanmu ke negara asal, ucap Refan.


''Maaf bos ,aku nggak akan megulanginya lagi,


Lagi pula kenapa nona sangat percaya kalau bos mau menikah lagi, ucap Mike heran,


''Kenapa tuan Mike masih nanya, aku sangat mencintai mas Refan, kalau sampai dia menikah lagi, bagaimana denganku, aku nggak mau berbagi dengan wanita lain, apa lagi kalau wanita itu bisa memberikannya anak, pasti mas Refan akan meninggalkanku, terus bagaimana nasibku, apa tuan Mike mau aku menjadi janda, cerocos Sahila, ternyata Sahila masih saja memikirkan seorang anak, dan itu tak bisa di bayangkan oleh Refan, Refan mengira kalau Sahila sudah melupakan keinginannya itu, tapi nyatanya ada masalah sekecil itu pun Sahila masih saja mengingatnya.


''Sayang, dan kamu Mike rekam ya suaraku ini,

__ADS_1


Dengan cepat Mike mengeluarkan ponselnya.


''Sahila istriku, bagaimana pun kamu ,aku tidak akan menikah lagi, meskipun kamu tidak bisa mempunyai anak, aku akan tetap mencintaimi, dan aku tidak akan mencari wanita lain, kita akan hidup bersama selamanya, dan jangan berfikir kalau kamu akan menjadi janda, dan mulai sekarang jangan percaya apa kata Mike, cukup kamu mendengarkan ucapanku saja,


Sahila tersenyum mendengar ucapan Refan yang sangat tulus di depannya,


Sedangkan Mike menyunggingkan bibirnya melihat kemesraan Refan dan Sahila.


''Dulu saja.... ucapan Mike terdiam melihat wajah Refan dari arah spion yang sudah datar.


''Jangan mulai lagi, aku sudah kehabisan cara untuk membujuk istriku, kalau kamu mau membuatnya marah padaku ,kamu harus mencarikan solusi untuk membujuknya, kamu pikir mudah membuatnya tidak marah padaku, kamu nggak lihat aku selalu susah payah mencari kata kata yang tepat. Ucap Refan serius ,namun sedikit putus asa menghadapi Mike yang suka menggoda Sahila.


''Mas sudahlah, sini !'' ucap Sahila menarik tengkuk leher Refan dan menciumnya.


Setelah sampai rumah, Sahila mengekori Refan masuk kamar ,Sahila melihat wajah Refan yang masih saja sedikit berubah pendiam, mungkin masih kesal karena ulah Mike,


Siap siap saja karena kamu sudah percaya dengan Mike, batin Refan menyeringai di kamar mandi.


''Sayang, sini bentar, mas lupa nggak bawa handuk!'', ucap Refan sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.


Sahila yang mendengarnya pun langsung beranjak dan mengambil handuk untuk Refan.


Sahila menghampiri pintu kamar mandi dan mengetuknya.


''Mana?'', ucap Refan dan membuka sedikit pintunya, Sedangkan Sahila hanya menyodorkan handuknya tanpa berkata,


Dengan cepat refan menarik tangan kecil itu yang membuat sang empu menjerit.


Refan menarik Sahila masuk ke dalam bath up

__ADS_1


''Maaas.....teriak Sahila,


''Kenapa, apa kamu nggak terima, ucap Refan santai dan terus melangkah ke arah Sahila.


''Bukan gitu, kamu nggak lihat kalau aku pakai baju, kan jadi basah semuanya, ucap Sahila jengkel.


''Ini hukuman untuk istri yang sudah meragukan suamimya ,dan ini hukuman istri yang sudah mempercayai pria lain, dengan cepat Refan memyambar bibir Sahila.


Sahila menikmati setiap sentuhan dari Refan, karena itulah yang di inginkan,


''Apa kamu ingin mencobanya di sini?'', ucap Refan dengan lembut, namun Sahila hanya diam,


''Kenapa, nggak apa apa, ini sama saja seperti di ranjang, dan aku akan membuatnya lebih nikmat ,Refan terus saja merayu Sahila.


Namun Sahila masih diam, mungkin pikirannya sedang ke sana kemari mencari alasan, bagaimana cara nya bisa lepas dari harimau yang sudah kelaparan di depannya itu, Namun percuma, sudah tidak ada cara lain, akhirnya Sahila pasrah dan diam saja mengikuti dan membiarkan pria sombong itu menyentuhnya di kamar mandi.


Aksi Refan tak kalah seperti saat mereka melakukannya di ranjang, namun ada yang beda kali Ini ,Sahila merasa sangat kedinginan ,itu yang membuat Refan cepat mengakhirinya,.


Dengan cepat Refan memandikan Sahila dan mengambilkan handuk serta mengangkatnya ke atas ranjang,


''Gi mana rasanya, apa kamu menikmatinya, ucapan Refan dengan lembut, Refan mengambil baju ganti dan hair dryer untuk mengeringkan rambut Sahila ,meskipun dirinya masih menggunakan jubah mandi saja, tapi baginya Sahila lebih utama,


''Di mana pun tempatnya, aku akan selalu menikmatinya, karena kamu satu satunya orang yang aku cintai, dan aku akan selalu menurut, aku nggak akan terpengaruh lagi dengan tuan Mike. ucap Sahila meskipun kesal karena kedinginan, tapi Sahila berusaha membuat Refan senang.


''Pinter sekali istriku, ucap Refan yang sudah selesai dengan tugasnya, kini Refan beralih menyisir rambut sang istri.


''Apa kamu akan terus memanjakanku seperti ini, meskipun aku bukan istri yang sempurna, kamu tau kan di luaran sana seorang suami selain mengharap istri yang setia mereka juga berharap membangun keluarga kecil, dengan buah hati, tapi nyatanya aku nggak bisa memberikan mu seorang anak, ucap Sahila kembali dengan lembut ,namun tangan Sahila memegang tangan kekar sang suami.


''Itu suami di luaran sana ,bukan di dalam sini, dan berapa kali aku harus bilang padamu, aku sudah bahagia dengan keadaan kita, meskipun kamu nggak bisa hamil, aku akan tetap mencintaimu, bahkan rambut kita sampai memutih, aku nggak akan melihat orang lain, aku hanya akan melihat dan mencintai istri yang mendampingiku, dan kita akan mengarungi samudra bersama sama, jadi lupakanlah soal anak, Bagaimana pun kehidupan kita ,pasti Tuhan sudah punya rencana di balik semua ini, ucap Refan sekali lagi meyakinkan Sahila untuk tidak mengungkit soal anak.

__ADS_1


__ADS_2