KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 103. Ingin tau


__ADS_3

Sepulang dari cafe Mike kembali lagi ke kantor ,kali ini wajah Mike berubah lebih ceria membuat Sahila semakin curiga.


Sedangkan Refan terlihat biasa saja, karena Refan tau pasti Mike sudah menemui seseorang yang di rindukannya.


''Mas, ucap Sahila melingkarkan tangannya di leher Refan dari belakang,.


''Hemmm, ucap Refan namun pandangannya masih fokus pada laptop di depannya.


''Apa mas nggak curiga dengan wajah tuan Mike, tadi pagi kelihatannya wajahnya begitu datar, sampai turun saja tidak, tapi barusan setelah dari luar, aku lihat wajahnya sangat ceria, bahkan sebelumnya aku belum pernah melihatnya seperti tadi.


''Sayang, sejak kapan kamu memikirkan Mike, apa kamu sudah jatuh cinta padanya ?''Refan sambil memutar kursinya dan menarik Sahila ke pangkuannya.


Bukan menjawab Sahila malah menyenderkan kepalanya tepat di dada Refan ,


''Hai, ini kantor, mas nggak janji kalau mas bisa menahannya, dengan sikapmu seperti ini membuat mas nggak bisa fokus dengan pekerjaan,apa kamu mau mas melakukannya sekarang? ''ucap Refan sambil mencium rambut Sahila yang mengenai wajahnya.


Syukurin ,memang ini yang aku mau, tapi aku tidak akan membiarkanmu melakukannya sebelum kamu menjawab pertanyaanku mas, batin Sahila menyeringai.


Setelah mendengar perkataan Refan, Sahila semakin merayu dengan tingkahnya yang begitu manja, Sahila menyentuh seluruh wajah Refan dengan satu jarinya yang semakin membuat Refan semakin terbuai.


''Sayang, ayolah apa kamu mau menyiksaku, aku sudah tidak tahan'' ucap Refan semakin parau membuat Sahila semakin licik.


Sahila mencium pipi Refan yang sudah memejamkan matanya karena ulah jahilnya. namun Sahila tak mengeluarkan kata sedikit pun.


Refan menarik Sahila yang hendak beranjak dari pangkuannya.


''Mau kemana, ucapnya, dengan tangannya yang melingkar di perut rata Sahila.


Kali ini Sahila malah menjadi takut melihat wajah Refan yang sudah di penuhi nafsu.


''Mas, lepaskan, aku mau minum,apa kamu mau aku kehausan, ucap Sahila mencari alasan, Namun kali ini Refan tak mau di bohongi olehnya lagi ,Refan melihat gelas yang berisi air di meja kerjanya, dan mengambilnya.

__ADS_1


''Ini minumlah?'',ucap Refan dengan meminumkan segelas air untuk Sahila.


''Apakah istriku ini sekarang sudah tidak haus lagi dan siap melayaniku?''. Kini gantian Refan yang menggoda istrinya.


''Mas, apa kamu nggak tau kalau ini kantor, aku nggak mau melakukannya di sini, ini nggak sopan, apa lagi kamu bos, kalau sampai karyawan tau gi mana, reputasimu akan hancur?'' Sahila masih saja ngeles.


Refan diam memikirkan kata kata Sahila, ada benarnya juga, meskipun Refan berkuasa ,tapi Refan tak mau sembarangan melakukan sesuatau yang merugikannya.


''Baiklah ,kali ini kamu mennag, tapi nanti malam, mas mau dua kali lipat, ucapnya tepat di telinga Sahila yang membuat sang empu mengerutkan alisnya.


''Tapi jawab dulu pertanyaannku, apa mas nggak curiga dengan sikap tuan Mike?'v.


Kali ini Refan mengahampiri Sahila yang sudah duduk di sofa.


''Mas nggak curiga, karena mas sudah tau kenapa dia seperti itu, dan kenapa dia sekarang ceria ,mungkin saja dia habis ketemu sang pujaan hati. ucap Refan dengan santainya.


Sahila menghadap ke arah Refan dengan wajah yang penuh tanda tanya.


''Siapa, apa itu Ririn?'', ucap Sahila penasaran.


Refan menggeleng, ''Bukan ,tapi Nia, pacar pertamanya, katanya kemarin waktu mengantar kita ke rumah sakit dia melihat gadis yang bernama Nia, dia pacar pertama Mike, dan ternyata tuduhan Mike tentang Nia itu salah, Dan sekarang Mike merasa bersalah, dan mungkin saja tadi dia habis ketemuan,


Sahila diam, dalam otaknya memikirkan bagaimana bisa seperti ini, bagaimana dengan Ririn, Sahila berdiri meninggalkan Refan yang masih dengan posisinya.


Sahila mondar mandir di depan Refan yang membuat Refan ikut bingung.


''Sayang, kamu kenapa, kenapa kamu yang bingung seperti ini, ini masalah Mike, biarkan saja dia yang memutuskan, tidak perlu kamu juga.


Sahila menghampiri Refan kembali.


''Mas, aku kasihan dengan Ririn ,gimana kalau dia mencintai Tuan Mike, pasti dia akan kecewa, ucapnya terbata,

__ADS_1


Sahila memang tak bisa melihat orang yang di kenalnya itu merasa tersakiti, meskipun dirinya sering tersakiti,


''Sayang, ini lah hidup, memang harus ada yang tersakiti, dalam urusan cinta, apa lagi cita segitiga, dan kita juga tak bisa berbuat apa apa, ini pilihan, dan Mas akan mendukung siapapun pilihan Mike, ucap Refan serius, dan memeluk wanitanya itu,.


''Bahkan kamu saja pernah tersakiti gara gara aku, jadi biarkan mereka memilih jalan hidupnya, aku yakin Mike bisa memutuskan yang terbaik, dan pilihan Mike nggak mungkin salah. ucap Refan berharap Sahila tak cemas dengan keadaan Ririn.


Gi mana nasib Ririn, kalau sampai tuan Mike memilih cinta pertamanya, apa dia akan sakit hati, tapi bagaimana pun juga cinta tak bisa di paksakan, dan nggak mungkin aku memaksa tuan Mike. batinnya.


Sepulang dari kantor, Sahila masih saja mengingat kata kata Refan tentang cinta pertama Mike,


Di dalam mobil Alih alih dengan bercanda Sahila menggoda Mike dengan pertanyaan pertanyaan konyolnya.


''Tuan Mike, bagaimana hubungan mu dengan Ririn, pertanyaan pertama Sahila membuat Refan mengernyitkan dahinya.


''Maksud Nona hubungan apa, aku sama Ririn baik baik saja, kita bersahabat, dan Ririn orangnya sangat baik, memangnya kenapa?'', jawab Mike,


''Apakah tuan mencintai Ririn,? Sahila memastikan,


Sedangkan Mike mengangkat kedua bahunya,


''Maaf Nona, bukannya aku tidak sopan, kami bersahabat, dan aku belum tau tentang perasaanku sama dia, lagi pula aku juga belum mengenalnya begitu dekat, yang aku tau dia itu sangat baik, siapa pun pasti akan sangat mudah untuk memcintai dia, Tapi.... ucapan Mike mengambang.


''Tapi apa.... ?''Sahila semakin penasaran


Mike menghela mafas panjang, ''Sejujurnya aku memang belum bisa melupakan cinta pertamaku, meskipun aku berusaha, apa lagi saat aku melihat Nona, pasti aku terus saja ingat dia, kepolosannya dan keramahannya, itu mirip sekali dengan Nona, ucapan Mike mendapatkan tatapan tajam dari Refan


Namun Sahila mencubit Refan agar tak meluapkan kemarahannya pada Mike.


''Tapi wajahnya tak mirip kan Mike?!' ucap Refan sambil memainkan ponselnya.


''Bos tenang saja, meskipun mirip ,aku tidak akan menyukai Nona, karena aku tau, kalau aku sampai melakukan itu, pasti tubuhku sudah di makan hiu, ucap Mike bercanda, mengingat ancaman yang selalu di lontarkan Refan

__ADS_1


''Pasti dia lebih cantik dan seksi dari pada aku kan tuan Mike?''. ucap Sahila sambil mengedipkan mata dan itu di lihat Mike dari spion.


''Dia juga kampungan persis dengan Nona, tapi aku juga heran, kenapa aku jadi tertular dengan Bos yang cinta dengan wanita kampungan ya? ''ucap Mike asal ,Refan yamg mendengar itu pun geram dan menjambak rambut Mike hingga meringis.


__ADS_2