KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 202. Curiga


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Mike,meskipun ada yang ganjil ,Refan tetap berharap akan berjalan dengan lancar, begitu juga dengan yang lain, di dalam kamar ,Refan hanya fokus melihat sang istri yang terlihat sangat sibuk dengan dandanannya ,Refan sedikit heran dengan istrinya kali ini, karena itu berbalik dengan sikapnya yang semalam hanya bisa memarahinya,


Kenapa dengannya, batinnya sambil melihat Sahila senyum senyum sendiri di depan cermin.


''Sayang ,kenapa kau terlihat sangat senang, tanya Refan heran.


Dengan santainya Sahila berbalik menghadap sang suami yang berdiri tegak di belakangnya.


''Ini kan hari pernikahan tuan Mike, untuk apa kita bersedih ,dengan siapapun dia menikah nanti, kita harus memberi semangat padanya,


Ucapan Sahila yang masuk akal itu membuat Refan mangut mangut.


''Oke, kalau gitu ayo kita berangkat, ucapnya sambil menggendong Kyara.


''Tunggu dong mas, kamu nggak lihat


kalau aku belum siap, aku kan juga ingin terlihat cantik seperti istri bos yang lain, masih merapikan rambutnya.


Refan malah senyum menyeringai dan kembali mendekati Sahila memeluknya dari belakang.


''Kalau kamu kayak gini, kita nggak akan jadi ke pernikahan Mike, bahkan kita akan melakukannya pagi ini sebagai malam pertama kita, ucapnya berbisik di telinga Sahila.


Sahila malah tertawa keras menggema di seluruh ruangan,.


''Mas.. mas ,aneh juga kamu ya, sudah ayo dari pada kita telat, Sahila mencoba membuat Refan lupa akan ucapannya.


Aneh sekali, tadi malam marah marah gara gara Nia pergi ,sekarang terlihat seneng banget, seperti ada yang di sembunyikan, tapi apa? batin Refan curiga.


Tapi Refan hanya diam tak mau mengambil kesimpulan dulu, pasalnya istrinya itu sangat polos, mana mungkin bisa berbuat hal yang aneh aneh.


''Ayo!'' ajak Sahila menggandeng tangan Refan dan keluar kamar.


''Stop, lupa ,kita selfi dulu ya Kyara sayang, sambil mengeluarkan ponselnya dan beberapa kali mengambil gambarnya dengan Refan dan Kyara.


''Mas, bibirnya jangan gitu dong, kan tampannya berkurang. Sahila kesal karena beberapa kali mengambil gambar selalu saja Refan memicingkan bibirnya,dan terkadang memanyunkannya


''Terus gi mana, ajarin dong ,mas itu nggak pernah foto, kecuali Mike tu yang selalu ngambil gambar mas diam diam, kata Refan jujur ,memang Refan tak pernah sekali pun berfoto, selain hal yang resmi, dan Sahila yang meminta .

__ADS_1


''Kalau dulu waktu pacaran sama Kania gi mana, apa mas juga nggak pernah berfoto dengannya, dia kan model, nggak mungkin dong mas nggak menemaninya saat pemotretan, dan biasanya setiap selesai ,pastilah model itu berfoto dengan pacarnya, Sahila penasaran.


''Apa kita pagi ini mau membahas itu dan tidak jadi pergi? '',Refan menegaskan, membuat Sahila menggeleng dan cemberut , dengan cepat bibir mungil itu di ciumnya karena Refan sudah tak betah kalau harus mendiamkan bibir yang berwarna merah itu.


''Jangan membahas dia lagi, cukup aku, kamu dan anak kita, hemmm, ucap Refan.


Akhirnya Sahila kembali tersenyum dan mengangguk.


Setelah mencium Sahila, Refan kembali fokus dengan ponsel Sahila, ''Ayo sekarang ajarin mas harus gimana?'',


''Gini lo, Sahila memperlihatkan senyumannya di depan sang suami.


Dari pada memakan waktu lama akhirnya Refan menurut dan tersenyum, dan akhirnya malah Refan yang menguasainya dengan mencium Sahila beberapa kali.


Ini mah lagi lagi mas Refan yang untung sedangkan aku yang buntung ,bicara dalam hati.


''Sudah, Sambil menyodorkan ponsel milik Sahila, kini keduanya turun dan menemui pak Cakra yang memang sudah siap.


''Wah, cucu opa cantik sekali ,puji Pak Cakra melihat Kyara dalam gendongan Refan.


Bayi yang imut itu pun menampakkan senyumnya seperti paham kalau dirinya mendapat pujian.


''Mike cepat dong sayang, kita telat nih, Nyonya Wilson sambil mengetuk pintu.


Menghentak hentakkan kakinya di depan Mr Wilson.


''Mama kakinya digigit semut ya , kenapa dari tadi papa lihatin nggak mau diam, apa rasanya gatal?'',tanya Mr Wilson melihat istrinya seperti orang yang sedang kebingungan.


Dengan cepat nyonya Wilson melayangkan tangannya tepat di lengan suaminya karena sudah bicara ngawur.


''Papa ini gi mana sih, lihat ini sudah jam berapa ,tapi Mike belum juga keluar, Nyonya Wilson terlihat sangat serius, Akhirnya Mr Wilson yang beralih mengetuk pintu.


''Ayolah Mike, kasihan calon istri kamu ,pasti dia sudah menunggu, papa yakin pilihan mama itu cantik seperti mama kamu, jadi cepatlah buka! ''.mencoba membujuk.


Tak lama ,Akhirnya dengan perlahan pintu terbuka dan Mike pun sudah terlihat rapi dengan baju pengantinnya.


Dengan cepat nyonya Wilson langsung menarik tangan Mike keluar menuju mobil.

__ADS_1


''Jalan pak!'', perintah nyonya Wilson pada sang supir.


''Yang semangat dong sayang, kalau kamu kayak gini pasti semua orang yang datang akan kecewa melihat pengantinnya yang lesu , mama nggak mau malam pertama kamu loyo ya , pokoknya mama mau nanti malam kamu greget biar cucu mama cepat jadi, bisik Nyonya Wilson bercanda.


Akhirnya Mike bisa tersenyum juga setelah mendegar ucapan mamanya yang konyol itu.


''Bagimana pun ini sudah menjadi pilihan mama, aku harus menjalaninya, pasti suatu saat akan indah, batin Mike,


Sedangkan Mr Wislon hanya melirik pada istri dan juga putranya itu..


Setelah memakan waktu beberapa menit, mobil yang di tumpangi Mike sampai di depan hotel ternama milik keluarga Cakra,.


''Ayo turun ,lihat para tamu undangan saja sudah datang, Nyonya Wilson terlihat antusias.


''Mike,'' panggil Refan dari belakang membuat Mike menoleh.


''Kenapa, apa kamu masih belum menerima wanita pilihan nyonya Wilson?'', tanya Refan melihat wajah Mike.


Mike menghela nafas panjang,''Untuk apa menolak, Nyonya Wilson itu orang tuaku, pasti dia memilih yang terbaik untukku, jadi bagaimana pun wanita itu, aku akan menerimanya,Mike terlihat pasrah dengan pilihan nyonya Wilson.


Namun Refan masih tetap dengan kecurigaannya, selain melihat tingkah sang istri yang terlihat aneh , juga melihat Nyonya Wilson yang terlihat begitu santainya menanggapi perginya Nia.


''Mana princes,?'' Tanya Mike yang tidak melihat Sahila dan yang lain.


Refan ikut clingak clinguk mencari istri dan anaknya,.


''Paling juga sudah di dalam bersama Ririn,Refan terlihat tenang,.


Akhirnya keduanya masuk ke dalam hotel menuju ruangan di mana akan di langsungkan pernikahannya.


Mike dan Refan berjalan dengan gontainya melihat para tamu undangan yang sudah terlihat semakin banyak.


Mike menghampiri kedua orang tuanya yang terlihat duduk bersama kolega bisnisnya.


Mereka pun ikut memandang calon pengantin yang terlihat tampan.


''Di mana calon pengantin wanitanya?'', bisik Mike.

__ADS_1


''Kamu sudah nggak sabar ya, bentar lagi, masih di rias, Nyonya Wilson kembali berbisik .


__ADS_2