
Setelah pulang kantor pak Cakra kembali ke rumah sakit untuk menunggu Sahila yang masih di rawat .
Sekarang kalian pulang aja biar Om yang jaga, nanti orang tua kalian khawatir,
''Baik Om, besok Nesya akan ke sini lagi kok, Sa, aku pamit pulang dulu ya, kamu baik baik, pamit Nesya.
Sahila mengangguk.
Setelah semuanya pergi, pak Cakra mendekati Sahila dan menanyakan sesuatu.
''Sa, apa kamu melihat berita tentang Refan.
Sahila mengangguk
''Maaf ya Sa, papa nggak bisa meminta Refan untuk mencintai kamu, papa juga nggak menyetujuinya menikah dengan kekasihnya, tapi Refan itu sangat keras kepala, dia memilih pergi dari rumah untuk mengejar kekasihnya dari pada menuruti kemauan papa.
''Pa, cinta itu tidak bisa di paksakan, biarkan saja, mungkin memang aku dan mas Refan tidak berjodoh, dan jodohnya mas Refan adalah mbak Kania, aku cuma bisa berdoa semoga pernikahan mas Refan langgeng.
Kamu memang benar benar anak yang baik Sa, meskipun kamu nggak menjadi menantuku, tapi aku akan menjadikanmu sebagai anak perempuanku, dan aku akan menjadikanmu wanita yang sukses, batin pak Cakra sambil memegang tangan Sahila.
Malam yang sepi Sahila yang masih merasa sakit pun tertidur,dengan di temani pak Cakra.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit ,Iwan pun sampai di rumahnya dengan wajah yang kucel membuat mama Sonia bertanya.
''Wan, kamu seharian nggak ke kantor, tapi kamu kok baru pulang dari mana, apa kamu dari klub?''
''Ma, mama nggak tau kalau aku sudah insaf, anak mama yang cakep ini sudah mau cari istri dan aku nggak mau ke klub lagi,
''Syukurlah kalau gitu, terus kamu dari mana?''
''Dari rumah sakit, Sahila kecelakaan, dan sekarang di rawat di rumah sakit, tadi Om Cakra ke kantor, dan nggak ada yang menemani, jadi aku dan Doni ke sana.
''Wah, kelihatannya anak mama benar benar jatuh cinta nih,
''Ma, aku nggak mau berharap lebih sama Sahila, aku takut dia nggak mau nerima ku,
Biarkan semua mengalir mengikuti waktu.
''Iya, sekarang anak mama ini sudah dewasa, jadi kamu bisa ambil keputusan yang tepat.
Iwan berlalu ke kamar meninggalkan mamanya yang masih mematung.
Di dalam kamar Iwan melihat dirinya di pantulan cermin.
__ADS_1
''Andai saja Sa ,gue yang menjadi calon suami kamu, pasti gue sangat bahagia dan menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini, gue tidak akan pernah sedikit pun menyakiti kamu, apa lagi membuat hatimu terluka,bodoh sekali orang yang sudah menyia nyiakan wanita secantik dan sebaik kamu, gue berjanji pada diriku sendiri, suatu saat jika gue tau siapa laki laki itu, gue pastikan akan gue bikin babak belur, itu janji gue Sa.
Iwan tersenyum kecil.
-----------------------
''Mas, kamu nggak merasa aneh sama Sahila, dan juga pak Refan? tanya Kania pada Doni.
''Maksud kamu apa Nes, Doni mengernyitkan dahinya.
''Mas, kamu nggak lihat wajah Sahila yang langsung terlihat sedih saat melihat berita tentang pak Refan.
Doni menggeleng.
''Ya ampun mas, aku tu merasa aneh, jika mereka benar benar sepupu nggak mungkin kan, Sahila nggak ikut ke acara pernikahan pak Refan,
''Dan aku tu pernah lihat pak Refan maki maki Sahila di jalanan, Bahkan pak Refan pernah melempar uang di depan Sahila, tapi setiap aku tanya Sahila nggak pernah mau jujur, apa mas nggak merasa curiga dengan sikap pak Refan terhadap Sahila.
Doni memutar otaknya mendengar cerita Nesya, pasalnya itu sama persis seperti cerita Refan waktu Refan masih di Indonesia, namun Doni tak tau persis siapa wanita yang di ceritakan Refan.
Doni mengangguk anggukkan kepalanya.
''Mas sudah tau, Nesya antisuas,
''Terima ksih mas sudah mau membantuku.
Doni tersenyum.
Kenapa Nesya yakin kalau hubungan Sahila dan Refan bukan sebatas sepupu, apa memang benar yang di katakan Nesya, batin Doni,.
Setelah sampai di didekat kos kosan Nesya turun dan melambaikan tangannya pada Doni,
''Mas hati hati ya!''
''Iya, kamu jalan dulu aja, biar aku tungguin,Nesya berlalu masuk ke dalam gang, namun setelah beberapa langkah, ada segerombolan pemuda yang mendekati Nesya karena sudah larut malam dan sepi,
''Halo Say, mau abang temani, ucap salah satu preman, sambil memegang tangan Nesya yang membuat Nesya terkejut.
''Lepasin, kalian siapa, apa mau kalian?''
Nesya semakin panik, karena bukan hanya satu orang yang menghalanginya.
Tanpa pikir panjang Nesya langsung menjerit minta tolong.
__ADS_1
''Tolong.... tolong.... namun masih saja tak ada orang lewat,
Doni yang hendak menjalankan mobilnya pun mendengar suara teriakan dari Nesya.
Doni turun dari mobilnya dan mencari sumber suara.
''Nesya, ucap Doni melihat Nesya menangis dan sudah di kelilingi preman.
''Mas, tolongin Nesya, Nesya takut,. tangisan Nesya membuat Doni langsung bertindak.
Tanpa aba aba Doni langsung menendang salah satu preman yang berada di depannya.
''Siapa kalian, apa kalian mau saya lapor polisi?''Ucap Doni, namun para preman itu tak bergetir malah tertawa keras,
''Tolong lepasin aku, aku nggak mau sama kalian ,dengan tangisannya Nesya berusaha terlepas,
Akhirnya Doni menyalakan alarm mobilnya seperti mobil polisi yang membuat para preman itu kalang kabut.
Nesya langsung berlari ke pelukan Doni, Sedangkan Doni merasa lega,
''Mas, aku takut mereka datang lagi ,Nesya sambil menangis dan memeluk Doni dengan erat.
''Kamu nggak usah takut, sekarang kamu ambil baju kamu, dan kamu akan tinggal di rumahku,
''Tapi mas, aku nggak mau di bilang kumpul kebo, kita kan belum menikah,
''Nes, siapa yang bilang, di rumah ada bibi, mana mungkin kita kumpul kebo, aku nggak sejahat itu menjajah wanita yang bukan muhrim, meskipun aku tak sebaik yang kamu inginkan tapi aku tak seburuk itu.
''Tapi apa mas nggak merasa repot
Doni menggeleng.
''Dan mulai besok kamu nggak usah kerja di restoran, cukup memasak di rumah untukku ,aku akan segera menikahi mu.
Akhirnya Doni mengantar Nesya ke kosan untuk mengambil semua bajunya dan pamit kepada Ibu kos.
''Bu, maaf ,mulai malam ini aku akan membawa Nesya tinggal di rumahku, karena sebentar lagi kami akan menikah, biar kami lebih mudah mempersiapkan semuanya, alasan Doni yang langsung di terima positif oleh pemilik kos.
''Iya,saya percaya, selamat ya Nes, selama ini kan Nesya anak yang baik, nggak mungkin kalian berbohong, tapi kalau kamu mau main ke sini ,main aja, Nes, Ibu akan merasa senang,
''Terima kasih ya Bu, selama Nesya ngekos di sini Ibu sangat baik Sama Nesya .
Setelah panjang lebar percakapan Nesya dan Ibu kos, kini mobil Doni melaju menuju rumahnya.
__ADS_1