KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 111. Bulan madu?


__ADS_3

Tak terasa pernikahan Sahila dan Refan sudah menginjak satu tahun, tanpa mereka sadari perjalanan itu menumbuhkan benih benih cinta yang begitu besar dari keduanya, Refan merasa menjadi orang yang paling beruntung mendapatkan istri yang sabar dan penurut. Begitu juga dengan Sahila, meskipun awal pertemuan yang tidak baik, tapi dari situlah Sahila mulai belajar mengenal dunia yang membawanya sampai sekarang.


Sahila tak pernah menyesal atas perlakuan Refan yang pernah menyakitinya berkali kali, karena sekarang Sahila sudah mendapatkan hasilnya.


''Sayang, mas minta maaf, karena mas nggak tahu hari ulang tahunmu,'' ucap Refan. Merasa bersalah karena tak pernah terselip di otaknya akan merayakan ulang tahun Sahila, karena saking sibuknya, Refan tak pernah ingat ulang tahun siapapun, termasuk dirinya.


''Nggak apa apa, lagian aku juga nggak pernah merayakannya, dan aku juga tidak perlu pesta, dengan kamu mencintaiku saja setiap hari aku sudah sangat bahagia, jadi untuk apa pesta, yang penting cinta mas nggak akan luntur untukku.''


''Kalau gitu, sekarang kamu siap siap, dan kamu dandan yang cantik,'' ucap Refan menggiring Sahila ke arah lemari.


Sahila membuka lemari dengan pelan, dan betapa terkejutnya melihat baju yang sangat mewah, baju yang tak pernah Sahila lihat dan pakai, wanita itu mengambil dan membolak balikkan bajunya, heran.


''Mas...'' panggilnya, dan berbalik melihat Refan dengan wajah tersenyum.


''Ini untuk mu, dan aku ingin kamu malam ini memakainya,'' ucap Refan. Pria itu memegang kedua lengan sahila.


Sahila tak bisa berkata apa apa, hanya ada rasa haru yang menyelimuti hatinya, wajahnya terbata, buliran air mata itu kembali jatuh membasahi pipi mulusnya.


''Sayang, apa kamu nggak bisa tersenyum, kenapa kamu selalu saja menangis, apa kamu nggak suka?'' tanya Refan kembali, sambil menyeka air mata Sahila.


Sahila mengembalikan bajunya dan memeluk Refan dengan pelukan yang begitu hangat.


''Sebenarnya aku nggak tahu, apa aku harus bahagia atau aku harus bersedih, kamu selalu saja membahagiakanku, tapi aku belum bisa membuatmu bahagia, aku malu, sepertinya aku memang tidak sebanding denganmu,'' ucap Sahila yang berada di pelukan Refan.


''Apa maksud mu, semenjak kau hadir dan mengisi ruang hatiku, di saat itulah aku menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini, dan jangan menangis, kamu istriku, dan kamu tidak boleh bilang kalau kamu tak sebanding denganku, bahkan di sini aku lah yang banyak belajar darimu, kamu terlalu sempurna untukku, sudah, malam ini kamu siap siap, dan dandan yang cantik, kita akan bulan madu,'' Ucap Refan menggoda.


Seketika Sahila langsung saja mencubit perut Refan yang membuat sang empu meringis.


Tapi Sahila sedikit bingung, kenapa Refan menyuruhnya memakai baju yang sangat mewah, kalau untuk acara makan malam atau jalan jalan, masih banyak baju Sahila yang bagus dan belum pernah terpakai.


Tanpa bertanya Sahila menuruti apa saja yang di katakan Refan.

__ADS_1


''Aku mau semuanya perfect, aku tidak mau ada kekurangan sedikit pun,'' ucapan Refan yang terakhir, pada orang di balik Telepon.


Mas Refan bicara dengan siapa, kenapa kelihatannya serius sekali, nggak mungkin dengan tuan Mike, karena mereka kan baru saja bertemu, batin Sahila menerka.


Sahila berjalan menghampiri Refan yang kini berada di balkon kamarnya, Sahila memeluknya dari belakang.


''Sayang, kok kamu belum siap siap, ayo masuk! dan sekarang kamu mandi, kita akan keluar malam ini. Kita kan mau bulan madu," ucap Refan menggandeng Sahila menuju kamar mandi.


Dengan terpaksa Sahila masuk dan mandi.


Tak berselang lama, Ada yang mengetuk pintu, Refan membukanya dan ternyata MUA yang di suruhnya datang.


''Masuk! tunggu dulu istriku sedang mandi. Aku mau kamu meriasnya dengan sempurna."ucapnya datar.


''Baik, Tuan." jawab MUA kembali.


Setelah keluar dari kamar mandi, Sahila terkejut melihat wanita yang duduk di sofa kamarnya, sedangkan Refan tidak ada, Sahila menghampirinya dan bertanya.


''Maaf Nona, saya datang atas permintaan tuan Refan untuk merias Nona, jadi silakan Nona duduk!'' ucapnya sambil berjalan menuju meja rias.


Sahila hanya menurut, meskipun batinnya sudah berjalan menyusuri angan angannya yang kosong.


Sebenarnya apa yang di rencanakan mas Refan, kenapa dia meriasku segala, apa ucapannya mau bulan madu itu beneran, tapi kan kita menikah sudah setahun, dan mana mungkin ini bulan madu, bahkan kita melakukan itu sudah tak terhitung, batin Sahila menerka.


Sahila diam dan melihat wajahnya dari pantulan cermin, sambil melihat MUA, yang meriasnya dengan telaten, sedangkan Refan belum juga muncul membuat Sahila semakin bertanya tanya.


''Mbak, apa tadi mas Refan nggak bilang mau kemana?" ucap Sahila.


Bosan dengan riasannya yang sudah berjalan beberapa menit, namun belum selesai juga.


''Nona, saya di sini cuma bertugas merias Nona, jadi saya nggak tahu kemana tuan Refan pergi, lagi pula mana mungkin tuan Refan mau bicara denganku kalau bukan hal yang penting." ucapnya.

__ADS_1


''Hmmm... maafkan suamiku, meskipun terlihat sombong, tapi sebenarnya mas Refan sangat baik kok, dan mbak nggak perlu takut .'' ucap Sahila kembali.


MUA hanya mengangguk.


Tanpa di sadari, Refan mendengar percakapan mereka, karena dari tadi Refan hanya berdiri di balik pintu, karena Refan tak sabar ingin melihat sang istri, akhirnya Refan pun membuka pintu dan masuk.


''Mas, kamu dari mana saja?'' tanya Sahila, namun yang di tanya nggak menjawab, malah melihat wajah yang bertanya tak berkedip.


Refan berjalan pelan, dengan pandangan masih sama memandang wajah Sahila dari pantulan cermin.


''Kenapa mas, apa aku terlihat aneh?'' ucap Sahila, dan Refan hanya menjawabnya dengan gelengan kepalanya.


''Maaf tuan, sekarang sudah selesai, saya permisi dulu," ucap MUA sambil menunduk.


Refan hanya mengangguk, Sedangkan Sahila semakin heran dengan Refan yang terus saja melihatnya.


*Kenapa mas Refan aneh seperti itu, apa mukaku ini lucu, batinnya.


Sahila berdiri dan membalikkan badannya menghadap sang suami.


''Mas, kamu nggak apa apa kan?'' tanya Sahila sambil mengalungkan tangannya ke leher Refan.


Refan menggeleng.


''Terus kenapa kamu melihatku seperti itu? apa riasan wajahku ini lucu, kalau memang begitu, aku akan menghapusnya."


''Jangan!'' ucap Refan seketika, sambil menahan tangan Sahila yang hendak mengelap bedaknya dengan tisu.


''Sekarang kamu ganti baju dan kita akan pergi segera!'' ucap Refan serius, dan membuka lemari mencari baju yang akan di pakainya, begitu juga dengan Sahila.


Setelah memakai bajunya, Refan dan Sahila turun dan ternyata di bawah sudah ada Mike dan Ririn, Ibu, serta pak Cakra yang menunggunya.

__ADS_1


Sahila merasa lebih bingung, kenapa mereka berkumpul, sebenarnya ada acara apa? itulah batinnya menerka.


__ADS_2