KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 179.Pamer


__ADS_3

Sebuah gedung yang tersulap menjadi taman bunga dan berbagai lampu warna warni menambahi indahnya ruangan itu membuat semua mata yang memandang pun takjub,


Terlebih wanita kampung seperti Sahila, matanya tak berhenti memutar melihat kiri kanan yang di penuhi dengan bunga,


Meskipun sudah beberapa kali datang ke pernikahan, ini yang paling mewah menurutnya,.


Dari jauh terlihat pengantin pria dan wanita hanya tersenyum bahagia .


Refan pun hanya memandang wajah kagum istrinya dari samping tak mau berkomentar apa apa, takut Sahila tersinggung.


Istilah katroknya terlihat lagi,


''Sayang kita duduk, nanti kamu capek, ajak Refan menggandeng tangan Sahila.


Setelah mendapat tempat duduk, Refan menyuruh pelayan untuk mengambil minum untuk sang istri.


''Zaky ,tiba tiba Sahila mengucapkan dengan lantang pada seorang laki laki yang baru saja lewat di depannya namun sedikit jauh, jadi pria itu pun tak mendengarnya .


ucap Sahila reflek, tak tau itu benar benar Zaky atau bukan pasalnya postur tubuhnya itu sangat mirip dengan mantan pacarnya itu, meskipun dari belakang sahila masih saja ingat .


''Mas, itu Zaky, sambil menunjuk ke arah pria yang membawa nampan.


''Zaky siapa, mas nggak kenal,Refan sedikit cuek karena melihat Sahila sangat antusias menunjukkannya.


''Tapi aku mengenalnya ,dia itu satu kampung denganku, dan dulu.... Sahila menghentikan ucapannya memanyunkan bibirnya,melihat sang suami yang tak mau memperhatikannya, malah asyik dengan ponselnya.


''Dulu apa, kenapa nggak di teruskan, Kini Refan memasukkan ponselnya dan mencondongkan kepalanya di depan Sahila.


''Tapi jangan marah ya, itu kan cuma masa remaja, dia itu dulu pacarku waktu masih SMA, bisa di bilang cinta monyet, Sahila menjelaskan.


Namun wajah Refan saat ini memang sangat bersahabat sehingga tak marah atau cemburu pada Sahila .


''Panggil saja, kalau kamu pingin ngomong dengannya, apa perlu mas panggilin, tawaran yang menarik ,namun sedikit aneh dengan sikap Refan yang tak seperti biasa selalu cemburu dengan pria yang di sebut Sahila.


''Mas... mas... panggilnya pada salah satu pelayan yang lewat.


''Panggilkan temanmu yang bernama Zaky, perintah Refan.


Pelayan itu pun langsung berlalu meninggalkan Refan dan Sahila.

__ADS_1


Tak berselang lama, pemuda yang lumayan tampan itu datang,.


''Permisi pak ,apa anda memanggil saya, masih fokus pada wajah Refan.


''Bukan, istri ku yang memanggil,Refan semakin mendekatkan kursinya di samping Sahila dan merangkul pundaknya,melirik ke arah mantannya sang istri.


''Sahila, ucap Zaky lantang, namun Sahila tak seantusias tadi, hanya mengangguk.


''Maaf kalau aku mengganggumu, tadi aku cuma penasaran saja melihat kamu dari jauh, Sahila berbicara dengan pelan, sesekali melihat ke arah suaminya yang mendekatkan wajahnya ke arah lehernya.


Sedangkan Zaky yang berdiri pun merasa tidak enak karena berada di tengah tengah kemesraan Refan dan Sahila.


''Kamu sudah lama kerja di kota,?'' tanya Sahila.


''Lama Sa, tapi aku sering pulang kampung, kamu sendiri kenapa nggak ngundang nikahnya,?'' Ucapan Zaky kali ini membuat Sahila kikuk untuk menjawab, pasalnya pernikahannya memang diam diam tidak dengan acara yang mewah.


Aku jawab apa ya, Membatin.


''Maaf Zak ,pernikahanku di adakan di kota, jadi aku tidak bisa mengundangmu, lagi pula,...Kamu kan mantan pacarnya, ngapain minta di undang, takutnya nanti sakit hati. tiba tiba saja suara Refan yang meneruskan kata kata Sahila.


''Maaf pak, bukan maksud saya mengganggu ,kalau sudah tidak ada yang di omongin saya permisi ya, Sahila mengangguk. ''Aku yang ganggu kamu Zak ,maaf ya,


''Mas, ngapain sih bilang seperti itu, kan nggak enak, Sahila sambil melihat Refan.


''Tapi semua itu kan benar sayang ,dia mantan kamu, apa mas salah bilang seperti itu, Refan tak mau kalah.


''Oke mas nggak salah, aku yang salah, karena sudah memanggilnya ke sini, jadi aku minta maaf, Akhirnya sahila mengalah dari pada ruwet kalau suaminya itu sudah merajuk.


''Kamu marah, tiba tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut Refan setelah mendengarkan Sahila yang berkata dengan nada keras.


Sahila menggeleng,.


''Aku tidak akan bisa marah sama kamu, jadi jangan di bahas masalah yang tadi oke,


Bukan mendapat jawaban tapi mendapat sebuah ciuman lembut dari Refan.


''Nona, panggil Nia dari arah samping, Dengan sekejap membuat wajah Sahila berubah,


''Nia, kapan kamu kesini, kenapa nggak main ke rumah dulu,tanya Sahila.

__ADS_1


''Di kelonin tu sama calon suaminya, jadi dia nggak bisa kerumah,.


Sahila melihat Refan dan menepuk lengannya dengan cepat.


''Sayang kenapa mas di pukul, mas serius, apa kamu nggak percaya?'', Refan mencoba membuat Sahila percaya.


Sedangkan Nia hanya merengut sambil melihat ke arah Mike yang masih berdiri disampingnya sambil melihat ponselnya.


Karena Nia tau pasti itu ulah Mike yang iseng dengan membuatnya malu.


''Mana buktinya?'', Sahila penasaran dengan apa yang di katakan Refan.


Dengan cepat Refan mengeluarkan ponselnya dan menggesernya beberapa kali, Setelah menemukan gambar yang di tuju, Refan menyodorkan benda pipih itu ke arah Sahila,.


''Lihat dengan jelas sayang ,wajah siapa kedua insan yang sedang meluk dan yang di peluk ini.


Sahila melihat dengan lekat gambar dari ponselnya dan melihat Nia yang hanya bisa geleng geleng kepala ,sedangkan raut wajahnya terlihat takut.


Sahila tau melihat dari gambarnya, Mike memang memanfaatkan momen yang jarang sekali terjadi, bahkan mungkin tidak akan terjadi lagi sebelum mereka menikah. memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


Setelah melihat raut wajah Nia ,kini Sahila beralih melihat wajah Mike yang masih tenang dan merasa tak bersalah.


Kena kau, siapa suruh pamer padaku, belum halal main pamer pamer saja, tau rasa kalau si perempuan berbisa ini marah padamu. batin Refan menyeringai.


''Tuan Mike, panggil Sahila, Melihat wajah Sahila, Mike menundukkan kepalanya.


''Maaf Nona ,itu cuma pas aku foto saja kok, aku benar benar nggak apa apain Nia, tanya saja sama orangnya.


Nia bingung, pasalnya Nia tak ingat apa apa perjalanan jauh membuatnya lupa akan daratan seingat Nia membaringkan badannya di ranjang Mike dan setelah itu klesek tak tau apa apa.


''Apa mas beneran nggak apa apain aku, Nia semakin ketakutan setelah melihat gambar yang ada di ponsel Refan.


Ternyata gambar itu Mike memeluknya dengan erat dari belakang,tanpa meggunakan baju, namun Nia tetap berselimut.


Dan Mike memang sengaja mengirim ke no Refan berniat pamer.


''Tidak sayang, kamu percaya kan sama mas, mas tidak mungkin melakukan hal yang senonoh ,lagi pula untuk apa mas lakukan sekarang, lebih baik mas melakukannya nanti saat kamu sudah ikhlas menyerahkan semuanya pada Mas, ucap Mike dengan menangkupkan kedua tangannya.takut Nia berfikir macam macam tentangnya.


Sahila melihat kembali wajah Mike yang terlihat jujur saat mengucapkan kata katanya ,dan menurutnya itu sudah cukup membuktikan bahwa Mike cuma iseng pamer pada Refan saja.

__ADS_1


Ah, Bos nggak asyik masa kayak gitu aja di bilangin sama Nona, aku kan cuma iseng saja, biar tidak kepedean kalau bukan cuma dirinya saja yang mesra, tapi aku juga bisa mesra, batin Mike jengkel.


__ADS_2