KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 181.Suntik


__ADS_3

Pagi sekali Refan sudah bangun terlebih dahulu, melihat kaki Sahila yang sudah terlihat seperti semula membuatnya lega, dan tak perlu lagi ada yang di khawatirkan.


Sejenak menyenderkan punggungnya di senderan ranjang membuatnya membelalakkan matanya dengan ponselnya yang berbunyi.


''Siapa lagi sih pagi begini sudah gangguin orang ?''gerutunya sambil meraih ponsel yang ada di nakas.


''Zero, ucapnya sambil mengernyit,dan melihat kembali dan memang benar adalah nama Zero yang tertera,


''Kenapa dia menghubungiku sepagi ini, apa ada yang penting?!''Karena sedikit penasaran dengan pengantin baru itu, Refan langsung mengangkatnya.


Halo kak,ini aku Zero, Ririn ingin pulang ke rumah, dia merasa kurang enak badan, dan Ririn maunya kakak yang jemput, ucap Zero membuat Refan sedikit bingung dan berpikir sejenak.


''Maksud kamu apa, Kenapa dia bisa kurang enak badan, bukankah kemarin dia baik baik saja kamu apakan dia?'', jawab Refan dengan serius, pasalnya kemarin saat resepsi pernikahan, Ririn terlihat ceria dan tidak apa apa, bahkan Ririn terlihat sangat bahagia, tapi kenapa bisa sakit,itulah yang ada di dalam fikiran Refan.


Suntik. jawab Zero pada Ririn yang menanyakan dengan cara apa vitamin itu di gunakan?''


Karena mereka beda jalur,jadi sedikit beda pengetahuan.


Namun disini Refan salah mengartikan, Refan mengira kalau Zero menjawabnya.


''Apa, suntik, kenapa kamu menyuntiknya,kamu apa apaan, kalau terjadi apa apa dengan adikku gi mana, kamu harus bertanggung jawab, ucapan Refan kali ini benar benar dengan nada marah.


Belum juga menjawab karena kesalahan itu Refan sudah kembali bertanya.


''Terus Om dan rante kemana? tanya Refan sekali lagi.


Mama dan papa sudah pulang tadi malam ,karena mendapat telepon ,katanya ada masalah di kantor, ucapan Zero kali ini sedikit pelan.


Sebenarnya Zero sambil mengelus pucuk kepala Ririn yang merengek, jadi tidak terlalu fokus dengan pembicaraanya, bahkan untuk menjelaskan yang tadi saja belum sempat.


''Ya sudah, kalian tunggu, kakak akan pergi ke sana, Refan langsung saja menutup teleponnya.


Karena suara kerasnya ,Sahila sampai terbangun dan melihat Refan yang terlihat berfikir.


''Kenapa mas, kok tadi aku dengar mas bicara dengan seseorang?''.tanya nya sambil mengucek matanya.


''Zero, masa iya dia suntik Ririn sampai sakit, ucapnya tanpa jeda.

__ADS_1


Akhirnya Sahila ikut mengernyitkan dahinya mendengar Refan mengucapkannya dengan nada yang serius,.


''Suntik ,maksudnya apa, kok bisa, Kini otak lemot Sahila malah makin lemot gara gara kata suntik.


Akhirnya Refan langsung saja memanggil Mike lewat ponsel untuk datang ke rumah,.


''Sayang, mas jemput Ririn dulu ya, kamu di rumah saja ,mas khawatir dengan Ririn, Refan terlihat resah namun tak lupa morning kiss nya untuk Sahila,.


Sahila mengangguk,.


Setelah menunggu beberapa menit ,Mike pun membunyikan klakson di depan Rumah dan dengan cepat Refan pun keluar dari rumah.


''Kenapa bos, pagi pagi gangguin saja. ucap Mike sedikit cemberut karena saat Refan menelpon Mike belum bangun.


''Ririn sakit gara gara Zero menyuntiknya, Ucap dengan gesa gesa,yang membuat Mike terkejut setengah mati.


''Hah... maksud bos apa, ya pantas lah Ririn sakit gara gara di suntik Zero, orang suntiknya sebesar buah pisang, jawab Mike dengan lantang,.namun dalam hatinya malah cekikikan mendengar ucapannya sendiri.


Beda dengan Mike yang tau maksud omongannya sendiri, bosnya yang sangat pintar di dunia bisnis itu sama sekali tak tau apa yang di maksud Mike.


''Aku serius Mike, jangan bercanda,Refan menghadap ke arah Mike.


Dengan cepat Mike mengerem mobilnya mendadak membuat Refan terjedak.


''Ampun deh Mike ,kamu kenapa sih, apa kamu mau membuatku mati, kamu ingin menjadikan Sahila janda dan anakku yatim, kali Ini ucapan Refan sudah tak bisa di rem.


''Dengerin aku dulu, Mike berusaha menenangkan kepanikan Refan.


'Bos, Ririn dan Zero itu malam pertama, ya pastilah kalau Ririn di suntik sama pisangnya Zero, jadi aku tidak bercanda, bos sendiri kan sudah pernah malam pertama, masa iya nggak tau apa yang di maksud Mike sih, Jelas Mike.


Refan membelalakkan matanya, bingung sebenarnya ucapan siapa yang benar,


''Tapi Zero bilang Ririn sakit, dan pagi ini mau aku menjemputnya, Refan menjelaskan apa yang di katakan Zero ,


''Ya udah kalau gitu, kita jalan apa balik nih, tanya Mike pun ikut bingung.


''Jalan !''perintah Refan.

__ADS_1


Akhirnya dalam perjalanan ke hotel keduanya saling diam ,saling memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Ririn dan Zero ,karena menurut Refan nggak mungkin Zero itu bercanda dengannya mengingat Zero selalu serius. sedangkan menurut Mike bosnya itu sangat bodoh tak bisa mengartikan ucapan Zero tentang suntik.


Sesampainya, Refan membuka pintu mobil dan langsung masuk hotel ,sedangkan Mike pun mengikuti dari belakang.


Pihak hotel yang sudah mengetahui pemilik datang pun langsung mempersilahlan masuk.


''Ririn dan Zero menginap di kamar nomor berapa?'' tanya nya pada staf, setelah mengetahuinya Refan langsung berjalan menuju kamar yang di tunjukkan.


Tok... tok ...tok... Refan mengetuk pintu.


Tak lama Zero pun membuka pintu lebar lebar.


Dalam sorot mata Refan melihat Ririn yang masih berbaring memakai selimut tebal.


Kini pandnagannya beralih ke Zero yang terlihat sangat santai.


''Kenapa kak, Zero pun penasaran dengan pandangan tajam Refan.


''Kamu apain adik kakak, kenapa kamu menyuntiknya, sampai dia seperti itu ,Zero malah mengernyit mendengar pertanyaan Refan kali ini,.


''Maksud kakak apa, Aku nggak ngerti, lagi pula siapa yang menyuntik Ririn, dia sekarang cuma tidur ,gara gara semalam dia nggak bisa tidur karena masuk angin, tadi sempat bangun sebentar minta di panggilin kakak karena dia maunya pulang ke rumah, e setelah aku tinggal ke kamar mandi dia tidur lagi.


''Jadi kamu belum menyuntiknya pakai pisangmu?'' tiba tiba suara Mike dari belakang Refan membuat Zero mengerutkan alisnya dan tertawa.


''Ya belum lah Mike ,gila apa istri lagi sakit di paksa, aku juga nggak seceroboh itu mengorbankan istriku demi nafsu belaka, ucapan Zero membuat Refan menepuk bahunya dan berkata.


''Kamu memang benar benar laki laki yang sangat tepat untuk Ririn, ucapnya dan langsung masuk menghampiri Ririn.


''Apa kamu mau berkonsultasi denganku masalah suntik menyuntik?'' bisik Mike pada Zero.


Zero yang sudah tau apa yang di maksud Mike pun langsung balik berbisik.


''Memangnya kamu pernah menyuntik yang seperti itu, kamu kan juga belum menikah dari mana kamu tau, kali ini Zero mengejek.


Mike hanya menggeleng saja.


''Makanya jangan sok tau, mungkin nanti kamu yang akan minta aku ajari, ujar kembali Zero yang membuat Mike mati gaya dan diam seribu bahasa,.

__ADS_1


Ingin sekali menggoda Zero malah dirinya yang kena karena statusnya yang belum menikah dan itu sangat mempengaruhi .


Bisa mesum juga dia batin Mike setelah mendengar kata dari Zero.


__ADS_2