KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 63.Masakan


__ADS_3

Pelukan hangat menyambut tamu yang di tunggu tunggu, persahabatan yang singkat, namun membawa dalam kedamaian, Sahila merasa hidupnya berwarna setelah berpisah dengan Nesya, dan bertemu dengan gadis itu, perubahan dalam hidupnya pun berkat sang sahabat siapa lagi kalau bukan Sindi.


''Aku kangen banget sama kamu, kenapa kalian bisa bareng gini,apa kalian janjian? ''ucap Sahila sedikit heran,


Sindi hanya diam, karena menginginkan Iwan yang menjawab.


''Bukan janjian ,aku yang menjemputnya, awalnya bukan ke sini tujuan kami, tapi setelah Sindi mendapat telepon darimu, dia langsung mengajakku ke sini,


''Wah...wah.....wah.. kayaknya ada yang mau melepas masa jomblo nih, ucap dari belakang. siapa lagi kalau bukan Refan.


''Sialan, terus saja ngeledek, aku sudah capek berdiri, apa kalian tidak menyuruh tamu yang terhormat ini masuk !''ucap Iwan dengan kesal,


Akhirnya Refan menghampiri Iwan dan merangkulnya, mereka semua masuk dan menemui pak Cakra.


''Kalian lanjutkan ngobrolnya Om mau keluar, ucap pak Cakra dan langsung meninggalkan mereka.


Sahila dan Sindi saling berbincang dan sesekali tertawa renyah.


''Lihatlah ,perempuan kalau sudah ngumpul entah apa yang mereka omongin sampai tertawa begitu, ucap Iwan yang sedang duduk santai bersama Refan .


''Biarin saja ,itu urusan mereka, By the Way Doni gi mana kabarnya, tanya Refan.


''Begitulah,semenjak istrinya hamil aku jarang ketemu, dan sekarang aku juga jarang ke restorannya ,papa selalu saja menyuruh ku ini itu, apa lagi mama yang terus memaksaku menikah, terkadang aku juga pusing ,apa sih yang ada di pikiran para wanita itu,


''Memang mereka itu susah di tebak, aku saja terkadang juga bingung, aku kira setiap wanita itu hanya bisa di rayu dengan uang, tapi kenyataannya tidak, malah hal hal aneh yang di minta,


''Apa kamu sekarang sedang ngomongin Sahila. Bisik Iwan.


Refan mengangguk dengan cepat.


''Wan, sekarang giliran aku nanya, kelihatannya kamu juga cocok dengan Sindi, kalian juga kelihatannya dekat, ucap Refan memastikan jawaban dari Iwan.


Iwan menghela nafas, ''Sebenarnya itu juga bukan pilihanku, tapi mama, Tapi aku nggak mau seperti kamu ,aku nggak mau menuruti egoku sendiri, Mama sangat menyukainya, sedangkan aku hanya menjalaninya saja, lagian Sindi juga baik, dan sebisa mungkin aku nggak akan mengecewakannya. Iwan.


Perbincangan mereka di akhiri karena hari sudah mulai gelap, Iwan dan Sindi pamit untuk pulang,


Tapi senyuman itu masih saja menghiasi bibir Sahila,

__ADS_1


''Cup, sebuah kecupan langsung mendarat di pipi Sahila, membuat sang empu memerah, karena posisinya masih berada di ruang keluarga ,meskipun tak ada orang lain, tapi Bibi yang membersihkan meja makan pasti melihatnya.


Sahila mencubit lengan kekar Refan sampai meringis kesakitan.


''Lain kali ingat tempat, kalau mau mencium di kamar saja, mas nggak lihat ada Bibi, ucapnya pelan sambil mengarah melihat Bibi.


''Ya sudah kalau gitu kita lanjutkan ke kamar saja tadi yang tertunda gara gara Iwan dan Sindi.


Refan langsung menarik tangan Sahila menuju kamarnya.


''Mas, kenapa baju ini ada lagi di sini,bukankah ini sudah aku tinggal, ucap Sahila Bingung melihat Lingerie yang semakin banyak, padahal seingatnya baju itu sudah di tinggal saat dirinya mengepak pakaian,.


Namun Refan hanya tersenyum kecil, karena dirinya lah yang memasukkan saat Sahila tidur, bahkan sang body guart pun di suruh untuk membelinya lagi.


''Masa sih, jangan jangan kamu lupa, udah kalau suka pakai saja ,nggak usah malu, lagian itu kan bagus, dan cocok untuk kamu ucapnya pura pura bodoh.


Sahila diam dan mengernyikan dahinya,


Apa beneran aku yang lupa, perasaan beneran sudah aku tinggal, tapi kenapa ada di sini, terus piyama rumahanku juga kenapa tinggal ini saja. batinnya sambil melihat baju piyamanya yang tinggal sedikit.


''Sayang kok lama banget sih ganti bajunya, apa mau aku yang gantikan, ucap Refan menggoda.


Sahila menggeleng dan terpaksa memakai baju tidur yang transparan itu lagi .


Akhirnya malam panjang pun terjadi lagi dan lagi, keinginan Refan tak dapat di tolak Sahila, kerena dirinya yang begitu mencintai Refan, meskipun Refan belum tau perasaan apa yang menyelimutinya kini, namun saat di dekat sahila dirinya begitu merasa tergoda, Refan merasakan perbedaan yang begitu terasa saat berada di dekat Sahila.


Keesokan harinya seperti biasa Sahila bangun terlebih dahulu dan langsung membersihkan diri, melihat Refan yang masih terlelap,


Sahila turun membantu bibi untuk membuat sarapan,


''Non sudah bangun, tanya Bibi yang sudah berada di dapur.


Sahila hanya mengangguk.


''Bi, aku mau buat sarapan untuk mas Refan, hari ini mas Refan mulai ke kantor, ucapnya sambil memilih bahan yang akan di masaknya.


''Non memang istri yang tepat untuk Den Refan, Bibi akan selalu mendoakan kalian semoga selalu bahagia,

__ADS_1


''Amiiin... terima kasih ya Bi, semoga doa bibi terkabul,


Selang beberapa waktu makanan sudah tertata rapi,Refan pun sudah rapi dengan baju kantornya.


Sahila menyuguhkan senyum manisnya di depan Refan.


Inilah yang ku inginkan dari pernikahan, dan ternyata itu semua aku dapatkan dari dirimu,


batinnya dan membalas senyuman Sahila dengan sebuah kecupan.


''Mas sudah siap, Sebentar, aku panggil papa dulu, ucapnya sambil berlalu meninggalkan Refan di meja makan .


Tak berselang lama, Mike datang untuk menjemput Refan, dan seperti biasa Mike pun ikut bergabung.


''Kok perasaan masakannya nggak seperti biasa, ucap Refan memecahkan keheningan,


''Maksud kamu apa mas , apa makanannya nggak enak? ''Sahila ikut penasaran.


Refan menggeleng,


''Ini enak,dan aku sangat suka, jawab Refan.


Sahila menghela nafas panjang, takut akan kata kata Refan,


''Aku pikir masakanku nggak enak, sampai aku takut banget mas mau ngomong sesuatu,


''Jadi semua ini masakan kamu, dan aku baru tau, kalau kamu bisa masak.Refan memastikan.


''Sudah, nggak usah mengejekku, apa mas pikir aku cuma bisa makan saja, ucapan Sahila membuat semua tertawa,


''Kalian ini bisa saja, sudah papa berangkat dulu, pak Cakra sambil beranjak.


Tak lama setelah kepergian pak Cakra, Refan dan Mike pun ikut berlalu meninggalkan rumah,


Dalam perjalanan....


''Mike, kemarin Kania menelponku ,aku nggak tau apa tujuannya, dan aku tidak mengatakan tentang pernikahanku, aku harap kamu juga membantuku, jangan sampai Kania tau kalau Sahila istriku, aku nggak mau kalau sampai Kania menyakitinya, kamu tau sendiri kan, Sahila itu terlalu polos untuk menghadapi Kania wanita licik itu, ucap Refan.

__ADS_1


''Bos tenang saja, aku tidak akan membiarkan Kania menyentuh nona sedikit pun, apalagi tujuannya kalau bukan karena uang, karena dalam hidup Kania nggak akan ada cinta, yang ada hanya uang dan uang, dan bos jangan sampai kena tipu dia lagi, aku nggak mau kejadian dulu terulang lagi, ucap Mike,.


Refan hanya berdecak mendengar penuturan Mike,


__ADS_2