KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 26.Karma?


__ADS_3

''Kamu ngapain pingin ketemuan, ada masalah apa?'' tanya Iwan yang saat ini berada di restoran Doni.


''Kamu selama ini curiga nggak sih sama hubungan Sahila dan Om Cakra maupun Refan?'' Tanya Doni bailk yang membuat Iwan mengerutkan dahinya.


''Maksud kamu apa? ''bukankah Refan dan Sahila sepupuan? ''


''Aku bilangin ya, nggak mungkin mereka itu sepupuan, Nesya pernah lihat Refan marah marah di jalanan, dan Refan itu menghina Sahila gadis kampung yang ngikutin dia demi harta, dan kamu ingat nggak waktu Refan cetita tentang perjodohannya dengan gadis kampung yang penampilannya kampungan dan nggak modis, dan cerita dia saat maki maki orang yang sudah nabrak dia, apa mungkin orang yang di maksud Refan itu Sahila, dan kamu juga ingat kan ,Sahila saat datang ke restoran dengan penampilannya yang memang sedikit kampungan.


Iwan masih saja diam meraba raba peekataan Doni.


''Apa menurutmu semua itu kebetulan?''Doni memajukan kepalanya.


''Sialan,jadi maksud kamu kemungkinan besar calon suami Sahila yang ninggalin dia adalah Refan ?tanya Iwan yang di angguki Doni.


''Tapi kita jangan mengambil kesimpulan dulu, di satu sisi Refan adalah sahabat kita ,dan di sisi lain, sekarang Sahila juga menjadi sahabat kita. pinta Doni yang melihat wajah Iwan sedikit tegang.


Apa mungkin semua yang di katakan Doni benar, apa memang cuma kebetulan saja, batin Iwan masih belum menerima kalau memang semua itu benar.


''Ya udah, kalau gitu aku balik dulu,dengan muka yang sedikit lesu setelah mendengar pernyataan Doni.


''Hati hati Bro, mudah mudahan semuanya cepat terungkap. ucap Doni sambil menepuk pundak Iwan.


Iwan pun langsung berlalu meninggalkan Doni.


Di dalam mobil Iwan masih saja terngiang ngiang dengan apa yang Doni ucapkan,


Iwan tersenyum miris mengingat janjinya untuk membuat babak belur orang yang sudah meminggalkan Sahila, apa lagi Iwan mendengar bahwa Refan pernah memakinya di depan umum membuat hati Iwan semakin bingung, di satu sisi memang Refan adalah sahabat baiknya ,dan di sisi lain Iwan sekarang sedang jatuh hati pada Sahila meskipun kemungkinan besar tidak di terima Sahila.


''Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus menepati janjiku, Kenapa semuanya jadi runyam begini, aku nggak yangka Refan melakukan semua itu, dan kenapa harus Sahila wanita itu, permainan apa ini?''gumam Iwan yang masih melajukan mobilnya.


-------------------------------


Sepulang dari mall Sahila meletakkan paper bag yang berisi piyama yang di belinya di ruang keluarga,


Sahila mondar mandir menunggu pak Cakra pulang,


Sahila melihat jam dinding, tak lama kemudian,Sahila mendengar mobil pak Cakra,

__ADS_1


Sahila berlari ke depan pintu untuk menyambut sang tuan rumah.


Sahila membuka pintu dan langsung mencium punggung tangan pak Cakra


''Tumben Sa, kamu belum istirahat,


Sahila hanya tersenyum.


''Pa, maaf, aku tadi pakai kartu atm dari papa untuk membeli kado buat Nesya.''


''Ngapain kamu bilang Sa, pakai aja, itu memang untuk kamu ,kalau kurang kamu bilang aja sama papa,


''Terima kaaih ya pa, Sahila nggak tau harus bilang apa, papa begitu baik sama Sahila.


''Sa, kamu nggak tau perjuangan ayah kamu untuk papa, ini belum seberapa, di banding kebaikan ayah kamu untuk papa, Ya udah papa ke kamar dulu, lain kali kamu nggak usah izin pakai aja sepuasnya ,


Sahila mengangguk,


Ayah Sahila dan pak Cakra adalah sahabat baik, bahkan sebelum hidup di kampung Ayah Sahila pernah bekerja pada pak Cakra dan karena kebaikan ayah Sahila itulah yang membuat pak Cakra terus mengikat hubungan kekeluargaan,


---------------------------------


''Kamu dari mana jam segini baru pulang?tanya Refan yang melihat Kania baru memasuki kamarnya.


''Ya kerja lah Fan, kamu fikir aku hanya main main di luaran? ''jawab Kania meninggikan suaranya,


Refan mendekati Kania dan memegang kedua bahunya dari belakang,


''Ka, aku mohon kamu berhentilah bekerja, aku ingin kamu menjadi istriku seutuhnya, dan kita bisa berumah tangga dengan normal? ''pinta Refan.


Kania memejamkan matanya dan menghela nafas panjang,


''Maaf Fan, aku nggak bisa, aku terlalu cinta sama pekerjaan aku ,dan tak semudah itu,lagian aku sudah menerima kontrak kerja selama dua tahun dan baru beberapa bulan aku kerjakan?.''


''Biar semua itu aku yang urus, aku akan membayar denda berapa pun yang mereka minta .


''Maaf Fan, aku tetap nggak bisa, aku akan tetap bekerja dengan atau tanpa persetujuan kamu, ucap Kania sambil menurunkan kedua tangan Refan,

__ADS_1


Kania berlalu dari hadapan Refan menuju kamar mandi, sedangkan Refan masih mematung, ingin hati marah namun itulah yang harus di hadapi menjadi suami seorang Kania Silvana.


Refan menjambak rambutnya untuk meluapkan kemarahannya.


Raut wajah yang begitu emosi kini terlihat jelas dari seorang Refan .


''Kenapa semuanya harus jadi begini, kenapa pernikahan yang aku inginkan tak berjalan mulus seperti apa yang aku bayangkan, gumam Refan lirih,


Tak berselang lama Kania keluar dari kamar mandi, dan Refan pun berusaha mendekati sang istri meskipun hatinya sedang galau, namun Kania menolak ajakan Refan dengan alasan capek.


Bahkan sekarang kamu mulai menghindariku Ka, apa yang sedang kamu sembunyikan, kita menikah karena saling cinta, dan aku berusaha untuk mengalah, namun semuanya tidak pernah kamu tanggapi. batin Refan.


Akhirnya Refan keluar dari kamar dan menuju kamar lain.


Refan mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk sekretarisnya.


✉️


"Mike mulai besok kamu selidiki Kania, di mana pun dia berada dan langsung kumpulkan semua bukti jika dia memang bermain di belakangku.


✉️


"Siap Bos.


Setelah mendapat jawaban, Refan tidur di kamar tanpa Kania di sampingnya.


Refan melihat ponsel dan menarik layar ,dan terlihatlah nama papa,


''Pa, apa ini karma untukku, karena aku sudah berani melawan papa, apa papa akan menertawakanku seandainya aku tidak bisa memepertahankan rumah tanggaku, Pa, Refan butuh bantuan papa, saat ini Refan sedang kacau,tak terasa air mata Refan tumpah membanjiri pipi nya.


''Doni, Iwan seandainya kalian di sini pasti kalianlah orang yang pertama kali mendengarkan celotehku, tapi sayang kita sudah tak sejalan lagi, apa kabar kalian, aku bergharap bisa bertemu kalian,


Refan meringkuk di atas ranjang besarnya, hanya di temani guling yang menjadi saksi bisu curahan hatinya saat ini,


Pernikahan yang di impikannya harus dia buang jauh jauh ,karena pada kenyataannya kini Refan semakin jauh dengan Kania sang istri.


Sedangkan di kamar lain Kania pun cuek setelah tau Refan tidur di kamar lain, karena menurutnya itu tak mungkin bertahan lama dan yang Kania tau ,Refan masih sangat mencintainya .

__ADS_1


__ADS_2