
Setelah mendapatkan sebuah alamat dari papa Cakra ,Refan dengan tak sabarnya mengirim pesan untuk Mike,
Refan menyuruh Mike untuk mengosongkan jadwal kerjanya dalam sehari,
''Mike, kamu antar aku ke alamat ini, ucap Refan sambil menyodorkan selembar kertas,
''Tapi aku belum terlalu hafal jalan bos, aku kan baru di sini, dan itu saja aku nggak pernah jalan jalan, keluh Mike membuat Refan mendecak kesal,
''Kau ini, udah jalan aja ,nanti aku kasih tau,
Mike menjalankan mobilnya dengan arahan dari Refan, karena semenjak di Indonesia Mike memang tak pernah jalan jalan, karena jadwalnya yang selalu padat dan perintah perintah dari bos nya yang tak pernah berhenti, meskipun hari libur, pasti ada saja titah dari Refan,
Setelah beberapa jam Refan mulai heran dengan jalan yang di lewatinya.
''Berhenti....ucap Refan tiba tiba membuat Mike meminggirkan mobilnya dan matikan mesinnya. .
''Kenapa bos, apa kita salah jalan?''
Refan melihat tulisannya dengan seksama ,dan berfikir sejenak.
Refan menggeleng,
''Terus bagaimana ini, kita balik atau lanjut? '', tanya Mike penuh kepastian
''Jalan saja,
Perasaan aku pernah ke sini, tapi ke mana, batin Refan sambil mengingat ingat,
''Bos, apa benar ini adalah alamat nya, tanya Mike saat masuk ke sebuah perkampungan.
Refan hanya mengangguk.
Refan terus menunjukkan jalannya pada Mike, sampai tibalah mereka di sebuah rumah sederhana, yang nggak asing lagi bagi Refan. ''Mike, sepertinya aku pernah ke rumah ini, apa memang kita salah jalan?''
Akhirnya Mike turun dan bertanya pada orang kampung yang sedang lewat ,dan benar itu adalah alamat yang di carinya,
''Betul bos dan itu rumahnya, menunjuk rumah di depannya, rumah yang sederhana namun terlihat asri.
''Nggak mungkin Mike ini pasti salah, nggak mungkin ini alamatnya, ucap Refan dengan nada terkejutnya saat mengingat rumah siapa yang ada di depannya sekarang.
''Maksud bos apa, ?'' Mike ikut bingung.
Apa aku sedang mimpi sekarang, nggak mungkin ini rumah paman, kalau ini memang rumah paman, berarti gadis kecil itu.....
__ADS_1
Argh..... Refan mengerang sambil menjambak rambutnya dengan kedua tangannya, membuat Mike semakin panik.
''Bos kenapa, apa ada yang salah?'' tanya Mike serius.
''Mike pukul aku sekarang?'', ucap Refan sambil memegang kedua tangan Mike dan memukulkan ke pipinya.
''Bos apa apaan ini , jangan seperti ini, jelaskan sebenarnya ada apa, kenapa dengan rumah ini?''
Refan masuk kembali kedalam mobil untuk menenangkan diri.
Refan mengendurkan dasinya yang memang sudah berantakan.. Mengusap wajahnya dengan kasar, dan kini memejamkan matanya,
Mike ikut masuk dan melihat bosnya seperti orang frustasi.
Kenapa dengan bos, kenapa dia sampai seperti ini, bahkan ini lebih kacau dari pada di hianati Kania, batin Mike.
Refan dan Mike hanya saling diam di dalam mobil, tidak ada yang bersuara,
Setelah di kira Mike lama, dia mengeluarkan suara terlebih dulu.
''Jadi gi mana bos, kita balik atau masuk?''
Pertanyaan Mike di abaikan oleh Refan, karena saat ini fikirannya sedang kacau.
Ya Tuhan ,apa yang harus aku lakukan, aku sudah membuat kesalahan begitu besar, aku sudah menyia nyiakan gadis itu, bahkan aku sudah menghinanya dan merendahkannya,
''Bos menangis?'' ucap Mike sambil melihat Refan dari dekat.
Refan mengusap air matanya yang tak setia dengannya hingga keluar begitu saja.
Rasa sesak di dadanya mulai terasa saat teringat semua penghinaan yang di lontarkan untuk gadis itu.
''Mike, bagaimana pun nantinya aku harus turun dan menemui keluarga paman,
Refan beranjak dari kursinya dan membuka pintu mobilnya, Refan berjalan menuju rumah sederhana yang ada di depannya.
Sedangkan Mike hanya mengikuti dari belakang.
Setelah beberapa kali Refan mengetuk pintu, Bu Nur yang mendengar pun membukanya
''Nak Refan, ada apa? ''Tanya Bu Nur dengan terkejutnya melihat Refan dan Mike yang berdiri di depan pintu,.
Refan dan Mike langsung bersalaman dan mencium punggung tangan Bu Nur secara bergantian
__ADS_1
''Ada apa, kalian masuk dulu!'' perintah Bu Nur,.
''Ada apa, sampai Nak Refan kesini, apa pak Cakra masih memaksamu untuk menerima perjodohan mu,
Refan menggeleng .
Sedangkan Mike semakin bingung dengan kata kata Bu nur yang menyebutkan perjodohan, karena Refan pernah bilang padanya tentang perjodohannya dengan cewek kampung.
Mike meresapi satu persatu dan sedikit menerka dengan otaknya.
Apa jangan jangan gadis cantik dan cewek kampung yang di bilang bos itu adalah orang yang sama, pikir Mike.
Refan menghela nafas panjang dan mencoba untuk berbicara, namun sedikit bingung akan memulai dari mana pembicaraanya kali ini.
''Maafkan kelakuan saya Bu, saya sudah menghina Keluarga Ibu.
Bu Nur hanya tersenyum mendengar perminta maafan Refan.
''Tidak apa apa, Ibu maklum kok, memang di jodohkan itu sulit untuk langsung bisa menerima, mungkin memang kamu dan Sahila itu tidak berjodoh.
Menyebut Nama Sahila semakin membuat Mike yakin bahwa gadis cantik yang di maksud bosnya itu adalah cewek kampung yang di jodohkan dengan bosnya.
''Sepertinya Sahila juga sudah menerima kalau nak Refan memang bukan jodohnya, dan Ibu akan menerima siapun pilihan Sahila ,kalau itu memang membuatnya bahagia, dia anak Ibu satu satunya, semenjak ayahnya meninggal dia sudah mulai bekerja keras membantu Ibu, bahkan Ibu tidak bisa melanjutkan nya untuk kuliah, dan apa nak Refan tau, sekarang dia bekerja di kota bersama Nesya?''
Refan mengangguk, meskipun nggak tau pasti, tapi pertemuannya dengan Sahila beberapa kali, membuatnya menjawab dengan anggukan.
Bahkan aku adalah orang yang sudah membuatnya tidak nyaman di sana ,apakah Ibu akan memaafkan aku dengan apa yang aku lakukan pada putrimu? ''batin Refan.
''Nak Refan Ibu minta tolong, Sahila itu tidak berpengalaman, Ibu sangat khawatir dengan pergaulannya di sana, kalau nak Refan bertemu dengannya, tolong bilangin ,suruh dia berhati hati, Ibu nggak mau Sahila terjerumus dalam pergaulan bebas, apa lagi sekarang Nesya sudah menikah, pasti dia sendirian dan kesepian .
Pinta Bu Nur penuh harap sambil memegang tangan Refan.
Lagi lagi air mata Refan tidak setia, dan kali ini langsung menetes tepat di tangan Bu Nur,
Bu Nur kaget merasakan butiran air jatuh di tangannya, dan melihat wajah tampan Refan.
''Kenapa nak Refan menangis, apa yang terjadi?''
Refan hanya menggeleng dan menunduk, tak berani berkata apapun di depan wanita paruh baya itu.
Bu Nur mengusap wajah Refan dengan lembut,
''Ibu tau, pasti Nak Refan teringat dengan nyonya, (yang tak lain adalah mama Refan)
__ADS_1
Apa yang harus aku katakan, apakah aku harus jujur, ataukah aku harus diam menutupi semua kesalahanku ,batin Refan.
''Bagaimanakah kelanjutannya ?''mohon like vote dan komennya yah supaya Authornya makin semangat.