
Sore yang sangat indah, matahari mulai bersembunyi di balik awan, Sahila sedikit merasakan hal yang tak biasa ,kali ini dirinya ingin sekali bertemu sang Ibu,
Setelah tinggal beberapa bulan di kota, tak pernah sekali pun menengok sang Ibu,
Refan melihat di balik pintu, dan langsung menghampirinya.
''Lagi ngelamunin apa, apa ada orang yang kamu kangenin, ?''
Sahila kaget dan langsung membelalakkan matanya merasakan nafas Refan di telinganya.
''Mas, kamu ngagetin saja, apa nggak ada kerjaan lain selain ngagetin aku terus
''Habisnya kamu ngelamun, nggak baik,
''Aku kangen sama Ibu, tapi aku bingung dengan siapa aku pulang,
''O... kangen sama Ibu, biar aku antar saja, nggak apa apa kok, besok biar aku bilang sama Mike untuk mengosongkan jadwalku.
''Apa nggak ngerepotin, tanya Sahila sambil memandang lekat Refan.
Refan hanya menggeleng,
Tanpa sadar ,Sahila langsung memeluk Refan, karena saking senangnya, air matanya pun tak bisa di bendung,
''Terima kasih, akhirnya aku bisa bertemu sama Ibu,
''Sudah, lagian kalau kamu kangen kenapa nggak bilang saja, kapan pun akan aku antar,
''Aku takut ngerepotin kamu, lagian kamu kan orangnya sibuk,
''Sesibuk apapun kerjaan ku, kamu adalah terpenting, dan akan aku utamakan, jadi kalau kamu butuh sesuatu bilang saja, jangan sungkan sungkan.
Sahila mengangguk.
''Kalau gitu malam ini kita jalan, kita beli oleh oleh untuk Ibu ,ajak refan
Sahila mengangguk lagi.
Malam pun tiba, Sahila dan Refan sudah rapi dan siap untuk berangkat
''Kalian mau kemana kok rapi gitu?''. Pak Cakra
''Pa, besok sahila mau pulang jenguk Ibu, dan sekarang aku dan dia mau jalan beli oleh oleh untuk Ibu.
''Iya baiklah, hati hati di jalan, belikan yang banyak untuk Ibu,
Keduanya berlalu dari hadapan pak Cakra, ada sedikit harapan melihat kedekatan Sahila dan Refan, itulah pemikiran pak Cakra.
Di sepanjang perjalanan, Refan dan sahila hanya bercanda, masa lalu yang sangat pahit antara keduanya lenyap sudah, Sahila terlihat bahagia mendengar candaan dari Refan yang sedikit narsis itu.
Sesampainya di tempat tujuan ,Sahila mengikuti Refan sedikit ke belakang, Refan yang menyadarinya pun langsung menggeser badan Sahila dan menggandengnya,
__ADS_1
Kini mereka berjalan dengan tangan saling bergandengan, pandangan mata Sahila pun tak luput dari tangan Refan yang menggenggam tangannya dengan erat
''Mas, aku capek, keluh Sahila saat mereka memasuki beberapa toko di dalam mall.
Refan mencarikan tempat duduk dan mendudukkan Sahila.
''Kamu istirahat saja di sini,
''Apa masih lama, belanjanya kan sudah banyak, lagi pula Ibu nggak suka banyak baju,
mendingan besok kita beli kue aja, biar di bagi sama tetangga.
''Kamu tenang saja, besok kita juga beli kue juga, sekarang kamu di sini sebentar, aku ke sana dulu, sambil menunjuk sebuah toko yang lain.
Sahila duduk sendirian, sedangkan Refan berlalu menuju tempat yang di tunjuknya.
''Sahila, kamu ngapain di sini?'', tanya seorang wanita yang sedang bergandengan dengan suaminya, siapa lagi kalau bukan Nesya..
''Ya ampun kalian di sini juga, Aku ke sini dengan mas Refan, dia pergi ke sana, sambil menunjuk di mana Refan berada.
''Refan, dan ini belanja anmu dan Refan ?''tanya Doni.
Sahila mengangguk.
''Kok banyak banget Sa, memang kalian mau ada acara apa?!'' Nesya heran dengan belanjaan Sahila yang begitu banyak.
''Besok aku akan pulang kampung ,dan mas Refan membelikan oleh oleh untuk Ibu, e taunya banyak begini,
''Hai bro jalan jalan juga, tanya Refan dan langsung memeluk Doni .
''Iya nih, Nesya ngidam pingin ke mall ,jawab Doni,
''Kamu hamil Nes, tanya Sahila serius.
Nesya mengangguk.
''Wah selamat ya, aku ikut senang, sebentar lagi aku akan punya ponakan.
''Selamat ya bro, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua,.
''Aku juga nggak nyangka di antara kita aku duluan yang akan menjadi seorang ayah, bahkan aku mikirnya kamu duluan,
''Sudah jangan di bahas, lagi pula siapapun yang menjadi ayah duluan kita tetap sama, dan itu akan selamanya,
''Sekarang aku juga jarang sekali ketemu dengan Iwan, kalau denganmu gi mana?''Doni tanya balik.
Setiap hari aku bertemu dengannya, dia kan antar jemput Sahila, ucap Refan santai
''Oh..., memangnya Sahila sudah menerima cinta Iwan? ''
Refan mengangguk namun Sahila malah diam saja tak bergeming.
__ADS_1
Kamu terlihat sangat bahagia aku jadian sama Kak Iwan, apa ini cuma di luar, ataukah memang ini kenyataannya dalam hati kamu memang tak ada rasa sedikit pun suka sama aku. batin Sahila.
''Kenapa hanya di sini ,mendingan kita cari tempat makan. ajak Refan mencairkan suasana.
Tak di sangka ada sepasang mata yang menyaksikan kebersamaan mereka.
Sesampainya di rumah, Sahila merasa sangat senang ,akhirnya sesuatu yang di inginkan akan terpenuhi.
Semalam suntuk Sahila hanya membayangkan wajah Ibu tercintanya, hingga hampir pagi Sahila baru bisa memejamkan matanya.
Jam weeker berbunyi pun tak terdengar oleh Sahila.
Refan yang sudah rapi dengan pakaiannya pun langsung mengetuk pintu di sebelah kamarnya itu,.
''Sa, bangun katanya mau pulang, teriak Refan sambil mengetuk pintu,.
Sahila merasa samar samar pun mulai membuka matanya dengan perlahan.
''Mas Refan kenapa sih, pagi pagi ketuk pintu, gerutunya, sambil berjalan menuju pintu untuk membukanya,.
Betapa terkejutnya Refan melihat Sahila dengan baju hello kitty dan rambut yang acak acakan serta mata yang masih enggan terbuka.
''Sa, kamu lupa kalau hari ini kita mau ke rumah Ibu?'', ucap Refan perlahan,
Sahila yang mendengarnya pun langsung membelalakkan matanya dan melihat jam yang melingkar di tangan Refan.
''Aku lupa, lagian kenapa kamu nggak bangunin aku, ucapnya menyalahkan Refan.
''Aku kira kamu sudah siap, siapa yang tau kalau kamu masih asyik bermimpi, Refan nggak mau kalah.
''Kalau gitu mas Refan bantuin aku dong, sambil melangkah menuju lemari mencari baju ganti.
''Aku harus bantuin apa?''
''Tolong lipat bajuku, taruh di dalam tas!'' suruhnya.
''Kita ke sana nggak nginep, kita cuma sehari ,dan nanti sore juga langsung pulang, ngapain bawa baju?''
''Yah, aku kira kita nginep beberapa hari, sambil menekuk wajahnya.
Wajah yang ceria ,kini menjadi cemberut lagi.
''Maaf, nanti kalau liburan aku antar ke sana lagi, dan kamu bisa sepuasnya, kalau untuk sekarang nggak bisa, soalnya aku harus kerja dan kamu juga harus kuliah.
''Baiklah ,yang penting aku ketemu sama Ibu.
Sambil berjalan ke kamar mandi,
''Dasar,apa lupa itu sudah melekat di otaknya, sampai dikit dikit lupa terus, ucap Refan.
Jangan lupa like, komen ,votenya ya ,biar Authornya tambah semangat.
__ADS_1