KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 65.Pasar malam


__ADS_3

Sahila langsung saja beranjak mendengar suara yang masuk kedalam ruangan Refan.


Sedangkan Refan hanya berdecak kesal melihat sektetaris yang tau sopan santun itu.


''Maaf bos, aku kira bos sendiri, kapan nona ke sini?'', ucap Mike basa basi, menghindari kemarahan bosnya.


''Aku yang minta maaf tuan Mike, aku yang tidak sopan di sini, aku ke sini tadi siang sama mas Refan.


''Nona tenang saja, aku cuma mau nganter ini ,dan silahkan lanjutkan, ucap Mike sambil menyodorkan beberapa file untuk di tanda tangani.


''Lain kali ketuk pintu dulu, untung saja kami nggak ciuman, kalau sampai kamu melihat kami ciuman, aku akan ajukan denda untuk mu.


''Baik bos ,ucap Mike dan langsung berlalu.


Setelah Refan mengerjakan semua pekerjaannya hari pun sudah mulai sore semua karyawan sudah bersiap untuk pulang,


Begitu juga dengan Refan, karena tak ada lagi kerjaan,


''Say.... ucapan Refan terhenti saat melihat Sahila sedang bergelut dengan alam mimpi.


Refan geleng geleng dan menghampirinya.


''Pantas saja tak ada suaranya ternyata tidur, gumamnya sambil mengelus punggung Sahila.


Refan keluar dari ruangannya menghampiri Mike untuk meninggalkan nya pulang.


''Nggak apa apa bos ,aku akan tunggu, lagian ini juga masih sore.


Refan mengangguk dan kembali menghampiri Sahila di kamarnya.


Selang beberapa menit, Sahila mulai mengerjap ngerjapkan matanya, melihat Refan yang baru keluar dari kamar mandi


''Sudah bangun, kita pulang, ucap Refan membantu Sahila untuk bangun.


Sahila mengangguk, ''Aku ke kamar mandi dulu, ucapnya beranjak dari tempat tidur.


''Mike kita berhenti di restoran depan, ucap Refan,


Mike hanya mengangguk.


''Kenapa kita makan di luar mas, nggak sebaiknya kita makan di rumah saja, pasti bibi juga sudah masak.


''Diam saja, aku nggak mau di bantah, oke.


Sahila diam setelah mendapat bentakan dari Refan.


Aku kan cuma kasih pendapat, kalau nggak mau ya sudah kenapa harus mengeraskan suara segala. batinnya sambil memanyunkan bibirnya.


Di sebuah restoran mewah ,Refan memesan berbagai menu dan itu semua adalah kesukaan Sahila.

__ADS_1


''Sekarang bos suka vegetarian, sejak kapan ?''Mike heran karena biasanya Refan paling suka dengan masakan daging dan ikan.


''Sejak menikah dengan nonamu ini, ternyata enak juga, selama ini aku salah menilai makanan, bukan hanya daging saja yang enak ,ternyata makanan seperti ini jauh lebih nikmat, lagi pula aku harus terbiasa dengan apapun yang di sukainya.


''Bukan makanan saja yang salah bos, bos juga pernah salah memilih wanita ,ucapan Mike yang di sengaja.


Sahila mengernyitkan dahinya, Melihat Refan dan Mike bergantian.


''Aku kira kalian itu hanya berbicara dengan hal yang serius saja, ternyata tuan Mike suka bercanda juga.


''Sayang kamu nggak usah urusin dia, makan saja yang banyak biar nanti nggak kecapeka n kalau di ranjang bisik Refan..


Sahila langsung melanjutkan makannya setelah mendapat bisikan yang bikin bulu kuduknya merinding.


Setelah makan malam selesai, Mike melajukan mobil kembali,


Sahila melihat luar jendela dan tak sengaja melihat pasar malam yang sangat ramai.


''Mas lihat, disana ada pasar malam, aku mau kesana, Sahila menarik narik baju Refan.


Tanpa mendapat jawaban, Mike langsung saja mengarah kan mobilnya ke arah pasar malam.


''Mas, kita naik itu ya!'' ucap Sahila sambil menunjuk biang lala.


Refan menggeleng, karena dirinya tak begitu suka dengan permainan anak kecil.


Akhirnya Refan dan Sahila hanya memutar mutar saja melihat indahnya lampu yang berkelap kelip..


''Untuk apa kita ke sini kalau hanya muter muter saja, mendingan kita pulang, ucap Sahila mengeraskan suaranya karena tempatnya begitu ramai.


''Kamu tunggu di sini sebentar, aku kesana dulu, ucap Refan sambil menunjuk penjual arumanis


Setelah menunggu beberapa menit ,Refan kembali dengan membawa dua buah arumanis besar,


Sahila langsung menampilkan senyum manisnya di depan sang suami.


''Terima kasih, mas tau apa yang aku inginkan, ucapnya polos,


''Tanda terima kasihnya mana, ucap Refan sambil menunjuk pipinya sendiri.


Sahila yang faham dengan kode Refan pun langsung mencium pipi Refan .


''Apa kamu sudah puas melihat pasar malamya, ini sudah malam, ayo kita pulang!'',


Sahila mengangguk setelah menghabiskan arumanis yang begitu besar dan manis pastinya.


''Mike, kita langsung pulang, jangan dengarkan lagi nonamu kalau minta sesuatu, ucap Refan tegas,


''Nona tidak mau kemana mana lagi?''tanya Mike pada Sahila, namun Sahila langsung menggeleng,

__ADS_1


''Nona jangan takut, mobil aku yang kemudi, kalau nona masih pingin mampir silahkan aku siap mengantarnya, ucap Mike membuat Refan marah karena sudah lelah.


Memang Mike sengaja menguji kesabaran Refan kali ini, ingin melihat seberapa besar pengorbanan Refan untuk Sahila.


''Mas boleh ya sekali lagi, kita mampir ke supermarket, aku mau beli sesuatu,kalau mas nggak mau menemani nggak apa apa, biar aku masuk sendiri, ucapnya pelan karena takut Refan marah.


Refan menghela nafas, ''Baiklah, memang kamu mau beli apa?


''Ini rahasia cewek,ada tuan Mike ,nanti saja aku kasih tau, kalau kita sampai di rumah, Refan menyunggingkan bibirnya,


Di supermarket.....


Sahila memilah milih barang yang akan di belinya, peralatan kamar mandi dan peralatan untuk wanita,


Sedangkan Refan mengikutinya dari belakang sambil mendorong trolli.


''Mas ambilkan itu !''ucap Sahila sambil menunjuk sesuatu di bagian atas, .


Refan membolak balikkan benda yang sedikit empuk itu,


Setelah trolli penuh, barulah Sahila menyudahi belanjaannya.


''Mike, hari ini nonamu sangat menyusahkan ku,dan dia tidak membayarku sama sekali,.


''Mas kamu kan suami ku ,kenapa harus minta bayaran, itu kan nggak adil, kamu selalu minta.... mulut Sahila langsung terbungkam, takut hal aneh yang akan di katakan.


''Diam saja, aku tidak menyuruhmu bicara, bisik Refan.


Mike hanya bisa geleng geleng melihat kelakuan majikannya yang seperti anak kecil.


''Akhirnya sampai juga, silahkan bos ,nona, keluar, aku langsung pulang, rasanya kepalaku mau pecah mendengar ocehan kalian.


''Dasar sekretaris nggak tau sopan santun ,pulang sana aku nggak butuh kamu, Refan dan Mike saling mengumpat.


Sedangkan Sahila langsung berlalu menuju kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya.


''Capek juga ya mas, padahal cuma jalan jalan, dulu waktu aku masih kerja di restoran kak Doni nggak secapek ini deh, tapi kenapa ini capek banget, sambil memijat betisnya.


Setelah melepas baju kerjanya Refan langsung menghampiri dan menaikkan kaki sahila ke atas ranjang.


''Mana yang capek, sini biar mas pijitin!'' ucap Refan sambil memegang betis Sahila.


Sahila menggeleng dan menarik kakinya kembali.


''Sudah ,nggak apa apa, lain kali jangan di paksakan, mas nggak mau kalau kamu sampai kelelahan,dengan tangan masih memijat,


''Aku minta maaf, lain kali aku nggak akan mengulanginya lagi, ucap Sahila manja,


''Sekarang tidurlah sudah malam !''ucap Refan sambil mencium kening Sahila,

__ADS_1


__ADS_2