KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 135.Konspirasi


__ADS_3

Perjalanan yang membutuhkan waktu beberapa jam itu berjalan dengan lancar, tak ada suatu hambatan apapun, apa lagi Refan yang hanya diam dan tak mengeluarkan suara satu patah kata pun membuat Mike fokus, sesekali pandangannya hanya lewat spion ke arah Nia yang saat ini berada di belakang .


''Kita langsung ke rumah aku nggak mau menunda waktu lagi ,ucap Refan saat mereka memasuki kota di mana Refan dan Mike tinggal.


Sedangkan Nia hanya diam saja, tak berani berkata apapun.


Benar saja setelah Mike memarkirkan mobilnya ,Refan berlari ke arah Sahila yang sudah menunggunya di teras depan.


''Mas, kamu seperti anak kecil, kenapa harus lari segala, ucap Sahila saat melihat Refan menghampirinya dengan cara berlari .


''Mas sudah nggak sabar, mas kangen kamu dan calon buah hati kita, ucapnya sambil mengelus perut rata Sahila dan memberi ciuman bertubi tubi .


Sahila menoleh mobil yang masih terparkir, tak ada yang keluar terutama Mike.


''Mana tuan Mike, kenapa dia nggak keluar, ucap Sahila heran. Pasalnya Refan cerita kalau kekasih Mike ikut, tapi malah nggak ada yang keluar satu pun.


Jangan jangan mereka mesum di dalam mobil. batin Refan.


Refan kembali berjalan menuju mobil dan mengetuk pintunya,


Dengan cepat pula Mike membuka pintu mobil,.


''Ngapain aja di dalam, kamu mesum dengan Nia, ucap Refan sinis membuat Mike berdecak.


''Mesum, bukankah bos itu yang suka mesum setiap dekat dengan Nona, ejek Mike balik, karena memang kenyataanya seperti itu, dan itu adalah tontonan Mike setiap hari.


''Sudahlah, keluar ajak Nia masuk!'', perintah Dari Refan.


Mike membawa tas Nia dan mengajak nya masuk menghampiri Sahila.


''Kamu kekasihnya tuan Mike, cantik sekali, ucap Sahila sambil berjabat tangan.


Nia mengangguk, dan menerima uluran tangan itu.


''Nia, ini Nona, kamu harus melayaninya dengan baik ,sekarang dia lagi hamil, aku nggak mau terjadi apa apa sama dia, ucap Mike seketika membuat Refan mengerutkan alisnya.

__ADS_1


Sahila pun ikut bingung dengan kata kata Mike.


''Tidak, tidak, kenapa Nia harus bekerja, dia calon menantu Mr Wilson, kenapa kamu menyuruhnya bekerja untuk istriku, apa kata dunia, kamu nggak mencintainya, kalau kamu tinggal disini pun nggak apa apa, aku nggak keberatan, tapi jangan menyuruhnya menjadi pelayan, aku nggak setuju ucap Refan serius.


''Iya tuan Mike, aku setuju dengan mas Refan biarkan dia di sini, tapi aku nggak mau dia jadi pembantu, aku yakin papa juga nggak keberatan kok,


''Selalu saja kompak untuk mengeroyokku, Aku tau ,Tapi aku lebih tau sifat Nia, dari pada nggak ngapa ngapain , jadi biarkan saja dia melakukan sesuatu, ucap Mike santai sambil menggandeng Nia masuk, melewati dua orang yang masih mematung,.


''Kalian mau jadi patung di situ?'', teriak Mike saat menoleh ke arah Refan dan Sahila yang masih mematung di depan pintu,.


Sedangkan Mike membawa Nia masuk ke dalam kamar tamu,


''Sampai situ saja kalau nganter, jangan ikut masuk !''teriak Refan membalas ,


Sahila makin bingung dengan sikap suami dan sekretarisnya itu, makin ke sini makin aja seperti anak anak.


''Mas nggak capek, mas nggak mau istirahat dulu ?'', ucap Sahila melepas sepatu Refan.


''Capek, tapi setelah mas melihat kamu, capek mas sudah hilang, kita ke kamar,!'' ajak Refan.


''Jam segini saya harus mengerjakan apa tuan,?'' tanya Nia bingung, karena baru pertama kali di rumah ini,


''Kalau kamu capek istirahat saja, disini sudah banyak pembantu, jadi kamu nggak perlu ngapa ngapain, suka suka kamu, anggap saja ini rumah mertuamu, dan kamu nggak usah sungkan sungkan, kalau perlu sesuatu ,bilang aja pada bibi atau yang lain. ucap Refan.


Nia hanya menjawabnya dengan anggukan.


Meskipun Nia sudah lama di kota bahkan di luar negeri tapi dirinya masih saja melekat sikap kampungannya.


Sahila mendekati Nia, karena melihat raut wajah Nia yang polos itu membuatnya tertegun.


''Kamu berasal dari kampung juga?'', tanya Sahila berbisik,


Nia hanya menjawab dengan anggukan,


''Kau bisa bahasa jawa?'', bisik Sahila kembali, Nia pun menjawabnya dengan anggukan.

__ADS_1


Sahila tersenyum menyeringai setelah melihat jawaban dari Nia.


''Lain kali kita kerjain mereka dengan bahasa jawa, supaya mereka kalang kabut dan pusing, apa kamu setuju, bisikan terkahir dari Sahila membuat Nia mengangguk dan tersenyum, sedangkan Refan hanya memandang dan sesekali mengerutkan alisnya serta garuk garuk kepala karena tak mendengar apa yang Sahila katakan .


Punya teman baru dari kampung, aku yakin mereka mulai berkonspirasi untuk melawanku dan Mike, batin Refan saat melihat Sahila sesekali berbisik dan melirik ke arahnya. .


Refan mendekati Mike duduk di ssmping Mike yang asyik memainkan ponselnya.


''Mike, sebentar lagi kayaknya kita akan di bikin pusing oleh mereka ,ucap Refan sambil memanggutkan kepalanya ke arah sahila dan Nia.


''Maksud bos apa,?'' Mike heran, kenapa bosnya bisa punya pikiran seperti itu.


''Kamu nggak lihat mereka, mereka kan sama sama dari kampung ,dan kamu nggak lihat mereka langsung akrab, aku curiga kalau mereka itu merencanakan sesuatu untuk mengerjai kita, ucap Refan kembali dengan nada pelan.


Mike ikut garuk garuk kepalanya yang tidak gatal mendengar penjelasan dari Refan.


''Kalau gitu kita siap siap juga menerima tantangan dari mereka, ucap Mike balik,.


Refan langsung mengangguk dan beranjak kembali menghampiri Sahila.


''Nia aku ke kamar dulu ya, kamu lihat lihat aja dulu rumah ini, nanti aku turun dan aku akan menemani kamu jalan jalan keliling rumah, ucap sahila dengan senyum manisnya.


Setelah sampai kamar, Refan melihat istri nya yang semakin hari semakin cantik saja menurutnya..


''Kenapa mas, apa ada yang aneh denganku, kenapa kamu lihatnya seperti itu, ucap Sahila, saat Refan memandangnya secara intens.


''Nggak ada yang aneh ,mas rindu sama kamu,dua hari rasanya itu lama banget ninggalin kamu, sini, ajak Refan dan mendudukkan Sahila tepat di pangkuannya,


Sahila yang manja itu mengalungkan tangannya ke leher Refan,.


Memberi sebuah ciuman mesra di kedua pipi sang suami.


''Ini kan yang kamu rindukan dariku,?'' ucap Sahila mulai menggoda sang suami .


''Semuanya, tidak cuma itu saja, semua yang ada pada diri kamu mas akan selalu merindukannya, dan mas nggak akan bisa terpisah darimu, ucapnya memeluk badan Sahila yang masih ramping itu,

__ADS_1


Refan melepas ridunya pada Sahila yang sudah dua hari di tinggalnya, seakan waktu tak boleh berputar, itulah yang saat ini di inginkan Refan, karena Refan tak mau kebersamaannya dengan sang istri itu segera berlalu.


__ADS_2