KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 136.Apa artinya?


__ADS_3

Tak ada waktu yang singkat jika kita menjalani hidup dengan susah payah dan perjuangan, namun waktu terasa singkat jika kita menjalaninya dengan sangat bahagia, seperti Ririn yang harus berpisah kembali dengan orang tuanya karena tuntutan pekerjaan.


Ririn merasa beberapa hari itu bagaikan sehari saja berkumpul dengan keluarganya.


Ririn mengantarkan kedua orang tuanya ke bandara bersama dengan Zero


''Mama dan papa hati hati ya, aku pasti kangen sama kalian. ucap Ririn sambil memeluk Bu Dewi.


''Anak mama sudah besar ,dan sebentar lagi mama akan sepenuhnya melepasmu pada suami kamu, jadi mulai sekarang kamu harus belajar berbakti, Zero adalah calon suami kamu dan mulai sekarang kamu harus menghormatinya, dan kalian harus saling percaya, mama percaya kamu bisa menjaga anak mama dengan baik .ucap Bu Dewi di depan Zero dan Ririn.


''Iya Zero, kami sudah percaya padamu, jadi kamu jaga kepercayaan kami !''ucap pak Firman.


''Baik Om, tante ,aku akan menjaga Ririn dengan baik, dan aku berjanji tidak akan membuatnya menangis, ucap Zero, Entah itu benar atau tidak, entah pak Firman dan Bu Dewi menganggap itu pikiran dewasa atau tidak, karena baru kali ini Zero mendapat amanah, dan itu langsung dari kedua calon mertua.


Setelah semua berlalu, Ririn kembali ke rumah pak Cakra, karena semenjak orang tuanya tinggal di Negara sendiri, Ririn tinggal sama kedua orang tuanya.


Di dalam mobil, keduanya masih terlihat sedikit canggung, karena mereka baru saja saling kenal, dan jarang sekali bertemu ,karena kesibukan masing masing.


Em..... suara Ririn menderung, ingin sekali mengatakan sesuatu, tapi diurungkannya.


''Kenapa, kamu mau ngomong apa, tanyakan saja, aku akan menjawabnya, ucap Zero melihat wajah Ririn seperti penuh dengan pertanyaan.


''Enggak apa apa kok, aku cuma mau nanya ,kita kan sudah kenal beberapa hari ini ,bagaimana perasaanmu,?'' tanya Ririn.


''Nyaman, jawab Zero singkat,


''Apa kamu serius, tanya Ririn kembali berharap jawaban Zero itu jujur dari hatinya yang paling dalam.


''Aku tidak pernah bercanda, apa lagi ini masalah masa depan, dan aku merasa nyaman saat kita dekat, kamu bisa nyambung arah pembicaraan kita, dan kamu juga baik, aku tidak banyak menuntut soal wanita, yang penting dia setia sama aku dan mau menerima papa ,gitu aja, ucap Zero singkat.


''Terima kasih, ucap Ririn sambil tersenyum ke arah Zero.


''Untuk, Zero menyahut.


''Untuk semuanya, Ririn pun menjawab dengan singkat.


Setelah sampai di depan rumah pak Cakra ,Zero pun ikut turun dan mengekori Ririn dari belakang.


''Kakak udah pulang,ucapnya melihat Refan berdua dengan sahila di ruang keluarga.


''Hmmm....kamu diantar Zero, Om tante sudah balik?'' tanya Refan balik dan mempersilahkan Zero untuk duduk.


''Sudah ,baru saja aku habis ngantar ke bandara dengan Zero.

__ADS_1


''Zero, panggilan macam apa itu, kamu itu harusnya manggil yang lebih mesra atau nggak manggil mas, kakak, itu lebih pantas dan sopan , apa pantas seorang wanita memanggil nama pada calon suaminya .


Hati Sahila bertepuk ria mendengar ucapan sang suami yamg sangat perhatian pada sepupunya itu.


Sedangkan Ririn menggaruk tengkuk lehernya karena malu.


''Maaf, habisnya aku masih bingung mau panggil apa,


''Panggil aja mas Rin, itu kayaknya lebih nyaman untuk kamu,


'' Memang benar apa kata mas Refan, nggak baik manggil nama, kita ini perempuan dan kita harus lebih menghormati pasangan kita, terutama panggilan .


Tak lama Nia datang dengan membawa nampan yang berisikan minuman.


Ririn terbelalak melihat wanita cantik yang baru di temuinya pertama kali.


''Siapa kak, ucap Ririn sambil menunjuk kearah Nia.


''O..... pacar tuan Mike, dan dia akan tinggal disini bersama kita, jadi kakak nggak akan kesepian lagi kalau kamu kerja, Ucap Sahila sambil melirik Refan.


Bilang saja punya teman seperjuangan dari kampung dan mau kerjain aku dan Mike, batin Refan menerka .


''Mas.... ucap Sahila menggoyang goyangkan lengan Refan yang memandangnya.


Pantesan Mike susah move on ,cantik, ramah lagi, simple,nggak slaah pilih tu orang .batin Ririn.


''Terus Mike nya mana?'',


''Di sini, tiba tiba saja suara berat menjawab dari pintu utama.


''Nia, biarkan mereka berbincang, kita ke dapur saja,ajak Sahila menggandeng tangan Ririn dan Nia.


''Rin, kamu diam saja ya ,dengan apa yang aku rencanakan kali ini, jangan bilang sama kakak sepupu kamu, ucap sahila pelan di telinga Ririn.


''Memangnya kakak dan Nia mau ngapain, ?''


''Mau kerjain kakak kamu, kakak mau bicara pakai bahasa jawa di depan mereka ,kamu jangan bilang bilang! ''


Sahila kembali duduk di samping Refan, sedangkan Nia berdiri di samping Mike.


''Duduklah, ucap Mike sambil menarik tangan Nia.


Sahila mulai memikirkan kata apa yang tepat, supaya Refan bingung,

__ADS_1


''Kenapa, tanya Refan melihat Sahila yang melihatnya lekat.


''Mas, Opo sampean iku tresno karo aku, ?''(mas apa kamu cinta sama aku? '')tanya Sahila pada Refan pakai bahasa jawa.


Refan bingung mau jawab apa, pasalnya tak pernah mendengar kata kata itu ,baik di kotanya maupun di luar negeri.


Akhirnya Refan memilih untuk menggeleng, Sahila yang melihatnya malah menangis sambil terisak membuat semuanya bingung kecuali Nia.


''Nia, apa yang di katakan Nona, kamu bilang saja ,jangan takut, ucap Refan memastikan, Nia bingung mau jawab apa, di satu sisi Sahila terus saja memberi kedipan dan di sisi lain Refan memaksanya.


Sedangkan Ririn dan yang lain pun hanya bisa mengangkat kedua bahunya.


''Ayolah Nia, apa arti kata yang di ucapkan istriku, kenapa dia menangis setelah aku menggeleng?'' ucap Refan semakin panik karena Sahila tak juga diam .


Akhirnya Sahila beranjak dan Menggandeng Nia supaya tak jadi korban amukan suaminya.


''Kalau mas nggak bisa menjawab yang benar, aku pastikan malam ini akan tidur di luar, dan aku nggak mau dekat dekat dengan mu.


Pernyataan Sahila membuat Refan menjambak rambutnya sendiri mengingat kata yang di ucapkan Sahila .


''Mike cari cara, bagaimana aku menjawabnya dengan benar ,sedangkan aku tak tau apa yang di katakannya, Refan terlihat sangat frustasi.


''Bos, pintar sekali Nona, aku tau di antara kita hanya Nia yang tau bahasa itu, tapi Nona mengajaknya entah kemana,.


''Mike ayolah cari cara, apa isi kalimat yang di ucapkannya, aku nggak mau tidur di luar, itu akan menyiksaku, ucap Refan semakin bertambah frustasi.


''Aku tau caranya, kakak cari kakak ipar saja, karena kakak ipar kan nangis gara gara kakak menggeleng, sekarang kakak mengangguk saja. ucap Ririn sedikit masuk akal.


Dengan cepat Refan lari ke teras belakang, melihat sang istri yang cemberut pun Refan menghampirinya dan langsung mengangguk.


''Apa, kenapa mas mengangguk, ucap Sahila saat tiba tiba melihat Refan mengangguk di depannya.


''Soal tadi mas menjawab dengan anggukan, bener kan,?''


'' Memang apa kataku tadi, apa mas sudah tau, artinya? ''ucapnya.


Refan menggeleng lagi, ''Tadi kamu nangis gara gara mas menggeleng, jadi mungkin dengan mas mengangguk kamu akan memaafkan mas dan tidak akan menangis lagi,


Kena kau, emang enak di kerjain. batin Sahila.


Namun dengan cepat Sahila mencium pipi Refan, ''Cari tau artinya sebelum kamu menjawabnya, bisik Sahila di telinga Refan.


''Baiklah istriku yang cantik, aku akan mencari tau artinya ,tapi kamu jangan menangis lagi.

__ADS_1


__ADS_2