KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 206. Sepenggal kisah Bram dan Kania


__ADS_3

Sekilas tentang Kania dan Bram...


Sama halnya seperti Mike yang menjalani hari harinya sebagai pengantin baru, Kini Kania pun menjalani hari harinya juga menjadi pengantin baru ,setelah beberapa hari yang lalu pernikahannya dengan pengusaha yang bernama Feby bachtiar itu di langsungkan, Kini Kania tinggal di rumah Feby yang terbilang mewah bagi golongan pengusaha.


Meskipun perkenalannya yang terbilang singkat, namun Kania memantapkan hatinya untuk suaminya sekarang,apa lagi anak Feby yang sudah dekat dengannya.


Kania mulai menata hatinya kembali, mengingat pernikahannya yang pertama dengan Refan itu kandas karena ulahnya.


Di rumah mewah itu Kania mulai belajar mengurus rumah ,suami, dan anak sambungnya dengan baik, dan pilihan terakhir Kania adalah memang menjadi ibu rumah tangga dan tak mau berkarir lagi.


''Pi... tolongin dong, ini gi mana caranya, aku nggak bisa, suara anak kecil itu menghampiri Feby yang sedang sibuk di ruang kerjanya sambil membawa baju bonekanya yang belum terpasang.


Karena memang belum terbiasa dengan Kania, karena sebelumnya langsung meminta bantuan papinya.


''Sayang sini, biar mami yang pakaikan ,Kania mencoba lebih menawarkan bantuan pada Mila.


Mila tersenyum melihat Kania yang baik padanya.


''Terima kasih Mi ,mami memang baik sekali, ucapnya sambil mencium pipi Kania.


Feby yang melihatnya pun ikut tersenyum melihat anaknya yang kini terlihat bahagia dam tak murung seperti biasanya.


''Terima kasih ,karena kamu sudah mau menjadi ibu sambung mila, ucap Feby setelah melihat Mila pergi.


Kania hanya mengangguk.


Sebenarnya Kania masih punya rasa penyesalan yang mendalam, mendapatkan laki laki yang sangat beda jauh dari Refan, namun apa daya, itu lah hidup yang sekarang di jalaninya.


''Mi ,temani Mila belajar dong ,lagi lagi suara bocah cilik itu mengagetkan Kania yang sedang melamun.


''Iya sayang, ucapnya lalu menggandeng Mila ke kamarnya.


''Mami kenapa,?'' tanya Mila melihat Kania yang dari tadi hanya terbengong.


''Mami tidak apa apa sayang, mana yang perlu mami bantu,?'' Kania mencoba mengalihkan pembicaraannya.

__ADS_1


Masih sedikit sulit untuk menyesuaikan diri menikah dengan orang yang mempunyai anak, berbeda dengan saat mereka belum ada ikatan, kini ikatan itu mengharuskan Kania ekstra sabar menghadapi bocah yang belum tau dunia sepenuhnya.


Hoaammm.... Akhirnya bocah cilik itu menguap karena memang sudah waktunya tidur siang.


''Kamu ngantuk sayang, tanya Kania dengan cepat Mila mengangguk.


Kania merebahkan tubuh Mila dan memeluknya,


''Bacain dongeng!'' pinta Mila seperti biasa yang di lakukan Feby, dan yang memang belum pernah di lakukan oleh Kania.


Ribet juga punya anak. batinnya.


Karena tak mau susah, akhirnya Kania menceritakan dongeng yang saat itu terlintas di otaknya.


Kania bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk menjalani hidupnya dengan kebahagiaan, meskipun menjadi Ibu sambung dari Mila, namun sikap Feby padanya sangat tulus,


Bahkan selama beberapa hari menjalani rumah tanggabya dengan Feby, sang suami pun memperlakukannya dengan sangat baik.


Berbeda dengan Kania yang semakin membaik keadaannya.


Bram sang mantan managernya kini telah menghadapi masalah besar, selain menghamili modelnya, Bram juga dituntut denda yang sangat besar karena sudah merusak nama baik dari manajemennya.


''Apa kamu tidak tau kalau aku lagi sibuk .''bentak Bram pada sang istri saat dirinya memainkan ponselnya.


Sang istri yang sedang ngidam itu pun marah, karena keinginannya tak di turuti.


''Kalau di dunia ini laki laki semua seperti kamu ,pasti dunia ini akan di penuhi janda, dan ingat ,setelah bayi ini lahir, aku akan meninggalkannya untukmu, dan jangan kamu berharap padaku lagi, sambil memicingkan bibirnya.


''Jangan kira aku takut dengan ancamanmu ya, buktikan saja kalau sampai kamu berani melakukannya, aku pastikan hidup kamu tidak akan tenang, Bram kembali mengancam dengan suara lantangnya.


Bukannya takut, sang istri malah bertepuk tangan.


''Hebat sekali ya, apa yang kamu banggakan sekarang, kamu sudah tidak punya apa apa, terus siapa wanita yang akan mau menikah denganmu, di dunia ini wanita itu tidak akan mau makan cinta kecuali mereka yang bodoh, dan aku akan pastikan setelah bercerai denganmu aku akan pergi sejauh mungkin,


Itulah yang selau mengisi keluarga Bram saat ini ,pertengkaran demi pertengkaran selalu saja terjadi karena dari keduanya tak ada yang mau mengalah,

__ADS_1


Mike dan Refan yang mendengar kisah Bram pun hanya tertawa lepas,


''Itulah balasan orang yang suka menikung dari belakang, apa dia fikir akan selamanya merasakan enak, ucap Refan.


''Bilang saja kalau kamu dendam pada Bram karena sudah mengambil keperawanan Kania darimu ha.. ha.... ha.... Mike kembali tertawa.


Refan berdecak kesal melihat Mike yang terlihat sangat bahagia.


''Terus saja mengejek, apa kau berpihak pada Bram dan Kania, mendegar ucapan Refan ,Mike langsung saja menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


''Kalian kenapa,?'' tiba tiba saja Sahila dan Nia datang dari belakang.


''Si bos, bernostalgia mengingat masa masa indahnya bersama Kania, celetuk Mike, Sedangkan Refan hanya bisa menatapnya tajam.


''Benar mas,?'' Sahila memastikan.


Refan menggeleng.


''Tidak sayang, ini semua Mike yang memulai ,bukan aku, Refan berusaha mengelak.


''Hai.., jangan ngelak ya , bos senang kan saat malam pertama dengan Kania waktu itu ,ngaku saja deh, Mike semakin memojokkan Refan.


''Mas,, kini giliran Nia yang melotot ke arah Mike.


''Tidak sayang, kami cuma bercanda, lagi pula untuk apa sih membahas mereka, toh sekarang Kania juga sudah punya suami, Mike menjelaskan.


''Tapi candaan kalian itu nggak lucu, itu namanya ghibah dan nggak baik, apa nggak ada yang lain yang perlu di omongon sampai kalian terlihat bahagia ngomongin mbak Kania, Kini Sahila berceramah di depan Mike dan Refan.


Refan dan Mike saling pandang ,mereka tak bisa berkutik, namun bukan Refan kalau tak bisa merayu Sahila dengan jurusnya.


Refan menggeser duduknya mendekati sang istri.


''Sayang kamu tau kan, setiap kehidupan itu ada cerita, dan kita cuma lagi ngomongin sepenggal kisah Kania dan Bram, nggak apa apa kan, lagian mas juga nggak menjelekkan mereka, ucap Refan yang belum selesai.


''Ada juga lo ,kisah tentang Sahila dan Refan, yang tak kalah seru, Lagi lagi Mike menyahut yang membuat Refan berdecak kesal dengan mulut ember sekretarisnya yang selalu ikut campur urusannya.

__ADS_1


Bisa nggak sih mulut itu di lem dulu, saat aku bicara dengan istriku, nyebelin, batin Refan mendegus kesal.


''Mas, bisa nggak sih, kalau kalian itu tidak berantem ,persis tom and jerry aja.


__ADS_2