KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 219. Petualangan


__ADS_3

Setelah perjalanan beberapa jam, Mike dan Nia kini sudah sampai di Ibu kota, Mike mengajak sang istri ke apartemennya untuk menaruh semua barangnya dan langsung menuju rumah Refan.


Karena was was dengan hal yang mungkin negatif terhadap keluarga bosnya membuat Mike tak sabar dan ingin cepat cepat menemukan titik terang.


Apa lagi saat jauh dari sang istri dan bersama dengan wanita yang tak bersuami.


Di depan rumah Refan, Pak Jono langsung membukakan pintu untuk Mike dan Nia, Sahila yang sedang duduk di sofa langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka.


Sahila terkejut melihat Nia, pasalnya itu tak di bayangkan olehnya.


Sahila langsung berhamburan memeluk Nia yang sudah berdiri di ambang pintu, isakan tangisnya membuat Sahila tak mampu untuk berkata, Sahila tak menyangka, di saat dirinya butuh orang, adalah Nia dan Mike yang menjadi pahlawannya.


Mike ikut tegang dan khawatir melihat Sahila, namun Mike tak langsung bicara menatap Sahila yang masih menangis di pelukan Nia.


Nia melihat ke arah Mike yang memberi kode untuk mengajak Sahila masuk ke dalam.


''Nona tenanglah, ceritakan saja sama aku,'' ucapnya menggiring Sahila ke arah sofa, sedang Mike mengambil alih Kyara dari tangan bibi.


Setelah Sahila dan Nia duduk, Mike pun ikut duduk di depan keduanya.


Nia menilik wajah Sahila yang memang benar benar sembab, bahkan Nia menerka kalau Sahila itu memang menangis berhari hari.


Setelah Sahila sedikit tenang, Mike pun mulai menanyakan sesuatu yang membuatnya sedih.


Meskipun Mike tau kalau Refan tidak ada, tapi Mike ingin memastikan.


''Maaf, sekarang Nona ceritakan apa yang membuat Nona seperti ini?'' tanya Mike.


''Mas Refan keluar kota, sudah enam hari ini, tapi sekali pun tak pernah memberi kabar, aku jadi khawatir padanya,'' ucapnya terbata, bahkan air matanya menetes ikut mengiringi ucapannya.


Mike yang faham pun tak mau membuang waktu.


''Kamu jaga Nona, aku akan cari bos,'' ucapnya lalu mencium Kyara dan menyerahkan Kyara pada Nia.


Nia hanya mengangguk saja.


Akhirnya Mike melajukan mobilnya menuju kantor Refan untuk mencari informasi.


Setibanya, Mike pun seperti Sahila, menemui kepala staf dan mengumpulkan semua karyawan, barang kali di antara mereka ada yang tau pasti tempat mana yang Refan kunjungi saat ini.


''Baiklah, bawa laporan proyek baru pak Refan!'' pinta Mike kembali.

__ADS_1


Setelah menerima laporan beberapa proyek baru, akhirnya Mike sudah menemukan kesimpulan.


''Pasti yang ini.'' sambil menunjuk salah satu dokumen.


Tanpa berkata apapun, Mike langsung keluar Dari kantor Refan.


''Naik apa ini?'' gumamnya. Karena belum ada persiapan sama sekali.


Mike memikirkan jalur mana yang akan di ambil, Sedangkan Mike belum sempat menghubungi siapapun, fikirannya kalut memikirkan nasib bosnya yang berada di seberang sana.


Karena mobilnya dekat dengan pelabuhan, Akhirnya Mike pun mengarah ke sana.


Tapi ini pun butuh waktu lama, gumamnya.


Karena tak mengantongi tiket, Mike pun jadi bingung dan mengacak rambutnya.


Gi mana ini, kenapa aku jadi gegabah gini, kalau aku tadi bawa orang kan sedikit mudah, tapi ini apa, belum ada persiapan lagi, batinnya kesal.


Setelah menyusuri kapal yang berjejer, Akhirnya Mike tersenyum sambil melihat alamat yang di simpannya, di mana itu adalah tempat yang akan di kunjunginya.


Setelah menanyakan kapan kapal di depannya itu berlayar, Mike mendengus kesal karena itu masih beberapa jam lagi, akhirnya Mike maju kembali melihat lihat kapal yang lain.


Mike melihat kapal barang yang sudah siap akan berlayar.


Setelah menanyakan tujuan kemana kapal barang itu berlayar, Mike seperti menang undian lotre,bsetelah mengetahui tujuannya sama dengan kapal di depannya.


Mike memaksa masuk meskipun di larang, karena uang bisa merubah segalanya dan akhirnya Mike pun di izinkan masuk ke dalam kapal barang.


Dalam perjalanan, Mike hanya melihat jam yang melingkar di tangannya, dan sesekali menjambak rambutnya.


''Andai aku ini super hero, pasti aku sudah terbang.


Argh.... kenapa lama sekali sih?'' gumamnya.


Karena bosan, Akhirnya Mike keluar mencari angin segar.


Melihat beberapa orang yang sedang duduk dengan penampilan biasa.


Semua orang yang melihat penampilan Mike pun hanya menunduk sopan.


Mereka sepertinya kuli bangunan, apa aku tanya sama mereka saja, barang kali mereka tau, ah melihat tas mereka sepertinya mereka juga pendatang baru. batinnya.

__ADS_1


Dan kini hanya menunggu waktu tiba, Mike pun duduk kembali.


Sambil melihat lihat ponselnya sesekali mengirim pesan untuk Nia.


mengatakan bahwa dirinya sudah menuju tempat Refan.


Setelah beberapa waktu, Akhirnya Kapal yang di tumpanginya menepi, Dan Mike langsung turun. ''Apakah memang ini tempatnya?'' gumam Mike sambil melihat rumah yang berjejer di pinggir pantai.


Membuka dokumennya kembali dan melihat proyek apa yang akan di bangun Refan.


''Tempat wisata, karena sudah membaca tulisan itu Mike tau kriteria bosnya.


''Pastinya dekat pantai, apa jangan jangan memang sekitar sini, ciictnya sambil menoleh ke arah kanan kiri.


Mike mencoba menghubungi nomor Refan barang kali bisa, namun nihil nomornya memang tidak bisa di hubungi.


Sialan, ini mah bukan karena signal, ini memang ada apa apa dengan ponsel bos. batin Mike gedeg.


Pulau yang baru di kunjunginya itu masih lekat dengan destinasi warna hijau, karena masih banyak pohon yang menjulang, membuatnya geleng geleng.


''Kenapa sih dari dulu suka tempat yang seperti ini, pantas saja perusahaannya nggak pernah bangkrut, sukanya menjadi nomer satu di setiap daerah.'' ujarnya pelan.


Mike malah teringat pembangunan proyek di mana dirinya dan Nia di pertemukan kembali.


''Otaknya memang kancil kalau soal kerjaan, tapi kalau soal cinta tu orang otak marmut yang di pakai.'' makian Mike berulang ulang untuk Refan.


''Maaf pak, di sekitar sini ada pembangunan tempat wisata di sebelah mana ya pak?'' tanya Mike pada salah satu warga.


Berfikir sejenak sebelum menjawab.


''O... di sebelah sana.'' menunjuk ke arah barat, namun masih di bibir pantai, ''Tuan nanti naik andong saja biar cepat sampai, masalahnya tidak ada taksi jam segini, ucap Warga menjelaskan karena melihat wajah Mike pastilah orang kaya yang selalu naik mobil mewah.


Mike hanya mengangguk dan berterima kasih.


Setelah beberapa saat naik Andong, Mike turun masih di bibir laut biru dan melihat sebuah resort yang terlihat sedikit mewah.


Mike mendekat dan menoleh ke arah kanan kiri karena banyaknya orang yang berhalu lalang bekerja.


''Pasti ini.'' gumamnya.


Ini mah namanya petualangan bukan sekedar pencarian bos, batinnya kesal karena lututnya sudah terasa linu.

__ADS_1


Dengan langkah kakinya, Mike berjalan menuju resort.


Belum juga menanyakan sesuatu pada orang di depannya, Mike kaget ada yang menepuk bahunya dari belakang.


__ADS_2