KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 230. Baby sister


__ADS_3

Karena liburan kali ini Refan ingin membuat Sahila benar benar menikmati bersama para sahabatnya, Refan pun punya ide untuk mencari baby sister untuk mengasuh putrinya ,meskipun Sahila belum tau dan belum tentu setuju , tapi Refan tetap kekeh, menurutnya ini pun momen untuk membuat sang istri happy,


Sekian lama menikah, Refan merasa tidak cukup kalau hanya membahagiakannya dengan uang, tapi Refan juga perlu membuat Sahila itu bahagia dengan kebersamaan.


Beberapa kali Refan berbicara pada orang di balik telepon dengan serius ,ntah itu tentang apa ,namun Sahila merasa kalau suaminya saat ini sedang dalam masalah ,terlihat dari mondar mandirnya Refan dan sesekali memijat pangkal hidungnya.


Karena hari ini adalah hari keberangkatan mereka untuk berlibur ,Sahila mencoba mencari celah apa yang sebenarnya membuat sang suami itu jengkel.


Mendekat dan merayu adalah jalan satu satunya untuk membuat Refan kembali mood.


''Kenapa sih mas?'', tanya nya mengelus bahu Refan,


''Ini lo, mas kemarin kan sudah mencari baby sister untuk jagain princes ,tapi barusan dia bilang nggak bisa datang, mas harus gi mana dong, ucapnya nada marah.


''Sudah, kita mau jalan jalan, jangan marah dong, nggak apa apa ,lagi pula aku masih sanggup kok tanpa pengasuh ,Sahila dengan santainya menjawab, namun bagi Refan itu bukan keinginannya.


Di sela sela kemarahannya, tiba tiba saja ada perempuan cantik yang datang dan itu langsung terlihat dari dalam rumah karena pintunya yang terbuka.


Sahila berjalan menuju pintu dan menghampiri tamu yang datang.


Siapa ini ,apa dia salah satu karyawan mas Refan, batin Sahila melihat dari dekat tamu yang datang.


''Maaf bu, apa benar ini rumah tuan Refan?'', tanya nya, dengan ramah.


Sahila mengangguk.


''Benar ,mbaknya cari siapa ya?'', Sahila kembali bertanya karena mungkin itu salah satu karyawan kantornya karena bajunya yang terlihat formal dan bukan seperti baby sister.


''Kenalkan bu ,saya Ana yang akan menggantikan kakak saya untuk mengasuh putri ibu untuk beberapa hari ini , karena berhalangan jadi kakak saya tidak bisa hadir ,ucapnya masih dengan nada ramah.


O... Sahila hanya ber O ria , dan mempersilahkan masuk.


''Mas, panggilnya sedikit mengeraskan suaranya mengahampiri Refan yang masih mengotak atik ponselnya.


Hmmm... suara yang di keluarkan, namun pandangannya tidak beralih sedikit pun dari ponselnya.

__ADS_1


''Tu ,baby sisternya datang, Dengan cepat Refan beranjak setelah mendengar ucapan Sahila.


Melihat wanita cantik yang masih mematung di dekat pintu.


Refan mengangguk dan merangkul Sahila berjalan menghampiri wanita yang bernama Ana.


''Kamu sudah tau kan tugas kamu, Refan mengatakannya pada Ana, namun pandangannya kini pada wajah Sahila.


''Iya tuan saya tau,jawabnya singkat, kemudian pergi ke kamar Kyara di antar Bibi.


Sahila kini melihat wajah suaminya yang tak setegang tadi.


Menariknya kembali ke sofa dan mendudukkannya.


Melihat manik matanya ,''Jangan suka marah nanti cepat tua, ucapnya pelan.


''Kenapa kamu belum siap siap ,bukannya nanti berangkatnya jam sembilan, melihat jam yang melingkar di tangannya sudah jam delapan.


''Bentar lagi, aku cuma mau nanya, kenapa sih mas tetap membawa pengasuh?'', tanya Sahila dengan nada serius .


Keduanya masuk kedalam kamar bersiap,


Sahila yang selesai duluan pun langsung menghampiri Kyara ke kamar yang baru di tempatinya,


Melihat Kyara yang kini sudah terlihat cantik yang sudah berada di gendongan Ana.


''Wah, princes mama sudah cantik, ucapnya melihat rambut si kecil yang di kuncir dan itu belum pernah di lakukan Sahila selama ini, Refan yang masih di dalam kamar pun segera keluar setelah beberapa kali ponselnya berdering dari para sahabatnya.


Tiba tiba saja pawakan gagah nan tinggi tampan itu sudah berdiri di belakang Sahila dan mengecup rambut Sahila.


''Apa sih mas, protesnya berbisik , karena malu di lihat baby sister barunya.


''Ayo kita turun, ajaknya menggandeng tangan Sahila menyelipkan jari jarinya ke jari sang istri yang membuat siapapun melihatnya pasti iri.


Begitu juga Ana ,wanita jomblo yang berprofesi sebagai pengasuh itu.

__ADS_1


Apa ini anak pertama mereka, mereka terlihat romantis membatin sambil berjalan di belakang Refan dan Sahila.


Sedangkan yang di lihat tak menghiraukan Ana yang berjalan di belakangnya dan tetap memamerkan kemesraannya.


''Mas mau nyetir sendiri?'' tanya Sahila melihat Refan membuka pintu bagian kemudi.


Refan mengangguk, karena memang itu niatnya.


''Apa tempatnya jauh? '', tanya Sahila lagi masih dengan posisinya memegang pintu mobil yang sedikit terbuka.


''Tidak terlalu, mas juga memberi waktu cuti untuk pak Jono dan yang lain ,dan nanti akan ada anak buah papa yang akan menjaga rumah .ucapnya menjelaskan.


Sahila mengerti memang bukan orang kaya yang butuh liburan, tapi para pelayan pun juga butuh itu.


Dalam perjalanan hanya ada keheningan, sesekali Sahila menoleh ke arah belakang melihat sang buah hati yang kini tidur dalam pangkuan pengasuh barunya.


''Mbak Ana sudah lama menjadi baby sister?'', tanya Sahila mencairkan suasana, sedangkan Refan cuwek dan sibuk menyetir.


''Baru satu tahun ini bu, jawabnya singkat melihat wajah Refan yang terlihat angkuh membuat baby sister itu enggan untuk lama lama berbicara dengan Sahila karena takut salah mengucapkan kata.


''Sayang, kalau kamu mau ,biar dia merawat bayi kita, mas sering nggak tega saat kamu kerepotan., tiba tiba saja ucapan itu meluncur dari mulut Refan teringat saat Sahila ngantuk dan tiba tiba saja melihat Kyara menangis dan terpaksa terbangun lagi.


Sahila menoleh lagi melihat wajah Ana yang terlihat lembut dan dilihat dari cara bicaranya memang ramah.


''Tapi mas, kalau nanti Ibu tau apa nggak marah, Alasan sang Ibu adalah menolak Ana secara halus.


''Enggak, nanti mas yang bilang deh, Kini Refan lebih meyakinkan Sahila untuk menerima tawarannya.


''Sini mendekat mas bisikin, ucapnya tanpa rasa malu di depan Ana.


Sahila kembali melihat wajah Ana dengan malu malu karena sikap suaminya yang terus saja terlihat mesra di depan orang lain.


Sahila mendekatkan kepalanya ke samping kepala Refan.


''Ini kan waktunya Kyara punya adik, jadi kita sudah mulai butuh dia, bisiknya yang membuat Sahila langsung membulatkan matanya dan kembali menjauh dari kepala Refan.

__ADS_1


Tadi Ana dengar nggak ya bisikannya mas Refan, kalau dia dengar kan aku malu,, batinnya sambil melirik ke arah Ana yang sedang melihat wajah Kyara yang sedang terlelap.


__ADS_2