
Malam ini adalah malam kedua bagi pasangan suami istri ini ,angin pun ikut menyaksikan kedua insan yang sedang makan malam di sebuah restoran yang berhadapan langsung dengan laut,
Angin laut menerpa menambah kedinginan malam,
''Apa kamu merasa senang dengan tempat ini ?''ucap Refan mencairkan suasana,karena Sahila hanya diam,.
''Heemmm... baru kali ini aku merasakan tempat yang begitu indah,rasanya ini seperti mimpi, aku tak pernah membayangkan kalau aku akan ke tempat seperti ini, Aku hanya sering lihat di tv saja, ucap Sahila masih dengan menyantap makanannya.
''Tapi sekarang itu bukan mimpi, aku akan selalu mengajakmu mengunjugi tempat tempat yang indah,
''Tidak perlu, ini sudah cukup, Mas berapa hari kita di sini?'', ucapnya.
''Sayang ,kita baru di sini sehari ,dan kita akan di sini seminggu, itu pun kalau aku sudah puas, kalau belum mungkin aku akan mengundur waktu pulang kita.
''Puas, maksud mas apa?'' aku jadi nggak faham.
''Apa kamu sudah kenyang?'',
Sahila mengangguk dan sedikit bingung, Karena Refan langsung memegang erat tangannya dan mengajaknya kembali ke hotel.
Sesampainya di kamar ,Refan langsung memeluk Sahila dengan begitu erat ,
Sahila yang merasakan akan ada sesuatu pun langsung bertanya,
''Mas, apa kamu mau melakukannya sekarang?'' ucap Sahila pelan.
''Apa kamu tidak keberatan memberikan hakku malam ini, jawab Refan tepat di telinga Sahila yang langsung membuatnya merinding.
''Tapi aku takut, katanya kalau malam pertama wanita pasti akan merasakan sakit, ucap Sahila ragu, karena Sahila sering membaca majalah dewasa,
Refan tertawa mendengar ucapan Sahila yang lucu menurutnya.
''Kamu selalu menertawakanku, apa menurutmu aku itu sangat lucu, ucap Sahila sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kepolosanmu membuatku semakin menginginkanmu, kau begitu menggodaku,baru kali ini aku merasa aneh jika dekat dengan wanita, dan itu kepadamu, aku makin yakin kalau ini bukan cuma perasaan bersalah, tapi aku benar benar menyukaimu, batinnya sambil melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup .
Setelah menunggu sedikit lama ,kini pintu kamar mandi sudah terbuka, sedang Refan sudah merebahkan badannya dan memainkan ponselnya.
Sahila membuka lemari mencari piyama, namun tak menemukannya membuatnya terpaksa menghampiri Refan.
__ADS_1
''Mas nggak ada baju tidur, terus aku pakai apa?''.Refan mengernyitkan dahinya dan kini beranjak dan berjalan menuju lemari.
Refan melihat baju yang baru di beli body guartnya itu,dan memicingkan bibirnya.
''Sayang, lihatlah ini baju tidur, sambil memperlihatkan beberapa lingerie yang tergantung,.
''Ah... bukan ,itu bukan baju tidur, tapi pakaian dalam, aku nggak mau pakai itu, aku malu ,apa lagi kan aku tidurnya sama kamu,
''Hei, kenapa harus malu, aku suami kamu, pakailah, aku nggak akan melihatnya, okey, ucapnya dan langsung ke kamar mandi.
Kenapa harus pakai ini, kalau aku tau akan jadi begini, mendingan aku bawa baju tidur dari rumah, batinnya sambil membolak balikkan gantungan.
Refan mengintip dari balik pintu kamar mandi melihat Sahila yang masih memandangi bajunya.
''Ternyata body guart pilihan papa handal juga ,tau apa yang aku butuhkan'' gumamnya dari balik pintu kamar mandi.
Setelah Sahila memakainya, Sahila langsung tiduran dan menutup seluruh badannya dengan selimut yang sangat tebal .
Refan yang melihatnya pun heran, bahkan kepala Sahila pun tak terlihat.
''Sayang kamu kenapa, apa kamu sudah tidur ?''sambil meraba selimut yang di pakai Sahila
''Maaasss.... Sahila menjerit karena terkejut dan kini dirinya merasa sangat malu,
Refan menelan ludahnya dengan susah payah, melihat Sahila dengan baju tidur yang sangat transparant itu, kulitnya yang putih pun terekspos, Sahila berusaha menutupi dengan kedua tangannya,
Sahila memejamkan matanya saat Refan mendekatkan wajahnya,
Refan mencium Sahila dengan lembut membuat Sahila ikut terbuai.
''Apa kamu sudah siap sekarang?'',
''A... aku... aku takut, ucapnya gelagapan.
''Ini tidak akan sakit, Aku janji padamu aku akan melakukannya pelan,
''Taa... tapi.... Sahila langsung terdiam karena bibirnya sudah terbungkam dengan bibir Refan,
Akhirnya Sahila pasrah dengan apa yang di lakukan Refan.
__ADS_1
Sahila hanya mengucapkan 'pelan' saat Refan melakukannya, dan itu telah di dengar Refan berkali kali,
Sahila sempat meneteskan air matanya, karena merasakan sakit dan perih bahkan punggung Refan menjadi sasaran kukunya, Sahila menggigit bibir bawahnya, karena hanya itu yang bisa di lakukannya.
Kesunyian malam yang menjadi saksi malam penyatuan antara Refan dan Sahila,
Kamar yang dingin pun menjadi panas dengan aksi Refan yang begitu bersemangat.
Sampai akhirnya Refan tumbang dan merebahkan badannya di samping Sahila.
Saat melihat Sahila penuh dengan peluh, Refan langsung meraih kepala dan memeluknya dengan begitu erat,
''Terima kasih untuk malam ini ,dan maaf aku sudah menyakitimu ucap Refan dan langsung mencium kening Sahila.
Sahila hanya tersenyum tipis dan masih merasakan sakit di bagian sensitifnya.
Refan menghujani wajah Sahila dengan ciuman saat teringat penghinaan yang dia lontarkan dulu ,Refan pernah menuduh Sahila memberikan tubuhnya pada laki laki kaya, dan ternyata semua itu berbalik arah, Bahkan dirinya sendirilah yang mengambil kesucian Sahila saat ini.
Refan terus memandang wajah Sahila yang sedang terlelap.
Aku yang mengucapkan itu saja merasa sakit, apa lagi kamu yang aku tuduh, dan pada kenyatannya itu semua tidak benar, kamu masih suci, dan aku lah orang yang pertama kali mengambil keperawananmu, berciuman saja tidak pernah, tapi aku sudah memalukannya di depan umum, terima kasih Tuhan ,Engkau sudah memberiku wanita yang begitu sempurna, aku akan berkali kali mengucapkan janji bahwa aku tidak akan menyakitinya, aku akan selalu menjaganya ,lirihnya. dan sekali lagi memberi ciuman yang begitu lama,
Refan merasa hatinya tetiris melihat wajah polos yang ada di sampinganya, Wajah yang sangat di bencinya saat pertama bertemu,Wajah yang selalu di hinanya, wajah yang menurutnya sangat kampungan, dan hanya menginginkan hartanya, air matanya kini bisa meleleh hanya dengan teringat masa lalu yang kelam itu,
Sampai akhirnya Refan ikut terlelap dan memeluk tubuh mungil Sahila.
Keesokan harinya, Sahila membuka matanya dan melihat Refan yang masih terlelap.
Niatnya sih mau ke kamar mandi duluan, tapi saat menggerakkan kakinya Sahila langsung menjerit, karena tak kuat menahan sakit,
Refan pun langsung terbangun saat mendengar jeritan Sahila.
''Sayang, kamu kenapa?'', tanya nya penasaran.
Hiks.... hiks....''Mas, sakit, aku nggak bisa jalan !''Sahila merengek.
''Maaf, Refan langsung menyibak selimut dan mengangkat tubuh mungil Sahila menuju kamar mandi,
Maaf buat para pembaca, kalau kurang puas dengan bab ini, Author minta maaf karena nggak bisa menampilkan secara detail. karena menurut Author, ini sudah lebih dari cukup, 🙏🙏🙏
__ADS_1