KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
BAb 60.Jet sky


__ADS_3

Tengah malam jam sudah menunjukkan pukul 00.00 waktu setempat, setelah Refan dengan Sahila menikmati indahnya sebagai pasangan suami istri, Refan mulai berjaga, mata nya sudah tak bisa terpejam ,hanya jam dinding yang selalu di liriknya,


Melihat wajah Sahila yang teduh membuat dirinya semakin bahagia, entah di lihat dari mana kebahagiaan itu, yang pasti saat ini tidak boleh hilang begitu saja.


Benar saja, Refan berjaga sampai pagi,


Di lihat dari jendela kamar langit sudah mulai cerah, saat itu juga Refan langsung membangunkan Sahila, namun yang di bangunkan hanya menggeliat dengan mata


masih terpejam.


''Sayang, kalau kamu nggak mau bangun baiklah,mas nggak mau mengajakmu ke laut, ucapnya di telinga Sahila, yang membuat sang empu langsung membuka matanya lebar lebar.


Sahila melihat jam dinding dan terkejut.


''Mas, memangnya sepagi ini kita ke lautnya, apa ini nggak terlalu pagi ,


Refan menggeleng


''Sekarang cepatlah ke kamar mandi, mas tunggu!'',


Setelah keduanya membersihkan diri masing masing, langsung saja mereka berjalan menuju laut,


''Apa yang bisa kita lihat di laut sepagi ini? tanyanya bodoh


''Tunggulah sebentar, kalau kemarin kita melihat sunset, sekarang kita akan menikmati sunrise di sini. ujarnya.


''Tapi kenapa sepagi ini aku sudah lapar ya, perasaan tadi malam aku banyak deh makannya, kata Sahila membuat Refan tersenyum kecil.


''Itu karena tadi malam aku sudah kuras tenagamu, jadi nggak heran kalau sekarang kamu lapar, jawab Refan santai.


Sedangkan Sahila hanya manggut manggut saja,


Benar saja, Setelah menunggu beberapa saat ,kini matahari itu mulai muncul ,dan ini lah yang di tunggu tunggu Refan.


Menikmati indahnya pagi bersama Sahila, tak berselang lama, mereka menikmati sarapannya di pinggir pantai,


Kali ini Sahila sudah tak protes, karena makanan yang di pesan Refan semua kesukaannya.


''Mas nggak makan?'' ucap Sahila saat melihat Refan hanya bengong memandangnya.


''Kalau nggak makan, mas nggak kuat untuk berperang di atas ranjang dengan mu ucapnya pelan, namun tetap saja, sebagai wanita Sahila sedikit malu


Sahila hanya diam tak menanggapi ucapan suaminya itu,

__ADS_1


Setelah beberapa saat ,mereka hanya diam di tempat, matahari mulai tinggi dan hari mulai panas, Namun pandangan Sahila masih saja mengarah ke arah laut biru,


''Aku lihat kamu sangat suka dengan laut, kenapa, apa indahnya ,itu cuma air?''


''Mas, kamu tau, ini kedua kalinya aku ke laut, dulu sebelum ayah meninggal beliau pernah mengajakku ke laut, namun saat aku belum puas ayah mengajakku pulang, kata ayah akan mengajakku lagi, tapi sebelum ayah mengajakku, ayah sakit dan meninggal, dan saat itu di kepalaku terngiang ngiang air laut, dalam hatiku cuma bertanya tanya kapan aku bisa ke laut, dan sekarang kamulah yang menggantikan ayah, mengajakku melihat pemandangan laut yang seindah ini,


''Oke, selama kamu belum puas ,aku tidak akan mengajakmu pulang, aku akan selalu menemani kamu di sini, ucapnya sambil merangkul pundak kecil Sahila,


''Mas aku ingin naik Jet Ski,?pinta Sahila.


Tak butuh waktu lama Refan menyiapkan apa yang di inginkan Sahila.


Setelah mereka ganti baju, kini mereka bersiap ,Sahila duduk di belakang memeluk perut Refan dengan begitu erat,


''Apa kamu siap, tanya Refan dengan mengeratkan tangan Sahila.


Sahila hanya menjawabnya dengan anggukan.


Meskipun matanya terpejam namun Sahila sangat menikmati, apa lagi bersama orang yang di cintainya.


Setelah selesai, Sahila bernafas dengan lega,


''Apa kamu puas?''Refan memastikan.


''Sangat, sangat puas, apa lagi aku naiknya sama kamu, dan ini adalah hari yang begitu indah, terima kasih, sambil menghela nafas,


Sahila menagngguk, dan kini mereka berjalan menuju hotel,


-----------------------------


Sama dengan Sahila, Sindi pun kangen dengan kepolosannya,


Setelah Sahila menikah, Sindy pun pulang pergi ke kampus hanya dengan Rendy,


Untuk mengusir kejenuhan Sindi memilih untuk jalan jalan, kali ini tujuannya adalah mall, sama seperti sebelum bertemu dengan Sahila, Sindi hanya berbelanja,.


''Maaf tante, aku nggak sengaja, ucap Sindi saat menarik baju yang sudah di pegang seseorang paruh baya, namun masih terlihat cantik.


''Nggak apa apa kalau kamu suka ambillah, lagian tante cuma mau lihat aja ,ucapnya,.


''Oh, iya nama kamu siapa?'', ucap seseorang yang kini berada di depan Sindi.


''Sindi tante, ucap Sindi pelan, sambil mencium punggung tangan ibu ibu paruh baya itu .

__ADS_1


''Nama yang cantik, nama tante Sonia, kamu mau nggak temani tante untuk makan, Soalnya anak tante lama banget nih, ucap Bu Sonia sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.


Sindi mengangguk dan mengikuti Bu Sonia masuk ke restoran.


Sindi mengikuti semua apa yang di pilih Bu Sonia,


''Aduh mama, kalau kirim pesan yang jelas dong, aku kan bingung, Mall di kota ini tu banyak, lagian ngapain sih mama ganggu, aku kan lagi kerja, ucap pria tampan dengan nafas ngos ngosan.


''Alasan saja lagian kamu nggak kerja juga nggak apa apa itu perusahaan papa,


''Duduk! ''mama Sonia dengan tegas.


Hah, Kak Iwan manggil mama, berarti tante ini mamanya kak Iwan. batin Sindi.


''Sin, kenalin ini anak tante namanya Iwan, namun Iwan masih saja setia dengan ponselnya dan tak melihat Sindi.


Sindi pura pura tak kenal dan menjulurkan tangannya.


''Kamu, Iwan kaget sambil melihat ke arah mamanya.


''Kalian sudah kenal?'' ucap mama Sonia.


Iwan mengangguk ,begitu pun dengan Sindi.


''Wah kebetulan dong, tadinya mama sempat berfikir mau menjodohkan kalian, kamu belum punya pacar kan?'', tanya mama Sonia sambil mengarah Sindi.


Sindi menggeleng dengan pelan,


''Ma, kenapa pakai jodoh jodohan segala sih, aku kan.... belum juga meneruskan ,mama Sonia sudah menatapnya dengan tatapan tajam.


''Sekarang mama mau pergi ,nanti kamu antar Sindi pulang!'' ucapnya sambil memegang tangan Iwan.


Setelah kepergian mama Sonia Iwan merasa tidak enak karena ucapan mamanya pun langsung minta maaf.


''Maafin mama ya, orangnya memang kayak gitu, kamu nggak usah dengarkan, dan jangan di fikirkan, ucap Iwan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


''Nggak apa apa kok kak, kita jalanin aja, yang penting tante Sonia senang, ucapnya santai.


''By the way, kamu sendiri di sini?'' tanya Iwan.


Sindi mengangguk, biasanya setiap aku keluar pasti dengan Sahila, tapi setelah menikah nggak mungkin kan aku ngajak dia,


Iwan hanya manggut manggut mendengar cerita Sindi.

__ADS_1


Akhirnya Sindi dan Iwan jalan bersama atas kemauan Mama Sonia, sampai mereka berpisah di depan restoran, karena Sindi membawa mobil sendiri.


''Ternyata Sindi asyik juga, baik lagi, apa aku harus mendengar apa kata mama, tapi apa ini nggak terlalu cepat, ah udahlah biarin saja, jalanin aja dulu, gumamnya, masih berdiri di depan restoran melihat mobil Sindi berlalu.


__ADS_2