KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 99.Ungkapan


__ADS_3

Refan masih saja canggung untuk bercanda dengan Sahila ,pasalnya Sahila selalu saja menjadi sosok pendiam semenjak kejadian di kantor tempo hari, tapi bukan berarti Sahila lepas dari tanggung jawabnya, masih sama dengan hari hari sebelumnya, Sahila tetap menyiapkan semua apa yang di butuhkan Refan.


Hari ini Refan menyempatkan waktu untuk memenuhi permintaan Sahila, apa lagi kalau bukan rumah sakit .


Setelah mobil terparkir ,Refan dan Sahila langsung saja masuk, sedangkan Mike hanya menunggu di mobil .


Sahila menjalani pemeriksaan yang sangat intensif, karena kali ini Refan benar benar ingin yang terbaik dan tak mau terjadi kesalahan sedikit pun.


Setelah beberapa jam, Refan lega melihat Sahila keluar dari ruang pemeriksaan.


''Gi mana Rin, apa kakak iparmu baik baik saja?'', tanya Refan dengan cepat .


''Kakak ipar baik baik saja, dan juga subur ,kalian tenang saja, nanti aku akan kasih tau kakak, kapan masa subur kakak ipar.


''Maksud kamu apa, apa aku harus menunggu itu kalau aku mau menyentuh istriku sendiri, ucap Refan membuat Ririn berdecak, sedangkan dengan sigap lengan kekar itu mendapat pukulan dari sang istri.


Refan langsung saja diam melihat mata Sahila yang mengarah padanya.


Setelah mendengar penjelasan dari Ririn ,Refan mulai faham apa yang harus di lakukannya dan yang tidak, tapi Refan sedikit keberatan,namun apa lah daya Demi Sahila yang begitu menginginkan seorang bayi.


Sedang kan di luar, Mike keluar dari mobil karena sedikit jenuh menunggu Refan dan Sahila yang tak keluar juga.


Bruk...... Suara tabrakan di pinggir jalan membuat Mike beranjak dari duduknya, Mike berlari menghampiri kerumunan.


''Permisi, ucap Mike dengan membelah kerumunan itu.


Betapa terkejutnya Wajah tampan itu melihat siapa yang sekarang duduk sambil memegang kedua lututnya yang penuh dengan darah.


Mike tak mengucapkan satu patah kata pun ,malah pergi meninggalkan kerumunan itu, kemarahannya meluap wajah yang cool itu kini berubah menjadi garang, seperti seekor harimau yang sedang mencari mangsa.


Mengingat sebuah kejadian yang sangat pahit, yang ingin di lupakannya seumur hidup nya, namun kenapa itu kembali lagi disaat dirinya sudah mulai bisa melupakan semua itu dengan hadirnya Ririn,

__ADS_1


Mike mengepalkan kedua tangannya dan mengeratkan giginya, namun semua itu di tahannya karena ini rumah sakit.


Tak sengaja wanita itupun melihat Mike yang sedang duduk di depan Rumah sakit, wajahnya terkejut sekali gus tegang.


''Mbak maaf, aku bisa kok jalan sendiri, ucap wanita yang baru saja kecelakaan itu dengan orang orang yang memapahnya.


Wanita itu menghampiri Mike yang sedang memandang jauh kedepan, kepalan tangannya itu membuat wanita itu menangis bukan karena sakit di lututnya melainkan teringat masa lalu,


Ya ,masa lalu yang kelam dalam hidupnya karena sudah meninggalkan laki laki yang sangat tampan dan juga baik.


Jalan yang tertatih serta lutut yang penuh darah itu pun tak di rasa,karena saat ini hanya satu yang akan di ucapkan wanita itu,apalagi kalau bukan kata maaf.


Tangisan itu mulai pecah melihat laki laki yang di cintainya berada depannya, meskipun kini tak mungkin lagi untuk mereka menjalin hubungan.


''Mas, ucap wanita itu dengan pelan, karena di sertai dengan sebuah tangisan.


Bukan menghadap , Mike malah berbalik arah memunggunginya.


''Aku tau kamu sangat marah padaku, aku juga tau kalau aku sudah menyakitimu, tapi kamu perlu tau, aku terpaksa melakukan itu semua, aku nggak ada pilihan lain, karena sekarang kita sudah bertemu, aku ingin minta maaf, aku nggak tau harus dengan cara apa aku mengembalikan rasa malu kamu, bahkan seumur hidupku pun aku tak bisa, tapi aku berjanji, aku akan membayar semua yang sudah kamu berikan padaku, bagaimana pun caranya, ucap wanita itu masih dalam tangisnya namun sedikit pun Mike menjawab atau menoleh.


''Kita ketemu nanti malam di sini, ucap Mike sambil menyodorkan sebuah kertas.


Wanita itu menerima dari tangan Mike.


''Jangan sampai lupa datang, aku tunggu, ucap Mike kembali dan langsung berlalu.


Sedangkan wanita itu hanya mengangguk.


Ada banyak pertanyaan dari benak Mike saat ini, namun semua itu di urungkan menunggu waktu yang di tentukannya.


Dalam perjalanan Mike diam seribu bahasa ,

__ADS_1


Begitu pun dengan Sahila yang masih saja mendiamkan Refan.


''Sayang bicaralah, mas nggak kuat kalau harus melihatmu diam, lebih baik kamu cerewet dari pada harus kayak gini. ucap Refan membujuk Sahila supaya berhenti ngambeknya.


''Oke, aku akan bicara, tapi nanti di rumah, aku ingin kamu menjawabnya dengan jujur, Sahila menghadap Refan.


Mendengar kalimat itu saja membuat Refan merasa lega, meskipun bukan kata sayang atau rindu, tapi setidaknya Sahila mau menjawabnya.


Benar saja, setibanya di rumah, Refan mengikuti Sahila masuk ke dalam kamar, Refan selalu saja membuntuti Sahila kemana pun dia pergi.


''Sekarang duduklah!'' perintah Sahila pada Refan sambil menunjuk sofa.


Dengan cepat pula ,Refan mengikuti apa yang di perintah sang istri.


Sahila terlihat begitu serius membuat Refan sedikit tegang.


''Mas, kamu harus jujur padaku, bukannya aku bermaksud lancang karena ingin tau perasaanmu padaku, tapi aku seorang istri, dan sewajarnya kamu tidak menutupi sesuatu itu dariku, perkataan Sahila pertama kali membuat Refan mengernyitkan dahinya.


Refan semakin menggeser duduknya mendekat ke arah sang istri.


''Maksud kamu apa, aku tidak pernah menutupi semua masalah darimu, bahkan untuk masa laluku pun kamu tau semuanya, untuk perasaanku padamu, apa kamu ingin aku membelah dadaku, supaya kamu percaya, bahwa aku sangat mencintaimu, ucap Refan serius sambil memegang kedua tangan Sahila.


Sahila menghela nafas panjang. ''Apa kamu sudah sepenuhnya melupakan mbak Kania?'', tanya Sahila kembali.


''Pertanyaan macam apa itu, apa kamu nggak percaya padaku ?''ucap Refan, namun dengan kata kata Refan membuat sahila semakin kesal.


''Bukan nggak percaya, tapi mas jawab saja, itu pertanyaan yang sangat mudah, aku cuma ingin tau saja, Sahila berharap Refan mau menjawabnya,.


''Mas sudah melupakan Kania ,bahkan sampai ke akarnya, dan mas nggak mau di antara kita masih saja menyebut namanya,.


''Kamu harus tau diriku satu lagi, aku tidak pernah main main dengan cinta, sekali aku mencintai seseorang, pasti aku akan memperjuangkannya gi mana pun caranya, tapi sekali saja hati mas ini di sakiti, disaat itu juga dia harus lenyap dari hatiku, dan jangan meragukan kesetiaanku, aku sangat mencintaimu, apapun yang kamu mau pasti akan aku kabulkan, kecuali meniggalkanmu, karena aku nggak akan sanggup, kecuali kalau kau membunuhku terlebih dahulu, ucap Refan menunduk,bahkan air mata Refan seakan ikut hadir menyaksikan sang tuannya, sedangkan Sahila malah terisak mendengar pernyataan Refan.

__ADS_1


''Terima kasih,aku juga mencintaimu, Maafkan aku, aku salah, dan langsung memeluk sang suami,


''Tidak apa apa, kamu tidak perlu minta maaf, percayalah padaku, ucapnya, sebuah ciuman pun akhirnya mendarat di kening Sahila.


__ADS_2