Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertempuran VI


__ADS_3

Dalam satu tarikan nafas, Luo Yenzi dan Yu Ciyeu menyerang secara bersamaan


Yu Ciyeu mendengus kesal, karena meskipun pisau pendeknya telah mengenai Luo Yenzi berkali-kali, namun tidak melukai Luo Yenzi sama sekali


Di sisi lain, Luo Yenzi mengerutkan keningnya, seperti kata pepatah, unta kurus lebih besar dari seekor kuda


Meskipun kemampuan Yu Ciyeu tidak berada di tingkat yang sama dengan pendekar suci yang sebenarnya


Tetapi masih sangat sulit bagi seorang pendekar kaisar untuk menang melawannya


Keduanya bertukar sampai seratus jurus sebelum Luo Yenzi melompat mundur


Luo Yenzi kemudian memandang sekelilingnya, ia melihat kehancuran dimana-mana


Pasukannya yang semakin ditekan oleh pasukan lawan membuat ia merasa sangat marah sekaligus tidak berdaya


Karena pasukan lawan, dua kali lebih banyak dari pasukannya


"Berani mengalihkan perhatian saat bertarung melawanku!!, sepertinya kau memang bosan hidup beruang tua!! " teriak Yu Ciyeu penuh amarah


Ia kemudian melemparkan pisau pendeknya dengan menggunakan tenaga dalam yang cukup banyak

__ADS_1


Pisau pendek melesat cepat ke arah Luo Yenzi, tetapi pria tua itu masih berdiri dengan tenang sambil menghela nafas


Detik berikutnya, tepat ketika pisau pendek Yu Ciyeu hendak menusuk tubuh Luo Yenzi dengan keras, sebuah energi pelindung yang terbuat dari tenaga dalam menghentikan pisau tersebut


Yu Ciyeu menaikan alisnya, ia bisa merasakan pelindung tenaga dalam Luo Yenzi lebih kuat dari sebelumnya


Selain itu, aura Luo Yenzi juga ikut berubah, jika sebelumnya aura Luo Yenzi setenang air, sekarang auranya penuh dengan kekerasan serta harus darah


Perubahan tersebut mengingatkan Yu Ciyeu pada sosok Luo Yenzi puluhan tahun silam


***


Wang Ren dan yang lainnya bergegas menuju sekte beruang putih dengan kecepatan maksimal mereka


Wang Ren sempat melirik Zhou Yu, khawatir anak tersebut ketinggalan


Namun setelah melihat Zhou Yu dapat mengikuti mereka tanpa kesulitan membuat Wang Ren tidak punya perasaan lain, selain terkejut dan penuh kekaguman


Zhou Yu mengepalkan tangannya dengan erat, ia tidak gugup sama sekali, tetapi berharap ia dapat membantu di medan pertempuran nanti


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka akhirnya tiba di sekte beruang putih

__ADS_1


Wang Ren menahan nafas melihat kehancuran yang terjadi di depannya, tetapi sesaat kemudian ia menyadari bahwa meskipun dinding sekte menerima kerusakan yang sangat parah, namun setiap bagian dalam sekte beruang putih masih belum tersentuh


Kondisi tersebut juga di lihat oleh yang lainnya sehingga membuat mereka tidak bisa tidak menghela nafas kagum


Berbeda dengan mereka, Han Fei sebagai tetua sekte beruang putih sangat marah melihat kondisi sektenya


Ia tidak mengatakan apapun, selain mempercepat langkahnya, yang di ikuti oleh Wang Ren dan yang lainnya


Tidak mau membuang waktu lagi, mereka segera memasuki medan pertempuran


Wang Ren melihat sekelilingnya, ia bisa melihat bahwa sekte beruang putih berada dalam posisi yang kurang menguntungkan


"Akan butuh waktu lama bagi pasukan kota untuk mencapai sekte beruang putih, namun saat ini situasinya benar-benar rumit " Wang Ren merenungkan


Karena kecepatan pasukan kota tidak dapat mengimbangi Wang Ren dan yang lainnya sehingga membuat Wang Ren dan yang lainnya terpaksa meninggalkan mereka di belakang


Tepat ketika Wang Ren masih merenungkan situasi yang sedang terjadi


Ia merasakan perasaan bahaya serta hembusan angin yang sangat tajam berasal dari punggung lehernya


Wang Ren tidak ragu, ia berguling ke deoan menghindari serangan tersebut

__ADS_1


Ia berbalik menatap tajam orang yang menyerangnya, terlihat penyerang tersebut sedang menyeringai ke arahnya


__ADS_2