
"Jika aku mengingat dengan benar, kau adalah Xu Wendao, putra kepala keluarga Xu bukan ?" Seorang pria paruh baya berkata sambil menatap pemuda dihadapannya
Xu Wendao tidak menjawab dan hanya menatap keduanya dengan alis berkerut
Melihat bahwa Xu Wendao tidak berniat membalas, pria paruh baya tersebut kembali berkata "Aku tahu kau sudah menyelidiki kami begitu lama, jadi kenapa kau menjadi pemalu setelah bertemu dengan kami langsung ?"
Setelah mengatakan itu, pria paruh baya tersebut menghela nafas dan berkata "Sejujurnya aku sangat terkejut kau memiliki kemampuan yang cukup tinggi, karena menurut perkataan ayahmu, jangankan menguasai ilmu silat, kau bahkan tidak bisa membunuh seekor ayam"
"Aku jadi penasaran apa reaksi ayahmu jika mengetahui bahwa putra yang selalu dipandang sebelah mata olehnya ternyata adalah seorang pendekar yang cukup mampu "
"Aku juga penasaran kakak, bagaimana reaksi ayahnya jiga mengetahui bahwa putranya berusaha menyelidiki orang yang sudah membantu keluarga mereka" Pria paruh baya lainnya menimpali sambil menatap Xu Wendao dengan senyum dingin
Xu Wendao mendengus dan akhirnya buka suara "Kalian tidak perlu khawatir tentang bagaimana reaksi ayahku, karena kalian tidak akan mempunyai kesempatan untuk melihat kejadian itu "
Setelah mengatakan itu, Xu Wendao melemparkan pisau yang dilapisi tenaga dalam ke arah keduanya
Salah satu pria paruh baya mendengus dan berhasil menghentikan kedua pisau yang melesat ke arahnya dengan mudah
Namun tepat ketika ia berniat membalas serangan, Xu Wendao telah berbalik melarikan diri
Keduanya saling memandang sejenak sebelum melesat secara bersamaan untuk mengejar pemuda tersebut
Xu Wendao berusaha mengalirkan tenaga dalamnya sebanyak mungkin, namun karena ilmu meringankan tubuhnya tidak terlalu tinggi
__ADS_1
Di tambah dengan jarak antara kekuatannya dan kedua pria paruh baya cukup besar, sehingga hanya dalam beberapa saat, kedua pria paruh baya tersebut berhasil menyusulnya
***
Salah satu pria paruh baya menatap Xu Wendao, kemudian melirik arah yang akan dituju pemuda tersebut dan berkata dengan nada meremehkan "Jadi kau berniat meminta bantuan walikota ?, sayangnya pria tua itu juga bukanlah lawan kami"
Xu Wendao tidak menjawab dan hanya menatap keduanya dengan waspada
Melihat bahwa ia tidak memiliki celah untuk melarikan diri, pemuda tersebut kemudian mengeluarkan dua buah belati dari lengan bajunya dan melesat ke arah kedua pria paruh baya tersebut
Menghadapi serangan Xu Wendao, kedua pria paruh baya terlihat tenang
Salah satunya kemudian bergerak dan langsung berhadapan dengan Xu Wendao
Setelah jarak keduanya cukup dekat, Xu Wendao mengayunkan belatinya ke arah leher pria paruh baya tersebut
Pertarungan keduanya cukup sengit dan hanya dalam beberapa nafas, keduanya telah bertukar belasan jurus dengan Xu Wendao yang terus-menerus dirugikan
Meskipun serangan-serangan Xu Wendao sangat sengit dengan terus-menerus mengincar titik vital pria paruh baya tersebut
Namun kekuatan pria paruh baya tersebut berada di atasnya, sehingga usaha Xu Wendao masih belum membuahkan hasil
Akan tetapi meskipun belum berhasil melukai pria paruh baya tersebut, serangan-serangan Xu Wendao bukan tanpa hasil, karena berkat serangan-serangan tersebut
__ADS_1
Pria paruh baya tersebut harus lebih berhati-hati, sehingga ia tidak bisa menampilkan kekuatan penuhnya yang membuat Xu Wendao masih bisa bertahan sampai sekarang
Pria paruh baya tersebut tentunya menyadari situasi tersebut, namun meskipun demikian ia sepertinya ia tidak terburu-buru untuk mengubah situasi pertempuran yang menemui jalan buntu tersebut
Berbeda dengan pria paruh baya tersebut yang terlihat tenang, tekanan Xu Wendao tentunya sangat besar
Apalagi tenaga dalamnya semakin menipis yang membuat pemuda tersebut menjadi semakin gelisah
Xu Wendao diam-diam mengutuk dirinya sendiri karena melakukan tindakan bodoh dengan mengkonsumsi tenaga dalam secara berlebihan saat melarikan diri tadi
Tepat ketika pertarungan keduanya semakin memuncak
Sebuah serangan diam-diam berhasil mengenai punggung Xu Wendao dengan telak, sehingga membuat pemuda tersebut terlempar dan muntah darah
***
"Kenapa kau tiba-tiba ikut campur dan menggangu kesenanganku, kakak " Pria paruh baya yang bertarung dengan Xu Wendao sebelumnya langsung protes ke arah pria paruh baya lainnya
Pria paruh baya tersebut mendengus dan menjawab dengan nada teguran "Kau terlalu banyak membuang waktu, jika aku tidak turun tangan dengan cepat, mungkin kau baru mengakhiri semua ini saat matahari terbit nanti"
Pria paruh baya yang ditegur balik mendengus, namun tidak mengatakan apapun
Sementara itu pria paruh baya yang melakukan serangan menyelinap tadi kemudian berjalan ke arah Xu Wendao yang tergeletak di tanah dengan seringai dibibirnya
__ADS_1
Akan tetapi tepat ketika jarak antara keduanya tinggal beberapa langkah
Wajah pria paruh baya tersebut berubah dan buru-buru melompat mundur