
Ketika jarak antara Zhou Yu dan desa di bawahnya semakin dekat, teriakan-teriakan memilukan yang datang dari arah bawah semakin kencang memasuki telinga pemuda bertopeng tersebut
***
"Saudara Hu, kita tidak bisa bertarung lagi, para siluman ini sangat kuat dan kita tidak bisa mengalahkan mereka dalam waktu yang singkat, jadi sebaiknya kita segera pergi dari desa ini sekarang juga " Seorang pria berusia sekitar 30 tahunan berteriak dengan cemas ke salah satu rekannya
Pria yang diteriaki dengan panggilan Saudara Hu menoleh, kemudian menatap rekan-rekan lainnya, ketika melihat wajah kelelahan rekan-rekannya itu, pria tersebut merasa bersalah dan ingin mengikuti saran rekannya itu
Namun ketika tatapannya tanpa sengaja menyapu penduduk desa yang baru saja terlempar sampai mati akibat terkena serangan salah satu siluman
Pria tersebut berkata dengan ragu-ragu "Tapi jika kita pergi, aku takut penduduk desa ini... "
"Tidak ada tapi " Pria yang sebelumnya berteriak, menyela perkataan saudara Hu dan berkata dengan keras "Jangan lupakan prioritas utama kita saudara Hu "
__ADS_1
"Dibelakang kita saat ini, pasukan medis sedang berada dalam situasi yang sangat berbahaya, jika kita tidak segera mengirimkan informasi yang kita miliki kepada pasukan di garis depan, aku khawatir kali ini pasukan medis tidak akan selamat dari bencana. jadi aku memohon kepadamu, berikan perintah mundur kepada kami sekarang juga, saudara Hu "
Pria bermarga Hu terdiam sambil menatap sekelilingnya, melihat wajah rekan-rekannya yang setuju dengan pernyataan tersebut dan mayat-mayat penduduk desa yang tewas akibat serangan para siluman
Saudara Hu menarik nafas panjang, sebelum berkata dengan tegas "Baiklah, mundur sekarang juga "
Mendengar perintah pria bermarga Hu, seluruh tim yang terdiri dari sepuluh orang bergerak cepat dan mengambil jarak dari para siluman yang sedang mereka hadapi
Namun ketika melihat saudara Hu tidak berniat mundur, pria yang sebelumnya berteriak mengerutkan kening dan bertanya "Apa maksud anda, saudara Hu ?"
"Bukan saatnya menjadi egois, saudara Hu" Pria tadi berteriak keras setelah mengetahui makna pria bermarga Hu tersebut
Saudara Hu tersenyum dan berkata "Saudara Li, aku mengerti akan hal itu, tapi jika aku ikut mundur bersama kalian, aku akan memiliki hati nurani yang bersalah kepada para penduduk desa ini sepanjang hidupku "
__ADS_1
"Jika kau berbicara tentang hati nurani yang bersalah, lalu apa bedanya dengan kami ?" Pria itu bertanya dengan mata merah
Saudara Hu menggelengkan kepalanya dan menjawab "Aku kapten tim ini, aku lah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada tim ini, jadi biarkan semua kesalahan dan kelalaian kali ini, aku sendiri lah yang menanggungnya"
Setelah mengatakan itu, Saudara Hu menarik nafas dan berkata dengan tegas "Saudara Li, di antara kami semua, anda lah yang paling bijak dan masuk akal, jadi aku akan menyerahkan posisiku kepadamu dan meminta supaya kau segera membawa seluruh tim pergi dari sini "
Saudara Li ingin mengatakan sesuatu, namun melihat wajah saudara Hu, ia menelan kembali ucapan dan segera membawa tim pergi dari desa tersebut
Melihat kepergian timnya, saudara Hu tersenyum lega dan berkata kepada para siluman yang ada di sana "Siluman sialan, jika kalian memang memiliki keberanian, lawan aku sekarang juga "
Mungkin terdengar tidak masuk akal ketika seseorang berusaha berbicara dengan siluman yang kebijaksanaannya masih sangat rendah
Namun seolah mengerti dan terprovokasi oleh ucapan pria tersebut, para siluman yang sedang mengamuk tiba-tiba menghentikan tindakan mereka dan bergegas menyerang ke arah pria tersebut
__ADS_1
Melihat gerakan tersebut, Saudara Hu menarik nafas panjang sambil mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya yang membuat momentumnya meningkatkan dengan cepat
...