
"Jurus apa yang dia gunakan sebenarnya ?, daya hancurnya sangat menakutkan " Penatua Agung berkata setelah berhasil menstabilkan tubuhnya
Disisi lain, pria tua yang sebelumnya berbicara dengan Penatua Agung menarik nafas dan berkata "Orang tua Li, kalian benar-benar bersembunyi dengan sangat dalam. jurus seperti itu, kecuali Sekte Besar yang memiliki sejarah panjang seperti keempat Sekte Utama, hampir sebagian besar sekte tidak akan mempunyainya "
Mendengar pernyataan tersebut, Penatua Agung tidak menjawab
Sebagai seorang Penatua Agung yang posisinya berada di bawah satu orang dan di atas ribuan orang
Pria tua tersebut mempunyai akses hampir ke semua hal yang ada di dalam Sekte Pedang Kembar
Karena itu, ia sangat menyadari bahwa Sekte Pedang Kembar tidak mempunyai jurus sehebat itu
Sabab jika mereka mempunyainya, Sekte Pedang Kembar tidak akan menggunakan Kitab Pedang Kembar untuk menjadi dasar sekte mereka
Namun bahkan jika ia mengetahui akan hal tersebut, Penatua Agung tidak mungkin menjawab pernyataan pria tua tadi karena kejujurannya pasti akan di cap sebagai sebuah omong kosong
***
"Kau sangat ceroboh, menggunakan jurus kelima di awal pertempuran bukanlah pilihan yang bijak " Suara di dalam kepala Zhou Yu berkata sebelum kemudian menambahkan "Tapi harus aku akui itu cukup menyegarkan, sudah lama sekali aku tidak merasakan jurus ini "
Mendengar pernyataan tersebut, Zhou Yu tidak menjawab, tatapannya terus terpaku ke pusat ledakan
Melihat asap tebal yang menutupi pandangannya mulai perlahan-lahan bubar, Zhou Yu menaikan alisnya
Setelah beberapa saat, asap tebal tersebut semakin menipis, sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut bisa melihat sesosok tubuh raksasa yang tengah berbaring di tanah
__ADS_1
Melihat pemandangan tersebut, Zhou Yu berjalan selangkah demi selangkah menuju Kera Raksasa
Setelah terkena serangan Zhou Yu tadi, tubuh Kera Raksasa menjadi gosong dan ukurannya kembali seperti semula
Namun meskipun demikian, Kera Raksasa tersebut masih mempunyai nafas yang tersisa sehingga membuat Zhou Yu tidak bisa tidak merasa kagum dengan vitalitas yang dimilikinya
Disisi lain, merasakan aura orang yang membuatnya tidak berdaya
Kera Raksasa berusaha membuka matanya
Setelah itu, tatapannya kemudian beradu dengan tatapan milik Zhou Yu
Berbeda dengan sebelumnya, tatapan Kera Raksasa tidak lagi mengandung kemarahan ataupun niat membunuh
Zhou Yu kemudian berhenti tepat di samping siluman tersebut dan berkata "Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, tapi aku akui kau adalah lawan yang merepotkan "
"Sebagai rasa hormatku, Aku akan segera mengakhiri rasa sakit yang kau rasakan sekarang juga" Sambung pemuda bertopeng tersebut sambil mengangkat Pedang Raja Harimau Emas dan menusukkannya ke arah jantung siluman tersebut
Kera Raksasa mendengus saat pedang pemuda bertopeng tersebut menembus jantungnya
Namun meskipun demikian, tidak ada fluktuasi dari mata siluman tersebut, bahkan Kera Raksasa tidak menjerit enggan layaknya siluman pada umumnya
Siluman tersebut hanya menatap Zhou Yu dengan tenang, sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut ikut menatapnya balik
Zhou Yu kemudian mencabut Pedang Raja Harimau Emas dan menyarungkannya kembali
__ADS_1
Bersamaan dengan tindakannya tersebut, Kera Raksasa kembali mendengus dan menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya
***
"Apa kau baik-baik saja ?" Bayangan Hitam berkata sambil melirik Lei Jun yang ada dibelakang
Lei Jun mengangguk dan menjawab "Aku baik-baik saja, terima kasih karena telah menyelamatkanku senior "
Bayangan Hitam mengangguk dan melirik ke lokasi Zhou Yu dan Kera Raksasa yang masih tertutup asap tebal dan berkata "Untungnya kita berada cukup jauh dari pusat ledakan, jika tidak, aku tidak akan bisa melindungimu "
"Tadi itu benar-benar menakutkan " Lei Jun ikut mengalihkan perhatiannya dan berkata "Apakah ini kekuatan Tuan Muda yang sebenarnya, senior ?"
Bayangan Hitam tidak menjawab, karena ia sendiri juga sangat terkejut dengan kejadian tadi
Meskipun ia menyadari bakat Tuan Mudanya itu sangat menakutkan
Pria paruh baya tersebut tidak pernah mengharapkan Zhou Yu akan tumbuh begitu cepat
Meskipun latar belakangnya hanyalah orang biasa, namun ia juga memahami bahwa kekuatan yang ditunjukkan Zhou Yu tadi terlalu menakutkan untuk anak seusianya yang membuat pria paruh baya tersebut tidak berani berkomentar
Disisi lain, melihat Bayangan Hitam tidak menjawab, Lei Jun tidak mengejar lebih jauh
Ia kemudian melirik telapak tangannya, melihat tanda berbentuk petir yang tiba-tiba muncul di balik telapak tangannya, pemuda tersebut langsung kembali mengepalkan tangan dan menyembunyikannya di balik jubah
***
__ADS_1