
Bersamaan dengan keberangkatan Zhou Yu dari kota Shen
Di sebuah lembah, dibalik pepohonan yang lebat, dengan pencahayaan yang sangat kurang
Samar-samar terlihat sebuah gua di dalamnya
Dibalik gua tersebut, terdapat empat orang pria yang sedang duduk melingkar dengan sebuah perapian di tengahnya
Aura negatif yang tidak menyenangkan samar-samar bocor dari tubuh keempat pria tersebut
Meskipun hanya kebocoran aura, namun jika manusia maupun hewan melewati area gua tersebut, mereka akan merasa tercekik dan nafas kematian yang mendekat, sehingga area sekitarnya terlihat sangat sunyi
Jika ada tokoh dunia persilatan yang melihat keempat orang pria tersebut bersama saat ini, mereka pasti akan sangat terpana dan bermartabat, karena keempat orang pria tersebut adalah empat dewa dari aliran hitam yang terkenal
"Sepertinya keadanmu tidak begitu baik, Pembantaian " Salah satu pria paruh baya yang terlihat berusia 50an buka suara dengan nada mengejek
Pria paruh baya tersebut adalah Nie Yunhai, yang berjuluk Dewa Haus Darah
Dewa Pembantaian mendengus dingin "Kondisiku saat ini masih cukup untuk membuatmu kehilangan beberapa anggota tubuhmu "
Dewa Haus Darah menyeringai sambil menjilat bibirnya "Benarkan ? jika begitu, maka biarkan aku ingin mencobanya, sudah lama aku tidak meminum esensi darah dari pendekar tingkat tinggi "
"Dan aku tidak keberatan untuk memotong tubuhmu menjadi beberapa bagian " Dewa Pembantaian mencibir sambil mengeluarkan aura pembunuh yang luar biasa pekat
Alasan Ren Zhixing mendapatkan gelar dewa pembantaian adalah karena kecintaannya dalam pembunuhan dan pembantaian, sehingga di antara keempatnya, aura pembunuh Dewa Pembantaian adalah yang paling pekat
Karena itu, aura pembunuh tersebut bahkan berhasil membuat tubuh Dewa Haus Darah sedikit bergidik dan membuat suasana gua terasa tidak nyaman
"Hentikan lelucon ini !" sebuah suara tua yang agak serak dengan momentum agung menghentikan pertengkaran keduanya
Suara tersebut berasal dari salah satu pria, yang terlihat paling sepuh
Dewa pembantaian melirik pria sepuh tersebut, kemudian menarik kembali aura pembunuhnya
Dewa Pembantaian dan Dewa Haus Darah saling memandang kemudian sama-sama mendengus dingin
Meskipun keduanya tidak puas, namun mereka tidak ingin menyinggung pria sepuh tersebut
Sebab, meskipun mereka sama-sama pendekar suci yang telah membuka delapan gerbang
Pria sepuh tersebut adalah Wu Liang, yang memiliki julukan Dewa Tengkorak Hitam
"Kalian terlalu kekanak-kanakan, sebagai patriark dari sekte besar dan pilar utama aliran hitam, kalian seharusnya bisa sedikit akur, bukan malah bertarung setiap kali bertemu " Dewa tengkorak hitam menatap keduanya dengan tajam
Di sisi lain, pria sepuh lainnya terkekeh sambil menggelengkan kepala
Pria sepuh tersebut terlihat hampir seusia Dewa Tengkorak Hitam
Ia adalah Chu Hunian, yang memiliki julukan Dewa Setan Rubah
Meskipun usianya hampir setara Dewa Tengkorak Hitam, namun di antara keempatnya, Chu Hunian adalah yang paling lemah
__ADS_1
Namun kebanyakan tokoh di dunia persilatan lebih rela berhadapan dengan Dewa Pembantaian atau Dewa Haus Darah dari pada dengan pria sepuh tersebut, karena Chu Hunian adalah orang yang paling licik dan merepotkan di antara keempatnya
Berkumpulnya keempat dewa dari aliran hitam, bukanlah perjalanan pribadi yang sederhana
Namun mereka mewakili keempat sekte besar yang ada di belakang keempatnya, yaitu
Sekte Tengkorak Hitam yang dipimpin oleh Dewa Tengkorak Hitam
Sekte Iblis Darah yang dipimpin oleh Dewa Pembantaian
Sekte Darah yang dipimpin oleh Dewa Haus Darah, dan
Sekte Neraka yang dipimpin oleh Dewa Setan Rubah
Keempat sekte tersebut merupakan sekte besar yang memiliki status yang setara dengan Sekte Gunung Kunlun dan ketiga sekte pilar lainnya
***
Dewa Tengkorak Hitam mengalihkan perhatiannya kepada Dewa Pembantaian, kemudian bertanya "Apa yang sebenarnya terjadi ?"
Wajah Dewa Pembantaian berubah serius "Seperti yang kalian telah dengar, rencana yang telah kita buat memang berhasil menarik senior Dewa Mabuk dari bayang-bayang, dan aku bertukar beberapa pukulan dengannya "
"Dia juga tidak bodoh, dia tahu alasan penyerangan Sekte Beruang Putih adalah untuk menariknya keluar dari bayang-bayang "
"Dari maknanya, dia akan tetap bersikap netral dan tidak akan memihak ke arah aliran putih, selama kita tidak menyeret rakyat jelata ke dalam pertempuran ini "
Bersamaan dengan keberangkatan Zhou Yu dari kota Shen
Di sebuah lembah, dibalik pepohonan yang lebat, dengan pencahayaan yang sangat kurang
Samar-samar terlihat sebuah gua di dalamnya
Dibalik gua tersebut, terdapat empat orang pria yang sedang duduk melingkar dengan sebuah perapian di tengahnya
Aura negatif yang tidak menyenangkan samar-samar bocor dari tubuh keempat pria tersebut
Meskipun hanya kebocoran aura, namun jika manusia maupun hewan melewati area gua tersebut, mereka akan merasa tercekik dan nafas kematian yang mendekat, sehingga area sekitarnya terlihat sangat sunyi
Jika ada tokoh dunia persilatan yang melihat keempat orang pria tersebut bersama saat ini, mereka pasti akan sangat terpana dan bermartabat, karena keempat orang pria tersebut adalah empat dewa dari aliran hitam yang terkenal
"Sepertinya keadanmu tidak begitu baik, Pembantaian " Salah satu pria paruh baya yang terlihat berusia 50an buka suara dengan nada mengejek
Pria paruh baya tersebut adalah Nie Yunhai, yang berjuluk Dewa Haus Darah
Dewa Pembantaian mendengus dingin "Kondisiku saat ini masih cukup untuk membuatmu kehilangan beberapa anggota tubuhmu "
Dewa Haus Darah menyeringai sambil menjilat bibirnya "Benarkan ? jika begitu, maka biarkan aku ingin mencobanya, sudah lama aku tidak meminum esensi darah dari pendekar tingkat tinggi "
"Dan aku tidak keberatan untuk memotong tubuhmu menjadi beberapa bagian " Dewa Pembantaian mencibir sambil mengeluarkan aura pembunuh yang luar biasa pekat
Alasan Ren Zhixing mendapatkan gelar dewa pembantaian adalah karena kecintaannya dalam pembunuhan dan pembantaian, sehingga di antara keempatnya, aura pembunuh Dewa Pembantaian adalah yang paling pekat
__ADS_1
Karena itu, aura pembunuh tersebut bahkan berhasil membuat tubuh Dewa Haus Darah sedikit bergidik dan membuat suasana gua terasa tidak nyaman
"Hentikan lelucon ini !" sebuah suara tua yang agak serak dengan momentum agung menghentikan pertengkaran keduanya
Suara tersebut berasal dari salah satu pria, yang terlihat paling sepuh
Dewa pembantaian melirik pria sepuh tersebut, kemudian menarik kembali aura pembunuhnya
Dewa Pembantaian dan Dewa Haus Darah saling memandang kemudian sama-sama mendengus dingin
Meskipun keduanya tidak puas, namun mereka tidak ingin menyinggung pria sepuh tersebut
Sebab, meskipun mereka sama-sama pendekar suci yang telah membuka delapan gerbang
Pria sepuh tersebut adalah Wu Liang, yang memiliki julukan Dewa Tengkorak Hitam
"Kalian terlalu kekanak-kanakan, sebagai patriark dari sekte besar dan pilar utama aliran hitam, kalian seharusnya bisa sedikit akur, bukan malah bertarung setiap kali bertemu " Dewa tengkorak hitam menatap keduanya dengan tajam
Di sisi lain, pria sepuh lainnya terkekeh sambil menggelengkan kepala
Pria sepuh tersebut terlihat hampir seusia Dewa Tengkorak Hitam
Ia adalah Chu Hunian, yang memiliki julukan Dewa Setan Rubah
Meskipun usianya hampir setara Dewa Tengkorak Hitam, namun di antara keempatnya, Chu Hunian adalah yang paling lemah
Namun kebanyakan tokoh di dunia persilatan lebih rela berhadapan dengan Dewa Pembantaian atau Dewa Haus Darah dari pada dengan pria sepuh tersebut, karena Chu Hunian adalah orang yang paling licik dan merepotkan di antara keempatnya
Berkumpulnya keempat dewa dari aliran hitam, bukanlah perjalanan pribadi yang sederhana
Namun mereka mewakili keempat sekte besar yang ada di belakang keempatnya, yaitu
Sekte Tengkorak Hitam yang dipimpin oleh Dewa Tengkorak Hitam
Sekte Iblis Darah yang dipimpin oleh Dewa Pembantaian
Sekte Darah yang dipimpin oleh Dewa Haus Darah, dan
Sekte Neraka yang dipimpin oleh Dewa Setan Rubah
Keempat sekte tersebut merupakan sekte besar yang memiliki status yang setara dengan Sekte Gunung Kunlun dan ketiga sekte pilar lainnya
***
Dewa Tengkorak Hitam mengalihkan perhatiannya kepada Dewa Pembantaian, kemudian bertanya "Apa yang sebenarnya terjadi ?"
Wajah Dewa Pembantaian berubah serius "Seperti yang kalian telah dengar, rencana yang telah kita buat memang berhasil menarik senior Dewa Mabuk dari bayang-bayang, dan aku bertukar beberapa pukulan dengannya "
"Dia juga tidak bodoh, dia tahu alasan penyerangan Sekte Beruang Putih adalah untuk menariknya keluar dari bayang-bayang "
"Dari maknanya, dia akan tetap bersikap netral dan tidak akan memihak ke arah aliran putih, selama kita tidak menyeret rakyat jelata ke dalam pertempuran ini "
__ADS_1