Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Niat Pedang Ming An


__ADS_3

Ming An menatap sekelilingnya, namun ketika tidak menemukan seseorang yang ia cari, wajahnya dipenuhi kecemasan


Tepat ketika ia ingin kembali mencari, 4 aura yang sangat kuat mengunci posisinya, sehingga ia berhenti dan tidak melanjutkan niatnya


"Siapa kau anak muda ? kenapa kau ada di sini " Sebuah suara tua yang serak dengan nada agung terdengar di telinga Ming An seperti sambaran petir


Bersamaan dengan munculnya suara tersebut, empat sosok pria tua yang diselimuti kabut hitam tiba-tiba muncul dihadapan Ming An


Namun Ming An tidak bereaksi atas serangan suara tadi ataupun terkejut karena kemunculan keempatnya


Ia menatap keempatnya dengan tenang dan berkata "Patriark Sekte Pedang Kembar, Ming An. Memberi hormat kepada keempat senior "


"Si anak ajaib ?" Ren Zhixing berkata dengan nada terkejut


"Senior bercanda, gelar itu hanya lelucon yang dibuat para pelancong, junior tidak berani menerimanya " Ming An menjawab dengan rendah hati


Belum sempat Ren Zhixing membalas, Wu Liang menyala dari samping "Tapi aku pikir gelar ini sangat cocok untukmu"


Ming An menaikan alisnya dan menatap Wu Liang dengan waspada, ia memiliki perasaan tidak bisa bersembunyi dibawah tatapan pria tua tersebut


Perasaan tersebut hanya ia dapatkan ketika berhadapan dengan Dewa Naga Putih dari Sekte Gunung Kunlun, ketika pertemuan aliran putih sebelum perang kedua aliran terjadi


Tepat ketika Ming An berniat membalas


Lima sosok pria tua lain tiba-tiba muncul

__ADS_1


"Aku tidak menduga para dewa aliran hitam sangat cekatan " Yun Ao berkata pelan


Ia kemudian menatap Ming An dan berkata dengan penuh arti "Patriark Ming juga ada di sini "


Ming An tersenyum dan menjawab "Junior memberi hormat kepada para senior "


Dihadapkan dengan 9 dewa dunia persilatan, penampilan Ming An masih tenang dan tanpa cela, sehingga membuat mereka, kecuali Wu Liang dan Yun Ao terkejut


"Apakah dia yang diberi gelar anak ajaib ? jenius paling mempesona 100 tahun terakhir " Bing Yuan berkata sambil menatap Ming An


Meskipun Bing Yuan akhirnya bergabung dengan aliran putih untuk memerangi aliran hitam


Namun ia bergabung setelah aliran putih mengadakan pertemuan dan menyatakan perang terhadap aliran hitam, sehingga ia belum pernah bertemu langsung dengan Ming An


Yun Ao mengangguk dan mengiyakan, sehingga membuat Ming An tersenyum pahit


***


Yun Ao menatap sekelilingnya, kemudian berkata dengan datar "Kalian aliran hitam benar-benar telah melampaui batas "


"Batas ? " Wu Liang mendengus "Dalam sebuah perang tidak ada yang namanya batasan, selama apa yang dilakukan itu menguntungkan, apapun bisa dilakukan "


"Tapi perang ini adalah perang antara kedua aliran, kenapa kalian melibatkan rakyat yang tidak bersalah di dalamnya ?" Yun Ao bertanya dengan tajam


"Bukankah sudah jelas ? kalian aliran putih terlalu bodoh dengan berusaha melindungi orang-orang tidak berguna ini ? " Wu Liang tersenyum dingin "Dan jika kami tidak memanfaatkan kebodohan kalian, bukankah artinya kami sama bodohnya dengan kalian ?"

__ADS_1


"Bodoh ? " Yun Ao bertanya sambil melepaskan Aura Bertarung yang sangat dasyat "Disini kau lah yang bodoh Wu Liang, dengan gerakan kalian ini, sudah tidak ada lagi alasan bagi kami untuk menahan diri "


"Dan sudah tidak ada lagi alasan bagi Kekaisaran Song dan saudara Tao untuk tidak terlibat dalam perang ini "


Wu Liang tersenyum dingin "Apa kau pikir dengan perkataan hebatmu itu aku akan menyusut ? jika demikian kau terlalu memandang rendah diriku Yun Ao "


"Karena aku berani melakukannya, artinya aku sudah siap dengan segala konsekuensinya "


"Dan soal pemabuk tua itu. kenapa aku harus menghindarinya, ketika dia sendiri sudah bersiap terlibat di dalam perang ini ?"


Setelah mengatakan itu, Wu Liang melepaskan Aura Pembunuh yang tidak kalah hebatnya dengan Aura Bertarung Yun Ao


Bersamaan dengan tindakan Wu Liang, ketiga dewa lainnya juga melakukan hal yang sama, di susul oleh para dewa dari pihak aliran putih


Ming An yang belum siap sempat kesulitan bernafas, ia kemudian segera melepaskan Aura Bertarung untuk menahan dampak tabrakan aura tersebut


Meskipun momentumnya masih jauh lebih lemah dari dewa terlemah sekalipun, namun Ming An tidak lagi kesulitan bernafas dibawah situasi mengerikan tersebut


Melihat situasi semakin berbahaya dan siap meledak kapan saja


Ming An berdehem pelan sambil melepaskan Niat Pedang yang sangat tajam ke tengah-tengah tabrakan antara dua kelompok aura tersebut


Tempat tabrakan antara dua kelompok aura sempat terbelah saat Niat Pedang Ming An melewatinya, sebelum kembali tertutup rapat, sehingga mengejutkan kedua kelompok tersebut


***

__ADS_1


Maaf baru rilis chapter lagi, saya sakit selama 3 hari, sekarang pun belum kembali vit seperti biasanya...


__ADS_2