Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Perang II


__ADS_3

"Tidak baik" Liu Yun, Wakil Ketua Sekte Tombak Petir berteriak sebelum terlempar belasan meter dan berhenti


Disisi lain, pelaku yang membuat wanita tua tersebut terlempar tidak mengejar dan hanya menatap dengan ekspresi meremehkan


Dia adalah seorang wanita cantik yang terlihat berusia 30an, wajahnya terlihat mempesona dan matanya sangat jernih, dengan hidung yang menjulang dan bulu mata yang berkibar, penampilan wanita cantik tersebut hanya bisa digambarkan satu kata "Indah"


Namun meskipun demikian, aura yang keluar dari tubuhnya sangat dingin, bahkan sedikit aneh layaknya seekor ular yang berada di dalam lubang sehingga membuat siapapun akan merasa tidak nyaman


"Aku dengar kekuatan di dunia persilatan saat ini jauh lebih maju dari pada sebelumnya, ternyata hanya itu" Wanita cantik tersebut berkata dengan nada mengejek


Disisi lain, Liu Yun tidak membalas dan malah balik bertanya "Kau adalah Ular Pesona, Pemimpin Aula Ular ?"


"Itu benar" Ular Pesona menganggukkan kepalanya dengan ringan


Liu Yun menarik nafas panjang dan kembali bertanya "Jadi sebelas lainnya juga pemimpin dari kesebelas Aula di Divisi Zodiak ?"


"Kau cukup pintar" Ular Pesona menganggukkan kepalanya lagi


Mendengar konfirmasi tersebut, Liu Yun menarik nafas dingin dan tatapannya tanpa sadar menyapu ke arah kesebelas pendekar tersebut


Berbeda dengan pertempuran Dugu Batian dan Naga Jahat yang terlihat berimbang dan menemui jalan buntu


Situasi para pendekar yang menghadang Puncak Pendekar Suci lainnya tidak jauh berbeda dengan Liu Yun


Meskipun Liu Yun dan Wakil Ketua Sekte Utama adalah seorang Pendekar Suci yang telah membuka gerbang ketujuh


Namun masih ada celah antara Pendekar Suci Gerbang Ketujuh dan Pendekar Suci Gerbang Kedelapan alias Puncak Pendekar Suci


Karena itu, menghadapi musuh yang mempunyai kekuatan satu tingkat di atas mereka, Liu Yun dan yang lainnya sangat tertekan


Untungnya situasi tersebut tidak menular kepada Pasukan Aliansi


Meskipun menghadapi serangan gabungan dari anggota Pemerintah Surga dan para siluman yang membuat teror di seluruh wilayah Kekaisaran Song satu tahun terakhir


Namun Pasukan Aliansi sudah menyiapkan pencegahan yang cukup baik sehingga situasi keseluruhan bisa dikatakan seimbang

__ADS_1


Namun hal itu tidak membuat Liu Yun merasa lega sebab jika mereka gagal menahan kesebelas Puncak Pendekar Suci lainnya, situasi keseluruhan pasti akan berubah


"Bagaimanapun kau adalah orang yang berusia lebih 100 tahun, meskipun pikiranmu kemana-mana, tapi kewaspadaanmu tidak pernah kurang" Ular Pesona mengangguk dengan pujian sebelum berkata dengan rendah "Sayang sekali tidak peduli seberapa kuat kewaspadaanmu, dihadapan kekuatan absolut, itu hanya sia-sia"


Liu Yun terbangun dan menatap ke arah wanita cantik didepannya "Aku berusia lebih 100 tahun dan setidaknya kau berusia tidak kurang dari 200 tahun"


Berbeda dengan Liu Yun yang acuh tak acuh tentang usianya, Ular Pesona meledak dengan marah


"Kurang ajar"


***


"Pendekar Api Iblis, selain kekuatanmu yang berhasil mencapai Pendekar Suci Gerbang Keenam, Api Iblis mu menjadi jauh lebih kuat" Tikus Besar berkata kepada pria paruh baya yang diselimuti api di depannya


Pria paruh baya tersebut adalah Yan Tian


Setelah mengetahui bahwa Tikus Besar yang menjadi lawannya adalah seorang Pendekar Suci Gerbang Kedelapan


Yan Tian tidak berani ceroboh dan langsung melepaskan kekuatan penuhnya


Namun meskipun demikian, menghadapi celah dua tingkat, kemampuan Api Iblisnya masih belum cukup untuk berurusan dengan Tikus Besar dan hanya bisa bertahan dengan pasif


Tikus Besar mengangguk dan membalas "Untungnya aku tidak menggunakan kekuatan penuh dan segera pergi, jika tidak aku mungkin tidak bisa keluar dari tempat itu"


Setelah mengatakan itu, ia melirik ke arah dua orang yang sedang bertempur di udara


Sebagai seseorang yang sama-sama berada di tingkat Pendekar Suci Gerbang Kedelapan, ia bisa melihat jelas pertempuran yang sedang terjadi antara Dugu Batian dan Naga Jahat


Karena itu, ia sangat terkejut dengan keseimbangan keduanya, sebab sebagai orang nomor satu di Divisi Zodiak, kekuatan Naga Jahat sangatlah kuat, bahkan ia dan beberapa Pemimpin Aula lainnya bergabung masih belum cukup untuk mengimbangi kekuatan pria tua tersebut apalagi mengalahkannya


Namun tanpa di duga, orang nomor satu yang benar-benar layak di Divisi Zodiak hanya bisa bertarung seimbang dengan Wakil Ketua Sekte Gunung Kunlun yang sangat rendah hati itu


Oleh sebab itu, setelah Yan Tian menyebutkan tentang pertemuan mereka di Kota Kunlun sebelumnya, ia tidak bisa tidak merasa beruntung


Disisi lain, Yan Tian tidak mengetahui perjalanan pikiran pihak lain

__ADS_1


Melihat orang didepannya terlihat linglung, Yan Tian melepaskan momentum yang jauh lebih kuat


Merasakan perubahan tersebut, Tikus Besar terbangun dan menatap Yan Tian dengan cermat sebelum bertanya


"Apakah kau siap untuk melanjutkan ?"


Yan Tian tidak menjawab, namun niat pedang dan api iblis yang meletus dari pedang pria paruh baya tersebut sudah memberikan jawabannya


"Baik" Tikus Besar merespon dan mengayunkan senjata cakarnya


Kedua belah pihak kembali saling bertabrakan


Meskipun sudah diketahui bahwa kekuatan Yan Tian jauh lebih rendah dari pada Tikus Besar


Namun pemahaman pedang pria paruh baya tersebut benar-benar sangat tinggi sehingga berhasil menambal kekurangannya


Bisa dilihat bahwa terlepas dari bagaimana Tikus Besar menyerang pria paruh baya tersebut


Yan Tian masih belum kehilangan angin ataupun terluka ditubuhnya


Pertempuran keduanya pun meluas dan memaksa para pendekar disekitar sedikit bergeser


Namun untuk beberapa alasan, tidak peduli bagaimana para pendekar tersebut menjauh, mereka tidak bisa lepas dari jangkauan pertempuran Yan Tian dan Tikus Besar


"Bajingan, kau benar-benar berani" Yan Tian berteriak marah ketika menyadari hal tersebut


Disisi lain, Tikus Besar hanya tersenyum dan tidak membalas


Hal itu membuat Yan Tian semakin marah sehingga gerakannya menjadi berantakan, serangannya menjadi tidak teratur dan tebasannya terkesan terburu-buru


Tepat ketika pria paruh baya tersebut menyadari bahwa kondisinya salah


Tikus Besar tiba-tiba menyelinap di belakang punggungnya sambil melemparkan serangan


"Pendekar Api Iblis, kau terganggu"

__ADS_1


Ledakan


...


__ADS_2