
Zhou Yu mengepalkan tinjunya, meskipun ia sadar bahwa kemajuan latihannya hanya mencapai 1%, namun entah mengapa ia memiliki ilusi bisa menghancurkan sebuah gunung dengan satu pukulan
Zhou Yu kemudian menarik nafas untuk menekan kegembiraan dan ilusi liar dibenaknya
Setelah kondisinya berangsur-angsur tenang, pemuda bertopeng tersebut kemudian berdiri dan bersiap melakukan latihan sederhana untuk membiasakan diri dengan peningkatan kekuatannya tersebut
Meskipun latihan Mengubah Otot hanya membawa kemajuan sebesar 1%
Tapi jangan pernah meremehkan kemajuan 1% tersebut, karena dalam proses latihan Mengubah Otot, apa yang diwakili 1% kemajuan bukan hanya peningkatan 1 kilogram atau 10 kilogram kekuatan pukulan, melainkan ratusan atau bahkan ribuan kilogram kekuatan pukulan, dimana jika Zhou Yu tidak segera beradaptasi dan membiasakan diri dengan peningkatan kekuatannya
Pemuda bertopeng tersebut kemungkinan besar akan kehilangan keseimbangan atau bahkan jatuh ke dalam bahaya
***
Sementara Zhou Yu sudah memulai proses latihan Pendekar Raja sesuai instruksi Ming An
Jauh dari tenda milik Zhou Yu, jauh dari medan perang
Di salah satu lembah yang ada di dalam Hutan Larangan
Terlihat sembilan sosok pria tua sedang berdiri dan saling berhadapan
Dengan penampilan santai dan raut bersahaja yang tergantung di wajah satu sama lain
Tidak akan ada yang percaya bahwa kesembilannya adalah para dewa yang diakui sebagai sepuluh jagoan terkuat di dunia persilatan dan pilar inti dari kedua kubu yang sedang berperang di Hutan Larangan
__ADS_1
Kesembilannya saling memandang dan menunggu tanpa mengatakan apapun, seolah jika salah satu dari mereka membuka suara, artinya mereka sudah kalah
Namun kebuntuan tersebut tidak bertahan lama dimana Ren Zhixing yang merupakan pendekar termuda di antara kesembilannya akhirnya buka suara
"Kalian orang tua, jika kalian hanya berdiri bodoh seperti ini, kenapa repot-repot mengundangku kemari ? " Ren Zhixing berkata dengan nada tidak puas dan bergumam "Benar-benar orang tua yang merepotkan "
Meskipun Ren Zhixing juga merupakan pria tua yang tidak kekurangan rasa dalam hal mencicipi asam garam kehidupan
Namun sebagai seseorang yang berjuluk Dewa Pembantaian, pria tua tersebut merasa tidak nyaman jika dihadapkan dengan suasana yang tenang seperti sekarang
Wu Liang sebagai pemimpin dari pihak aliran hitam melirik Ren Zhixing sekilas
Sementara Nie Yunhai yang merupakan sahabat karib dalam hal pertengkaran dengan pria tua tersebut tersenyum mengejek
Tapi karena tidak ingin menunjukkan ketidakharmonisan dihadapan jagoan-jagoan dari Aliran Putih, pria tua tersebut tidak mengeluarkan kalimat sarkasme seperti biasanya
Sebagai musuh yang sudah bertarung selama bertahun-tahun, ia mengenal baik karakter pihak lain
Sembrono dan arogan, mungkin kata tersebut dapat menjelaskan Ren Zhixing secara keseluruhan
Namun meskipun demikian, Yun Ao tidak membenci pria tua tersebut, karena Ren Zhixing benar-benar layak untuk karakternya
Sebagai jagoan termuda, nama Ren Zhixing sudah lebih dulu menggema di dunia persilatan jauh sebelum Ming An
Di mulai dengan kemunculannya sebagai seorang Pendekar Bergelar sampai akhirnya mencapai tingkat Pendekar Suci dan di akui sebagai dewa
__ADS_1
Ren Zhixing hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 70 tahun
Sementara itu, rata-rata usia para dewa lainnya sekitar 85-90 tahunan, bahkan Nie Yunhai baru mencapai Puncak Pendekar Suci dan mendapatkan gelar dewa di usianya yang ke 100 tahun
Dengan keunggulan tersebut, arogansi Ren Zhixing pada dasarnya cukup beralasan
Ren Zhixing mendengus dingin setelah merasakan tatapan yang diarahkan kepadanya, namun tidak terlalu menganggap serius
Meskipun kekuatannya bukanlah yang terkuat, namun Ren Zhixing tidak merasa lebih rendah dibandingkan kedelapan lainnya
Sehingga, kecuali kepada Tao Ming, sikap Ren Zhixing terhadap dewa lainnya terkesan acuh tak acuh
***
Karena pembukaan Ren Zhixing, Wu Liang sebagai pemimpin Aliran Hitam harus memulai dan berkata "Baiklah, Yun Ao. katakan alasan kenapa kau mengundang kami kemari "
"Apakah saudara Wu sangat terburu-buru ?, bukankah nyaman untuk mengobrol sambil minum teh bersama terlebih dahulu " Yun Ao berkata sambil tersenyum ringan
"Aku khawatir teh itu akan menjadi teh paling mematikan yang pernah ada " Wu Liang mencibir
Yun Ao menggelengkan kepalanya dan hendak mengatakan sesuatu
Namun Wu Liang memotong pembicaraan pria tua tersebut, sehingga membuatnya menelan kembali kata-katanya
"Aku tidak tertarik mendengar omong kosongmu itu Yun Ao "
__ADS_1
Melihat ketidaksabaran pihak lain, Yun Ao masih mempertahankan senyumnya dan berkata dengan tidak terburu-buru "Aku ingin gencatan senjata antara kedua aliran "
...