Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Percakapan di Kedai Arak


__ADS_3

Di dalam sebuah kedai arak kecil, Ming An duduk dengan mengenakan jubah hitam besar di tubuhnya, sehingga membuat orang sulit mengenalinya


Sementara itu, di depan Ming an duduk seorang pria tua lusuh yang sedang meminum arak dengan tampang ceroboh


Janggut dan baju bagian atasnya basah karena arak, namun pria tua tersebut tidak memperlihatkan ketidaknyamanan sedikitpun dan justru wajahnya dipenuhi kenikmatan


Ming An menatapnya tak berdaya, untungnya kedai arak sangat sepi dan hanya mereka berdua yang menjadi tamu, sehingga Ming An tidak perlu menanggung malu akibat tindakan ceroboh pria tua tersebut


Melihat pihak lain tidak peduli dengan kedatangannya, Ming An tidak tahan lagi dan segera buka suara


"Apakah anda bisa sedikit serius, senior ?"


"Apa yang kau maksud aku harus sedikit serius ? " Pria tua tersebut bertanya tanpa menatap ke arah Ming An


Ming An menggelengkan kepala dan menjawab "Bukankah aku sudah menjelaskannya lewat surat yang aku kirimkan "


"Apa kau masih mengkhawatirkan Yu'er ?" Pria tua tersebut bertanya dengan santai


Ming An menghela nafas karena balasan asal-asalan pihak lain


"Jika aku tidak mengkhawatirkannya, aku tidak akan meminta bantuan anda "


Setelah mendengar jawaban Ming An, Pria tua tersebut mengangkat kepalannya dan berkata "Kalian anak muda benar-benar tidak punya sopan santun, datang kepada orang tua hanya ketika memiliki kebutuhan saja "

__ADS_1


"Senior..."


Pria tua tersebut mengangkat tangannya untuk menghentikan ucapan Ming An "Baiklah, akan aku katakan yang sebenarnya "


"Yu'er baik-baik saja sekarang, apa kau puas dengan jawabanku anak muda ?"


Setelah mengatakan itu, Pria tua tersebut kembali meneguk araknya dengan ceroboh


Mata Ming An menjadi cerah setelah mendengar jawaban tersebut, ia kemudian bertanya dengan terburu-buru


"Dimana dia sekarang ?"


Pria tua tersebut hanya meliriknya, namun tidak mengatakan apapun


"Jangan tanya lagi, mulai sekarang biarkan Yu'er tumbuh dengan sendirinya, jangan biarkan dia terbiasa dengan perlindunganmu "


"Tapi senior..."


Pria tua tersebut menggelengkan kepalanya dan berkata "Aku tahu kau khawatir dengan keadaannya, tapi kau bisa yakin bahwa Yu'er baik-baik saja dan dia berada di tempat yang sangat aman "


"Tidak akan ada bahaya yang bisa menyentuhnya, karena jika Yu'er mendapatkan bahaya saat berada di sana, maka tidak akan ada tempat yang bisa melindungi Yu'er dari bahaya di Kekaisaran Song ini"


Ming An terdiam setelah mendengar jawaban pria tua tersebut, meskipun penampilan pria tua tersebut terlihat tidak bisa di andalkan, namun setiap orang di dunia persilatan tidak akan pernah meragukan perkataan pria tua tersebut

__ADS_1


Setelah terdiam cukup lama, Ming An akhirnya membalas dengan pelan "Aku mengerti, terima kasih atas bantuan anda senior "


Pria tua tersebut melambaikan tangannya dan tidak mengatakan apapun


Suasana kembali hening, Ming An mengerutkan kening, sementara pria tua yang berada disebrangnya masih meneguk arak dengan ceroboh


"Aku tahu bahwa kedatanganmu bukan hanya tentang masalah Yu'er " Pria tua tersebut tiba-tiba berkata, setelah menyelesaikan tegukan yang ke sekian kalinya "Katakanlah, apa yang membuatmu gelisah "


"Kedua aliran tidak akan menahan lagi dalam perang ini " Ming An menjawab dengan lugas


Setelah mendengar perkataan Ming An, Pria tua tersebut tiba-tiba tertawa kecil


Ming An menaikan alisnya dan bertanya dengan ragu "Apakah ada yang salah senior ?"


Pria tua tersebut menatapnya dan berkata dengan penuh arti "Kau masih terlalu muda, An'er"


"Kau terlalu menganggap remeh para rubah tua itu "


"Sebagai orang yang mampu mencapai Puncak Pendekar Suci, apakah kebijaksanaan mereka lebih rendah dari orang lain ?"


Pria tua tersebut menggelengkan kepala dan melanjutkan "Jika kau saja bisa menganalisa kejadian di hutan pada waktu itu, apakah kau pikir mereka semua tidak ? "


"Pada kenyataannya mereka tahu, tapi mereka tidak mengatakannya karena keberadaan mu pada saat itu "

__ADS_1


"Jika apa yang mereka katakan adalah sebuah kebenaran, bukankah sekarang perang seharusnya semakin memanas dan siap mencapai puncaknya ? tapi kenyataannya perang justru semakin melemah dan intensitas pertempuran pun semakin berkurang selama satu bulan terakhir ini "


__ADS_2