
"Apa itu tadi senior ?" Zhou Yu bertanya dengan nada ketakutan setelah ia mendapatkan lagi kekuatannya
Roh Senjata melirik dan menjawab dengan ringan "Itu disebut Teknik Tubuh Raja Harimau "
Roh Senjata tersebut kemudian menjelaskan bahwa Teknik Tubuh Raja Harimau adalah sebuah teknik yang dapat membuat pemilik Tulang Harimau Giok melepaskan kekuatan tulangnya yang tersembunyi dan mendapatkan lompatan kekuatan yang sangat besar dalam waktu singkat
Dengan teknik ini, seorang Pendekar Raja akan mampu bermain imbang dengan seorang Pendekar Kaisar bahkan mungkin mengalahkannya
Namun meskipun sangat luar biasa, teknik ini bukan tanpa kekurangan, seperti yang terjadi pada Zhou Yu sebelumnya
Setelah seorang pendekar menggunakan teknik ini, pendekar tersebut akan jatuh kedalam keadaan lemah yang sangat parah
Jika kejadian tersebut terjadi pada saat pertempuran besar, serangan balik teknik ini akan sangat membahayakan
Bahkan jika pendekar tersebut berhasil menyelesaikan semua musuhnya dan tidak ada yang menyerang dirinya dalam periode kelemahan
Pendekar tersebut juga belum lepas dari bahaya, karena jika ia tidak segera mengisi kembali energi darah dan tubuhnya
Pendekar tersebut akan mengalami mati lemas dan meninggal dalam keadaan kehabisan energi
"Teknik ini bisa kau jadikan sebagai salah satu trik kuat di balik lengan bajumu, tapi ingatlah, dengan kekuatanmu saat ini, Teknik ini tidak berbeda dengan sebuah jurus terlarang. jadi jika bukan dalam keadaan krisis hidup dan mati, sebaiknya jangan menggunakan teknik ini secara sembarangan"
Zhou Yu mengangguk dan masih mengerti maksud Roh Senjata mengajarinya teknik tersebut
***
Satu hari kemudian, setelah Zhou Yu memulihkan kondisi tubuhnya dan meninggalkan Cincin Ruang
__ADS_1
Zhou Yu langsung dipanggil Ming An menuju tendanya
Mendapatkan perintah tersebut, Zhou Yu tidak berani membuang waktu dan langsung menemui gurunya tersebut
Setelah mundur untuk memulihkan diri pasca pertempuran melawan Kadal Raksasa, Zhou Yu belum pernah bertemu gurunya, sehingga membuatnya pemuda bertopeng tersebut sedikit merindukan dan prihatin dengan kondisi gurunya tersebut
Setelah percakapan sederhana antara guru dan murid
Zhou Yu meninggalkan tenda gurunya dengan sebuah pedang berwarna perak di tangannya
Setelah kembali menuju tendanya, Zhou Yu meraba pedang perak tersebut dengan pelan
Pedang tersebut memiliki tubuh perak cerah dengan gagang berbentuk kepala naga dan sarung pedang bergambar bunga lotus
Meskipun pedang tersebut memiliki keindahan yang tidak biasa dan merupakan pedang yang ditempa langsung oleh Ming An
Pikirannya melayang jauh kepada kalimat-kalimat yang di ucapkan Ming An sebelumnya
Meskipun Ming An berusaha tetap terlihat biasa, namun saat pria paruh baya tersebut menyerahkan Pedang Lotus Naga padanya
Zhou Yu masih menangkap kekhawatiran dari kalimat pria paruh baya tersebut
Tapi karena Ming An tidak berniat menyebutkannya, pemuda bertopeng tersebut tidak bertanya dan menutup mulutnya dengan bijaksana
"Apa yang sebenarnya terjadi, sehingga bahkan guru harus memperhatikannya ?" Zhou Yu bergumam pelan
Dengan kekuatan yang ditunjukkan Ming An sebelumnya, sangat sedikit hal yang bisa membuat pria paruh baya tersebut merasa terancam
__ADS_1
Zhou Yu kemudian menggelengkan kepalanya, berusaha mengumpulkan pikirannya yang semakin jauh
"Tidak peduli apa itu, cepat atau lambat aku pastikan akan menemukan jawabannya "
***
Keesokan harinya, Zhou Yu meninggalkan tenda dan ikut bergabung dengan para pendekar lainnya menuju garis pertahanan
Kemunculan Zhou Yu memberikan gelombang kecil di antara para pendekar
Meskipun pemuda bertopeng tersebut tidak keluar dari tendanya selama satu bulan terakhir
Namun peran Zhou Yu di medan perang sebelumnya jelas bagi para pendekar, sehingga mereka tidak akan melupakan pemuda bertopeng tersebut dengan mudah
Setelah mendengar berbagai sapaan dari para pendekar disekitarnya, Zhou Yu tersenyum canggung sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal
Meskipun sedari kecil ia selalu menjadi kunang-kunang di dalam gelap
Namun sebagian besar perhatian tersebut didapatkan dari wajah ataupun cahaya gurunya, sehingga ketika merasakan tatapan hormat alami yang dibawa oleh kekuatannya langsung
Selain sedikit bangga dalam hatinya, Zhou Yu kesulitan bereaksi untuk sementara waktu
Tepat ketika rasa malu Zhou Yu mencapai puncaknya
Pemimpin Pasukan dan para Pendekar Suci muncul di barisan depan
Setelah melirik pasukan dengan samar, Pemimpin Pasukan kemudian berkata dengan suara dalam "Pergi "
__ADS_1
...