
Para pendekar Aliran Hitam jatuh ke dalam kebingungan
Tembok Api yang sebelumnya menjadi penerang di kegelapan malam justru membuat para pendekar Aliran Hitam semakin bingung
Karena asap yang berasal dari Tembok Api tersebut, para pendekar Aliran Hitam tidak bisa melihat apapun, selain jeritan teman mereka
Meskipun beberapa pendekar yang cukup pintar segera berdiri di dekat teman mereka untuk mengetahui situasinya, namun hal tersebut tidak menghentikan jeritan kesakitan yang terdengar di udara
Tidak berhenti di sana, ketika para pendekar Aliran Hitam masih bertanya-tanya tentang alasan yang sedang terjadi
Hujan Api tiba-tiba muncul di udara dan jatuh ke arah para pendekar Aliran Hitam tersebut, sehingga membuat mereka semakin putus asa
Sementara itu, ketika para pendekar Aliran Hitam seperti lalat tanpa kepala
Wajah kelima pendekar yang sebelumnya menyerang Tembok Api dengan penuh semangat menjadi jelek
Kelimanya secara serempak melihat ke arah Desa Sua
Meskipun tidak dapat melihat jelas, mata kelima seakan bisa mengunci posisi Zhou Yu dengan tatapan berapi-api
"Kurang ajar !, anak ini sudah keterlaluan, aku ingin segera mencabik-cabiknya menjadi ribuan keping " Salah satu pendekar pria tidak tahan lagi
__ADS_1
Ia tidak peduli situasi pendekar Aliran Hitam lainnya atau rekannya, ia segera melompati Tembok Api dan melesat ke arah Desa Sua
Meskipun Tembok Api dapat menghentikan sebagian besar para pendekar yang ada, namun tidak bisa menahan kelima pendekar bergelar tersebut sama sekali
"Apa yang harus kita lakukan ?" Salah satu wanita pendekar bertanya ke arah pendekar pria terakhir
Pendekar pria berkata dengan pahit "Apa lagi ? kita juga harus menghadapi anak itu secara langsung "
"Sebelumnya kita ingin memadamkan api ini agar pasukan kita bisa menyerang para prajurit Kekaisaran, sementara kita menghadapi bocah dan Pendekar Raja itu"
"Tapi karena situasinya telah melenceng dari rencana, kita hanya bisa mengikutinya secara pasif "
***
Zhou Yu duduk dengan wajah pucat dan nafas yang memburu, sementara dibelakangnya, Xie Tong terus mengalirkan tenaga dalam ke dalam tubuh pemuda bertopeng tersebut
Karena ketidakcocokkan tenaga dalam antara Zhou Yu dan Xie Tong, ketika Zhou Yu memaksakan mengeluarkan Jurus Api Langit sebelumnya
Tubuh pemuda bertopeng tersebut menerima serangan balik yang cukup serius, sehingga membuatnya terjatuh
Jika bukan karena Xie Tong segera kembali mengalirkan tenaga dalamnya untuk menekan luka-luka tersebut, Zhou Yu mungkin sudah kehilangan kesadaran
__ADS_1
Setelah mendapatkan perawatan tenaga dalam dari Xie Tong, wajah Zhou Yu berangsur-angsur membaik dan nafasnya kembali stabil
Zhou Yu membuka mata dan menengok kebelakang dengan tatapan bersyukur
"Terima kasih senior-!" setelah jeda sejenak, Zhou Yu tiba-tiba menambahkan "Maaf merepotkan anda lagi "
Xie Tong mengerti maksud Zhou Yu, karena ia juga merasakan Aura Pembunuh yang mendekat, sehingga ia segera mengangguk dan membalas
"Tuan Muda Zhou terlalu sopan, dari awal aku hanya menjadi penonton, sebagai seorang senior, aku merasa malu hanya bisa berdiri di samping, ketika generasi muda sedang berjuang habis-habisan, sekarang karena ada kesempatan, sebaiknya aku sedikit menggerakan tulang lamaku dan memberikan anda waktu untuk beristirahat "
Zhou Yu mengangguk dan melompat mundur dari Tembok Desa
Feng Xue juga mengikuti langkah Zhou Yu
Setelah melihat keduanya mundur, Xie Tong berteriak ke arah para prajurit yang masih terus melepaskan anak panah ke arah para pendekar Aliran Hitam yang diselimuti asap tebal "Menjauh dariku dan Jangan ada yang mendekat-!"
Para prajurit kebingungan setelah mendengar perintah Xie Tong, namun mereka masih mengikuti perintah dengan patuh dan segera bergerak menjauh
Tepat setelah para prajurit menjauh, sebuah Aura Pembunuh tiba-tiba mengunci posisi Xie Tong
Bersamaan dengan munculnya Aura Pembunuh tersebut, sebuah suara terdengar di telinga semua orang "Dimana bocah itu ? dimana ? jika aku tidak mencabik-cabiknya hari ini, namaku bukan Ma "
__ADS_1