Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Lei Jun II


__ADS_3

"Apakah anda mencariku, Bibi Zhou?' Lei Jun langsung bertanya setelah memasuki ruangan


Disisi lain, Zhou Huya meliriknya sambil tersenyum lembut dan berkata "Duduklah dulu "


Sama seperti Lei Jun, penampilan Zhou Huya juga mengalami perubahan yang cukup signifikan


Selain menjadi lebih bersih dan sehat, penampilan wanita paruh baya tersebut terlihat sepuluh tahun lebih muda dari sebelumnya


Namun meskipun demikian, jika diperhatikan lebih dekat, mata wanita paruh baya tersebut terlihat kelelahan dengan lingkaran hitam yang cukup jelas di antara matanya


Lei Jun mengangguk dan langsung duduk di kursi yang telah disediakan


Disisi lain, Zhou Huya kemudian menyodorkan selembar kertas ke arah pemuda tersebut


"Apa ini Bibi Zhou?" Lei Jun menaikan alisnya sambil melirik selembar kertas tersebut


"Itu surat misi milikmu " Zhou Huya menjawab dengan singkat


"Surat misi ?" Lei Jun tertegun sebelum berkata dengan nada bersemangat "Apakah aku akhirnya diijinkan untuk menjalankan misi, Bibi Zhou ?"


Setelah mendapatkan kitab dan sumber daya dari Zhou Yu, Lei Jun mengalami perubahan yang mengejutkan


Selain penampilannya, kekuatan pemuda tersebut menjadi jauh lebih kuat dari rekan-rekan sebayanya yang membuat pemuda tersebut menjadi bersemangat


Ia bahkan sering keluar kota untuk menguji kekuatannya


Dengan adanya perang antara kedua aliran dan dampak yang dibawanya


Pemuda tersebut kemudian mengajukan diri untuk menjalankan tugas di daerah rawan bencana supaya bisa terjun langsung sekaligus menemukan sesuatu yang dicarinya


Namun sejak pengajuan dirinya satu tahun terakhir, Organisasi belum memberikan jawaban apapun


Bahkan saat pemuda tersebut bertanya kepada Zhou Huya yang merupakan pengurus Organisasi sekaligus Panti Asuhan tempat ia tinggal


Wanita paruh baya tersebut tetap bungkam dan justru menasihatinya untuk tidak segera terjun ke lapangan sebelum kekuatan benar-benar kuat


Hal tersebut membuat Lei Jun merasa kecewa, sebab meskipun bukan yang terkuat di antara anggota Organisasi


Tapi di antara generasi muda di dalamnya, jika dirinya mengatakan yang kedua, tidak ada yang berani mengakui bahwa dirinya yang pertama, sehingga membuat pemuda tersebut merasa tidak bisa berkata-kata


Namun meskipun demikian, selain berlatih dengan giat, pemuda tersebut tidak berhenti berharap kepada Organisasi


Karena itu, ketika Zhou Huya menyebutkan bahwa selembar kertas yang ada dihadapannya adalah surat misi yang ia tunggu-tunggu, Lei Jun menjadi sangat bersemangat


Disisi lain berbeda dengan rasa bersemangat Lei Jun, Zhou Huya terlihat jauh lebih murung


Sebagai orang yang merawatnya sejak kecil, perasaan Zhou Huya terhadap pemuda tersebut tidak lebih lemah dari seorang ibu kandung terhadap anaknya


Karena itu, melepaskan pemuda tersebut ke daerah yang rawan bahaya terutama dalam situasi saat ini benar-benar berat baginya


Jika bukan karena sumber daya manusia di dalam organisasi menjadi sangat tegang sejak setengah tahun terakhir dan desakan para penatua di dalam Pavilium Bayangan


Zhou Huya tidak akan pernah mengijinkan Lei Jun pergi ke sana


Zhou Huya kemudian menarik nafas dan berkata "Bersiaplah, kau akan berangkat bersama tim yang dipimpin oleh senior Bayangan Hitam dalam dua hari "


"Aku mengerti Bibi Zhou " Lei Jun menjawab sambil berdiri


Zhou Huya tiba-tiba kembali memanggilnya dan berkata "Berhati-hatilah "


Mendengar hal tersebut, Lei Jun tersenyum dan berkata "Aku pasti akan baik-baik saja Bibi Zhou "


Pemuda tersebut kemudian melenggang pergi


Tapi tepat ketika ia berada di ambang pintu, pemuda tersebut kembali menoleh dan berkata "Aku juga akan kembali bersama saudara Zhou "


Zhou Huya tertegun, namun sebelum wanita paruh baya tersebut membalas ucapannya


Lei Jun sudah menutup pintu dan meninggalkan ruangan tersebut


Disisi lain, Zhou Huya langsung merosot ke arah kursinya dengan penampilan kelelahan


Wanita paruh baya tersebut kemudian memijat keningnya dan berkata dengan pelan "Dimana anda sebenarnya Tuan Muda ?"

__ADS_1


***


"Apakah ini kota yang anda maksud senior ?" Zhou Yu menaikan alisnya sambil menatap ke bawah


"Benar " Wanita tua tersebut mengangguk dan berkata sambil menghela nafasnya "Sayang sekali, kota sebesar ini harus hancur dan ditinggalkan "


Zhou Yu mengangguk setuju, meskipun tidak sebesar dan semegah kota-kota yang berdekatan dengan Ibukota, namun untuk kota yang berada di perbatasan, Kota sebesar itu sangat jarang


Tidak heran jika pasukan Aliran Putih menjadikan kota tersebut sebagai titik berkumpul untuk sementara waktu, meskipun pada akhirnya tidak bisa melindunginya


Disisi lain, Wan'er yang sepanjang perjalanan penuh tanya dan rasa ingin tahu akibat berada diketinggian sambil menaiki Xiao Bai untuk pertama kali tiba-tiba terdiam setelah melihat kota tersebut


Zhou Yu menaikan alisnya, tapi tidak mengatakan apapun


Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Nenek Wan'er dan berkata "Aku akan melihat situasi di sana sebentar, senior dan Wan'er tidak perlu ikut ke bawah "


"Aku mengerti " Wanita tua tersebut mengangguk dan berkata "Jaga dirimu anak muda "


Zhou Yu mengangguk sebelum menepuk tubuh Xiao Bai supaya menurunkan ketinggiannya


Setelah merasa jaraknya cukup aman, pemuda bertopeng tersebut kemudian melompat dari punggung Elang Putih tersebut dan memasuki kota


Disisi lain, Xiao Bai kemudian mengepakkan sayapnya dan kembali ke langit


Sementara itu, Zhou Yu yang telah memasuki kota tidak membuang waktu


Ia segera melesat dan menjelajahi kota tersebut dengan sangat cepat


Setelah beberapa saat, pemuda bertopeng tersebut kemudian melambat dan melirik bangunan yang dikenalnya


Melihat bangunan tersebut rusak parah dan hampir menjadi puing-puing


Pemuda bertopeng tersebut tidak bisa tidak menghela nafas dan berkata "Aku harap baik anggota Pavilium Bayangan ataupun Penginapan Lotus Putih bisa selamat dari bencana ini "


Setelah mengatakan itu, pemuda bertopeng tersebut mengibaskan tangannya untuk menggeser benda-benda yang menghalangi jalannya sebelum memasuki bangunan tersebut


...


"Apakah anda mencariku, Bibi Zhou?' Lei Jun langsung bertanya setelah memasuki ruangan


Disisi lain, Zhou Huya meliriknya sambil tersenyum lembut dan berkata "Duduklah dulu "


Sama seperti Lei Jun, penampilan Zhou Huya juga mengalami perubahan yang cukup signifikan


Selain menjadi lebih bersih dan sehat, penampilan wanita paruh baya tersebut terlihat sepuluh tahun lebih muda dari sebelumnya


Namun meskipun demikian, jika diperhatikan lebih dekat, mata wanita paruh baya tersebut terlihat kelelahan dengan lingkaran hitam yang cukup jelas di antara matanya


Lei Jun mengangguk dan langsung duduk di kursi yang telah disediakan


Disisi lain, Zhou Huya kemudian menyodorkan selembar kertas ke arah pemuda tersebut


"Apa ini Bibi Zhou?" Lei Jun menaikan alisnya sambil melirik selembar kertas tersebut


"Itu surat misi milikmu " Zhou Huya menjawab dengan singkat


"Surat misi ?" Lei Jun tertegun sebelum berkata dengan nada bersemangat "Apakah aku akhirnya diijinkan untuk menjalankan misi, Bibi Zhou ?"


Setelah mendapatkan kitab dan sumber daya dari Zhou Yu, Lei Jun mengalami perubahan yang mengejutkan


Selain penampilannya, kekuatan pemuda tersebut menjadi jauh lebih kuat dari rekan-rekan sebayanya yang membuat pemuda tersebut menjadi bersemangat


Ia bahkan sering keluar kota untuk menguji kekuatannya


Dengan adanya perang antara kedua aliran dan dampak yang dibawanya


Pemuda tersebut kemudian mengajukan diri untuk menjalankan tugas di daerah rawan bencana supaya bisa terjun langsung sekaligus menemukan sesuatu yang dicarinya


Namun sejak pengajuan dirinya satu tahun terakhir, Organisasi belum memberikan jawaban apapun


Bahkan saat pemuda tersebut bertanya kepada Zhou Huya yang merupakan pengurus Organisasi sekaligus Panti Asuhan tempat ia tinggal


Wanita paruh baya tersebut tetap bungkam dan justru menasihatinya untuk tidak segera terjun ke lapangan sebelum kekuatan benar-benar kuat

__ADS_1


Hal tersebut membuat Lei Jun merasa kecewa, sebab meskipun bukan yang terkuat di antara anggota Organisasi


Tapi di antara generasi muda di dalamnya, jika dirinya mengatakan yang kedua, tidak ada yang berani mengakui bahwa dirinya yang pertama, sehingga membuat pemuda tersebut merasa tidak bisa berkata-kata


Namun meskipun demikian, selain berlatih dengan giat, pemuda tersebut tidak berhenti berharap kepada Organisasi


Karena itu, ketika Zhou Huya menyebutkan bahwa selembar kertas yang ada dihadapannya adalah surat misi yang ia tunggu-tunggu, Lei Jun menjadi sangat bersemangat


Disisi lain berbeda dengan rasa bersemangat Lei Jun, Zhou Huya terlihat jauh lebih murung


Sebagai orang yang merawatnya sejak kecil, perasaan Zhou Huya terhadap pemuda tersebut tidak lebih lemah dari seorang ibu kandung terhadap anaknya


Karena itu, melepaskan pemuda tersebut ke daerah yang rawan bahaya terutama dalam situasi saat ini benar-benar berat baginya


Jika bukan karena sumber daya manusia di dalam organisasi menjadi sangat tegang sejak setengah tahun terakhir dan desakan para penatua di dalam Pavilium Bayangan


Zhou Huya tidak akan pernah mengijinkan Lei Jun pergi ke sana


Zhou Huya kemudian menarik nafas dan berkata "Bersiaplah, kau akan berangkat bersama tim yang dipimpin oleh senior Bayangan Hitam dalam dua hari "


"Aku mengerti Bibi Zhou " Lei Jun menjawab sambil berdiri


Zhou Huya tiba-tiba kembali memanggilnya dan berkata "Berhati-hatilah "


Mendengar hal tersebut, Lei Jun tersenyum dan berkata "Aku pasti akan baik-baik saja Bibi Zhou "


Pemuda tersebut kemudian melenggang pergi


Tapi tepat ketika ia berada di ambang pintu, pemuda tersebut kembali menoleh dan berkata "Aku juga akan kembali bersama saudara Zhou "


Zhou Huya tertegun, namun sebelum wanita paruh baya tersebut membalas ucapannya


Lei Jun sudah menutup pintu dan meninggalkan ruangan tersebut


Disisi lain, Zhou Huya langsung merosot ke arah kursinya dengan penampilan kelelahan


Wanita paruh baya tersebut kemudian memijat keningnya dan berkata dengan pelan "Dimana anda sebenarnya Tuan Muda ?"


***


"Apakah ini kota yang anda maksud senior ?" Zhou Yu menaikan alisnya sambil menatap ke bawah


"Benar " Wanita tua tersebut mengangguk dan berkata sambil menghela nafasnya "Sayang sekali, kota sebesar ini harus hancur dan ditinggalkan "


Zhou Yu mengangguk setuju, meskipun tidak sebesar dan semegah kota-kota yang berdekatan dengan Ibukota, namun untuk kota yang berada di perbatasan, Kota sebesar itu sangat jarang


Tidak heran jika pasukan Aliran Putih menjadikan kota tersebut sebagai titik berkumpul untuk sementara waktu, meskipun pada akhirnya tidak bisa melindunginya


Disisi lain, Wan'er yang sepanjang perjalanan penuh tanya dan rasa ingin tahu akibat berada diketinggian sambil menaiki Xiao Bai untuk pertama kali tiba-tiba terdiam setelah melihat kota tersebut


Zhou Yu menaikan alisnya, tapi tidak mengatakan apapun


Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Nenek Wan'er dan berkata "Aku akan melihat situasi di sana sebentar, senior dan Wan'er tidak perlu ikut ke bawah "


"Aku mengerti " Wanita tua tersebut mengangguk dan berkata "Jaga dirimu anak muda "


Zhou Yu mengangguk sebelum menepuk tubuh Xiao Bai supaya menurunkan ketinggiannya


Setelah merasa jaraknya cukup aman, pemuda bertopeng tersebut kemudian melompat dari punggung Elang Putih tersebut dan memasuki kota


Disisi lain, Xiao Bai kemudian mengepakkan sayapnya dan kembali ke langit


Sementara itu, Zhou Yu yang telah memasuki kota tidak membuang waktu


Ia segera melesat dan menjelajahi kota tersebut dengan sangat cepat


Setelah beberapa saat, pemuda bertopeng tersebut kemudian melambat dan melirik bangunan yang dikenalnya


Melihat bangunan tersebut rusak parah dan hampir menjadi puing-puing


Pemuda bertopeng tersebut tidak bisa tidak menghela nafas dan berkata "Aku harap baik anggota Pavilium Bayangan ataupun Penginapan Lotus Putih bisa selamat dari bencana ini "


Setelah mengatakan itu, pemuda bertopeng tersebut mengibaskan tangannya untuk menggeser benda-benda yang menghalangi jalannya sebelum memasuki bangunan tersebut

__ADS_1


...


__ADS_2