
"Apakah anda mencariku, Bibi Zhou?' Lei Jun langsung bertanya setelah memasuki ruangan
Disisi lain, Zhou Huya meliriknya sambil tersenyum lembut dan berkata "Duduklah dulu "
Sama seperti Lei Jun, penampilan Zhou Huya juga mengalami perubahan yang cukup signifikan
Selain menjadi lebih bersih dan sehat, penampilan wanita paruh baya tersebut terlihat sepuluh tahun lebih muda dari sebelumnya
Namun meskipun demikian, jika diperhatikan lebih dekat, mata wanita paruh baya tersebut terlihat kelelahan dengan lingkaran hitam yang cukup jelas di antara matanya
Lei Jun mengangguk dan langsung duduk di kursi yang telah disediakan
Disisi lain, Zhou Huya kemudian menyodorkan selembar kertas ke arah pemuda tersebut
"Apa ini Bibi Zhou?" Lei Jun menaikan alisnya sambil melirik selembar kertas tersebut
"Itu surat misi milikmu " Zhou Huya menjawab dengan singkat
"Surat misi ?" Lei Jun tertegun sebelum berkata dengan nada bersemangat "Apakah aku akhirnya diijinkan untuk menjalankan misi, Bibi Zhou ?"
Setelah mendapatkan kitab dan sumber daya dari Zhou Yu, Lei Jun mengalami perubahan yang mengejutkan
Selain penampilannya, kekuatan pemuda tersebut menjadi jauh lebih kuat dari rekan-rekan sebayanya yang membuat pemuda tersebut menjadi bersemangat
Ia bahkan sering keluar kota untuk menguji kekuatannya
Dengan adanya perang antara kedua aliran dan dampak yang dibawanya
Pemuda tersebut kemudian mengajukan diri untuk menjalankan tugas di daerah rawan bencana supaya bisa terjun langsung sekaligus menemukan sesuatu yang dicarinya
Namun sejak pengajuan dirinya satu tahun terakhir, Organisasi belum memberikan jawaban apapun
Bahkan saat pemuda tersebut bertanya kepada Zhou Huya yang merupakan pengurus Organisasi sekaligus Panti Asuhan tempat ia tinggal
Wanita paruh baya tersebut tetap bungkam dan justru menasihatinya untuk tidak segera terjun ke lapangan sebelum kekuatan benar-benar kuat
Hal tersebut membuat Lei Jun merasa kecewa, sebab meskipun bukan yang terkuat di antara anggota Organisasi
Tapi di antara generasi muda di dalamnya, jika dirinya mengatakan yang kedua, tidak ada yang berani mengakui bahwa dirinya yang pertama, sehingga membuat pemuda tersebut merasa tidak bisa berkata-kata
Namun meskipun demikian, selain berlatih dengan giat, pemuda tersebut tidak berhenti berharap kepada Organisasi
Karena itu, ketika Zhou Huya menyebutkan bahwa selembar kertas yang ada dihadapannya adalah surat misi yang ia tunggu-tunggu, Lei Jun menjadi sangat bersemangat
Disisi lain berbeda dengan rasa bersemangat Lei Jun, Zhou Huya terlihat jauh lebih murung
Sebagai orang yang merawatnya sejak kecil, perasaan Zhou Huya terhadap pemuda tersebut tidak lebih lemah dari seorang ibu kandung terhadap anaknya
Karena itu, melepaskan pemuda tersebut ke daerah yang rawan bahaya terutama dalam situasi saat ini benar-benar berat baginya
Jika bukan karena sumber daya manusia di dalam organisasi menjadi sangat tegang sejak setengah tahun terakhir dan desakan para penatua di dalam Pavilium Bayangan
Zhou Huya tidak akan pernah mengijinkan Lei Jun pergi ke sana
Zhou Huya kemudian menarik nafas dan berkata "Bersiaplah, kau akan berangkat bersama tim yang dipimpin oleh senior Bayangan Hitam dalam dua hari "
"Aku mengerti Bibi Zhou " Lei Jun menjawab sambil berdiri
Zhou Huya tiba-tiba kembali memanggilnya dan berkata "Berhati-hatilah "
Mendengar hal tersebut, Lei Jun tersenyum dan berkata "Aku pasti akan baik-baik saja Bibi Zhou "
Pemuda tersebut kemudian melenggang pergi
Tapi tepat ketika ia berada di ambang pintu, pemuda tersebut kembali menoleh dan berkata "Aku juga akan kembali bersama saudara Zhou "
Zhou Huya tertegun, namun sebelum wanita paruh baya tersebut membalas ucapannya
Lei Jun sudah menutup pintu dan meninggalkan ruangan tersebut
Disisi lain, Zhou Huya langsung merosot ke arah kursinya dengan penampilan kelelahan
Wanita paruh baya tersebut kemudian memijat keningnya dan berkata dengan pelan "Dimana anda sebenarnya Tuan Muda ?"
__ADS_1
***
"Apakah ini kota yang anda maksud senior ?" Zhou Yu menaikan alisnya sambil menatap ke bawah
"Benar " Wanita tua tersebut mengangguk dan berkata sambil menghela nafasnya "Sayang sekali, kota sebesar ini harus hancur dan ditinggalkan "
Zhou Yu mengangguk setuju, meskipun tidak sebesar dan semegah kota-kota yang berdekatan dengan Ibukota, namun untuk kota yang berada di perbatasan, Kota sebesar itu sangat jarang
Tidak heran jika pasukan Aliran Putih menjadikan kota tersebut sebagai titik berkumpul untuk sementara waktu, meskipun pada akhirnya tidak bisa melindunginya
Disisi lain, Wan'er yang sepanjang perjalanan penuh tanya dan rasa ingin tahu akibat berada diketinggian sambil menaiki Xiao Bai untuk pertama kali tiba-tiba terdiam setelah melihat kota tersebut
Zhou Yu menaikan alisnya, tapi tidak mengatakan apapun
Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Nenek Wan'er dan berkata "Aku akan melihat situasi di sana sebentar, senior dan Wan'er tidak perlu ikut ke bawah "
"Aku mengerti " Wanita tua tersebut mengangguk dan berkata "Jaga dirimu anak muda "
Zhou Yu mengangguk sebelum menepuk tubuh Xiao Bai supaya menurunkan ketinggiannya
Setelah merasa jaraknya cukup aman, pemuda bertopeng tersebut kemudian melompat dari punggung Elang Putih tersebut dan memasuki kota
Disisi lain, Xiao Bai kemudian mengepakkan sayapnya dan kembali ke langit
Sementara itu, Zhou Yu yang telah memasuki kota tidak membuang waktu
Ia segera melesat dan menjelajahi kota tersebut dengan sangat cepat
Setelah beberapa saat, pemuda bertopeng tersebut kemudian melambat dan melirik bangunan yang dikenalnya
Melihat bangunan tersebut rusak parah dan hampir menjadi puing-puing
Pemuda bertopeng tersebut tidak bisa tidak menghela nafas dan berkata "Aku harap baik anggota Pavilium Bayangan ataupun Penginapan Lotus Putih bisa selamat dari bencana ini "
Setelah mengatakan itu, pemuda bertopeng tersebut mengibaskan tangannya untuk menggeser benda-benda yang menghalangi jalannya sebelum memasuki bangunan tersebut
...
"Apakah anda mencariku, Bibi Zhou?' Lei Jun langsung bertanya setelah memasuki ruangan
Disisi lain, Zhou Huya meliriknya sambil tersenyum lembut dan berkata "Duduklah dulu "
Sama seperti Lei Jun, penampilan Zhou Huya juga mengalami perubahan yang cukup signifikan
Selain menjadi lebih bersih dan sehat, penampilan wanita paruh baya tersebut terlihat sepuluh tahun lebih muda dari sebelumnya
Namun meskipun demikian, jika diperhatikan lebih dekat, mata wanita paruh baya tersebut terlihat kelelahan dengan lingkaran hitam yang cukup jelas di antara matanya
Lei Jun mengangguk dan langsung duduk di kursi yang telah disediakan
Disisi lain, Zhou Huya kemudian menyodorkan selembar kertas ke arah pemuda tersebut
"Apa ini Bibi Zhou?" Lei Jun menaikan alisnya sambil melirik selembar kertas tersebut
"Itu surat misi milikmu " Zhou Huya menjawab dengan singkat
"Surat misi ?" Lei Jun tertegun sebelum berkata dengan nada bersemangat "Apakah aku akhirnya diijinkan untuk menjalankan misi, Bibi Zhou ?"
Setelah mendapatkan kitab dan sumber daya dari Zhou Yu, Lei Jun mengalami perubahan yang mengejutkan
Selain penampilannya, kekuatan pemuda tersebut menjadi jauh lebih kuat dari rekan-rekan sebayanya yang membuat pemuda tersebut menjadi bersemangat
Ia bahkan sering keluar kota untuk menguji kekuatannya
Dengan adanya perang antara kedua aliran dan dampak yang dibawanya
Pemuda tersebut kemudian mengajukan diri untuk menjalankan tugas di daerah rawan bencana supaya bisa terjun langsung sekaligus menemukan sesuatu yang dicarinya
Namun sejak pengajuan dirinya satu tahun terakhir, Organisasi belum memberikan jawaban apapun
Bahkan saat pemuda tersebut bertanya kepada Zhou Huya yang merupakan pengurus Organisasi sekaligus Panti Asuhan tempat ia tinggal
Wanita paruh baya tersebut tetap bungkam dan justru menasihatinya untuk tidak segera terjun ke lapangan sebelum kekuatan benar-benar kuat
__ADS_1
Hal tersebut membuat Lei Jun merasa kecewa, sebab meskipun bukan yang terkuat di antara anggota Organisasi
Tapi di antara generasi muda di dalamnya, jika dirinya mengatakan yang kedua, tidak ada yang berani mengakui bahwa dirinya yang pertama, sehingga membuat pemuda tersebut merasa tidak bisa berkata-kata
Namun meskipun demikian, selain berlatih dengan giat, pemuda tersebut tidak berhenti berharap kepada Organisasi
Karena itu, ketika Zhou Huya menyebutkan bahwa selembar kertas yang ada dihadapannya adalah surat misi yang ia tunggu-tunggu, Lei Jun menjadi sangat bersemangat
Disisi lain berbeda dengan rasa bersemangat Lei Jun, Zhou Huya terlihat jauh lebih murung
Sebagai orang yang merawatnya sejak kecil, perasaan Zhou Huya terhadap pemuda tersebut tidak lebih lemah dari seorang ibu kandung terhadap anaknya
Karena itu, melepaskan pemuda tersebut ke daerah yang rawan bahaya terutama dalam situasi saat ini benar-benar berat baginya
Jika bukan karena sumber daya manusia di dalam organisasi menjadi sangat tegang sejak setengah tahun terakhir dan desakan para penatua di dalam Pavilium Bayangan
Zhou Huya tidak akan pernah mengijinkan Lei Jun pergi ke sana
Zhou Huya kemudian menarik nafas dan berkata "Bersiaplah, kau akan berangkat bersama tim yang dipimpin oleh senior Bayangan Hitam dalam dua hari "
"Aku mengerti Bibi Zhou " Lei Jun menjawab sambil berdiri
Zhou Huya tiba-tiba kembali memanggilnya dan berkata "Berhati-hatilah "
Mendengar hal tersebut, Lei Jun tersenyum dan berkata "Aku pasti akan baik-baik saja Bibi Zhou "
Pemuda tersebut kemudian melenggang pergi
Tapi tepat ketika ia berada di ambang pintu, pemuda tersebut kembali menoleh dan berkata "Aku juga akan kembali bersama saudara Zhou "
Zhou Huya tertegun, namun sebelum wanita paruh baya tersebut membalas ucapannya
Lei Jun sudah menutup pintu dan meninggalkan ruangan tersebut
Disisi lain, Zhou Huya langsung merosot ke arah kursinya dengan penampilan kelelahan
Wanita paruh baya tersebut kemudian memijat keningnya dan berkata dengan pelan "Dimana anda sebenarnya Tuan Muda ?"
***
"Apakah ini kota yang anda maksud senior ?" Zhou Yu menaikan alisnya sambil menatap ke bawah
"Benar " Wanita tua tersebut mengangguk dan berkata sambil menghela nafasnya "Sayang sekali, kota sebesar ini harus hancur dan ditinggalkan "
Zhou Yu mengangguk setuju, meskipun tidak sebesar dan semegah kota-kota yang berdekatan dengan Ibukota, namun untuk kota yang berada di perbatasan, Kota sebesar itu sangat jarang
Tidak heran jika pasukan Aliran Putih menjadikan kota tersebut sebagai titik berkumpul untuk sementara waktu, meskipun pada akhirnya tidak bisa melindunginya
Disisi lain, Wan'er yang sepanjang perjalanan penuh tanya dan rasa ingin tahu akibat berada diketinggian sambil menaiki Xiao Bai untuk pertama kali tiba-tiba terdiam setelah melihat kota tersebut
Zhou Yu menaikan alisnya, tapi tidak mengatakan apapun
Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Nenek Wan'er dan berkata "Aku akan melihat situasi di sana sebentar, senior dan Wan'er tidak perlu ikut ke bawah "
"Aku mengerti " Wanita tua tersebut mengangguk dan berkata "Jaga dirimu anak muda "
Zhou Yu mengangguk sebelum menepuk tubuh Xiao Bai supaya menurunkan ketinggiannya
Setelah merasa jaraknya cukup aman, pemuda bertopeng tersebut kemudian melompat dari punggung Elang Putih tersebut dan memasuki kota
Disisi lain, Xiao Bai kemudian mengepakkan sayapnya dan kembali ke langit
Sementara itu, Zhou Yu yang telah memasuki kota tidak membuang waktu
Ia segera melesat dan menjelajahi kota tersebut dengan sangat cepat
Setelah beberapa saat, pemuda bertopeng tersebut kemudian melambat dan melirik bangunan yang dikenalnya
Melihat bangunan tersebut rusak parah dan hampir menjadi puing-puing
Pemuda bertopeng tersebut tidak bisa tidak menghela nafas dan berkata "Aku harap baik anggota Pavilium Bayangan ataupun Penginapan Lotus Putih bisa selamat dari bencana ini "
Setelah mengatakan itu, pemuda bertopeng tersebut mengibaskan tangannya untuk menggeser benda-benda yang menghalangi jalannya sebelum memasuki bangunan tersebut
__ADS_1
...