Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Racun dan Api


__ADS_3

"Sombong-!" Qin Mo berteriak marah


Awalnya ia tidak ingin menghadapi Tie Berjanggut karena selain kemampuan yang di tunjukan Tie Berjanggut


Alasan utamanya adalah karena luka dari serangan anak panah Zhou Yu sebelumnya terlalu serius, sehingga membuatnya hanya bisa menggunakan 60% kekuatannya


Namun tidak Qin Mo sangka bahwa Tie Berjanggut akan sangat sombong dan tidak memberinya wajah, bahkan berbalik memukul wajahnya dan Aliran Hitam, sehingga membuat Qin Mo sangat marah


Qin Mo melesat ke arah Tie Berjanggut sambil melancarkan pukulan


Di sisi lain, Tie Berjanggut masih berdiri dengan satu tangan berada dipunggungnya


Hanya dalam satu tarikan nafas, Qin Mo telah berada di depan Tie Berjanggut dan mengarahkan kepalan tangannya ke arah pria tua kekar tersebut


Akan tetapi meskipun serangan Qin Mo sangat cepat, Tie Berjanggut tidak lebih lambat


Ia menggeserkan tubuhnya dan menghindari serangan tersebut sambil menepuk pelan bahu kanan Qin Mo


Namun meskipun terlihat pelan, tenaga dalam yang terkandung dalam tepukan tersebut sangat besar, sehingga membuat Qin Mo terlempar dengan bahu yang sedikit bergeser


Qin Mo meringis sambil memegang bahu kanannya, setelah berhasil menstabilkan diri


Ia kemudian menatap Tie Berjanggut dengan tatapan bermartabat dan sedikit rasa takut


Meskipun tidak jelas tentang kekuatan Tie Berjanggut, namun dari pertukaran sebelumnya, Qin Mo bisa memastikan bahwa kekuatan pria tua kekar tersebut berada jauh di atasnya


***


Qin Mo menarik nafas panjang, kemudian menatap Tie Berjanggut dan berkata dengan serius "Apakah senior yakin ingin terlibat dalam masalah ini ?"


Tie Berjanggut mengangguk sebagai jawaban


"Baik " Qin Mo mengangguk dan berkata dengan hormat "Maka dari itu aku akan pergi "


Tie Berjanggut menaikan alisnya, tidak menduga bahwa pihak lain akan menyerah dengan sangat cepat


Namun meskipun merasa aneh, ia tidak terlalu memikirkannya dan menatap Qin Mo dengan tenang


Di sisi lain, Qin Mo segera berteriak kepada pasukannya dan bersiap untuk mundur dari Desa Sua


Ketika Qin Mo sedang bersiap untuk mundur, Tie Berjanggut merasa ada sesuatu yang salah


Ada kilatan kemarahan dari sorot mata Tie Berjanggut


"Kau mencari kematian " Tie Berjanggut melepaskan Aura Bertarung yang sangat dasyat


Qin Mo yang terkena Aura Bertarung tersebut tiba-tiba pucat


***


"Kau benar-benar licik dan waspada, tanpa mengetahui kekuatanku, kau menggunakan racun dalam serangan pertama untuk menyelesaikan masalah, tapi kau masih terlalu lembut "


Setelah Tie Berjanggut mengatakan hal tersebut, tubuhnya tiba-tiba terbakar

__ADS_1


Seluruh tubuhnya diselimuti api, namun orang lain pun bisa melihat bahwa api tersebut tidak melukai tubunya, melainkan seolah Tie Berjanggut adalah api itu sendiri


Setelah tubuh Tie Berjanggut diselimuti api, terdapat asap hitam pekat yang keluar dari tubuhnya


"Racun yang bagus " Tie Berjanggut memuji "Tapi dihadapanku, semuanya akan terbakar "


Api di tubuh Tie Berjanggut membesar, membuat daerah sekitarnya menjadi sangat terang dan juga panas


Zhou Yu dan yang lainnya pun terpaksa menyeret tubuh lemah mereka untuk menjauh dari pria tua kekar tersebut


Di sisi lain, Qin Mo menjadi sangat pucat, ia menyesal telah menggunakan trik tersebut untuk Tie Berjanggut


Awalnya ia menggunakan racun hanya untuk berjaga-jaga


Jika kekuatan Tie Berjanggut berada dibawahnya, racun tersebut pasti akan langsung menjatuhkannya


Jika kekuatan Tie Berjanggut ternyata berada di atasnya, racun tersebut pasti tidak akan segera bereaksi dan tidak akan menarik perhatian pihak lain, yang membuatnya memiliki kesempatan untuk mundur


Akan tetapi tidak Qin Mo duga bahwa Tie Berjanggut akan sangat sensitif, sehingga bisa merasakan racun tersebut hanya dalam beberapa saat


Namun tidak peduli seberapa menyesal Qin Mo, semuanya terlambat, karena tidak ada obat penyesalan di dunia ini


***


**Maaf karena update PHS kembali terlambat


Saya berada di gunung selama dua hari terakhir, baru kembali sore tadi**


"Sombong-!" Qin Mo berteriak marah


Awalnya ia tidak ingin menghadapi Tie Berjanggut karena selain kemampuan yang di tunjukan Tie Berjanggut


Alasan utamanya adalah karena luka dari serangan anak panah Zhou Yu sebelumnya terlalu serius, sehingga membuatnya hanya bisa menggunakan 60% kekuatannya


Namun tidak Qin Mo sangka bahwa Tie Berjanggut akan sangat sombong dan tidak memberinya wajah, bahkan berbalik memukul wajahnya dan Aliran Hitam, sehingga membuat Qin Mo sangat marah


Qin Mo melesat ke arah Tie Berjanggut sambil melancarkan pukulan


Di sisi lain, Tie Berjanggut masih berdiri dengan satu tangan berada dipunggungnya


Hanya dalam satu tarikan nafas, Qin Mo telah berada di depan Tie Berjanggut dan mengarahkan kepalan tangannya ke arah pria tua kekar tersebut


Akan tetapi meskipun serangan Qin Mo sangat cepat, Tie Berjanggut tidak lebih lambat


Ia menggeserkan tubuhnya dan menghindari serangan tersebut sambil menepuk pelan bahu kanan Qin Mo


Namun meskipun terlihat pelan, tenaga dalam yang terkandung dalam tepukan tersebut sangat besar, sehingga membuat Qin Mo terlempar dengan bahu yang sedikit bergeser


Qin Mo meringis sambil memegang bahu kanannya, setelah berhasil menstabilkan diri


Ia kemudian menatap Tie Berjanggut dengan tatapan bermartabat dan sedikit rasa takut


Meskipun tidak jelas tentang kekuatan Tie Berjanggut, namun dari pertukaran sebelumnya, Qin Mo bisa memastikan bahwa kekuatan pria tua kekar tersebut berada jauh di atasnya

__ADS_1


***


Qin Mo menarik nafas panjang, kemudian menatap Tie Berjanggut dan berkata dengan serius "Apakah senior yakin ingin terlibat dalam masalah ini ?"


Tie Berjanggut mengangguk sebagai jawaban


"Baik " Qin Mo mengangguk dan berkata dengan hormat "Maka dari itu aku akan pergi "


Tie Berjanggut menaikan alisnya, tidak menduga bahwa pihak lain akan menyerah dengan sangat cepat


Namun meskipun merasa aneh, ia tidak terlalu memikirkannya dan menatap Qin Mo dengan tenang


Di sisi lain, Qin Mo segera berteriak kepada pasukannya dan bersiap untuk mundur dari Desa Sua


Ketika Qin Mo sedang bersiap untuk mundur, Tie Berjanggut merasa ada sesuatu yang salah


Ada kilatan kemarahan dari sorot mata Tie Berjanggut


"Kau mencari kematian " Tie Berjanggut melepaskan Aura Bertarung yang sangat dasyat


Qin Mo yang terkena Aura Bertarung tersebut tiba-tiba pucat


***


"Kau benar-benar licik dan waspada, tanpa mengetahui kekuatanku, kau menggunakan racun dalam serangan pertama untuk menyelesaikan masalah, tapi kau masih terlalu lembut "


Setelah Tie Berjanggut mengatakan hal tersebut, tubuhnya tiba-tiba terbakar


Seluruh tubuhnya diselimuti api, namun orang lain pun bisa melihat bahwa api tersebut tidak melukai tubunya, melainkan seolah Tie Berjanggut adalah api itu sendiri


Setelah tubuh Tie Berjanggut diselimuti api, terdapat asap hitam pekat yang keluar dari tubuhnya


"Racun yang bagus " Tie Berjanggut memuji "Tapi dihadapanku, semuanya akan terbakar "


Api di tubuh Tie Berjanggut membesar, membuat daerah sekitarnya menjadi sangat terang dan juga panas


Zhou Yu dan yang lainnya pun terpaksa menyeret tubuh lemah mereka untuk menjauh dari pria tua kekar tersebut


Di sisi lain, Qin Mo menjadi sangat pucat, ia menyesal telah menggunakan trik tersebut untuk Tie Berjanggut


Awalnya ia menggunakan racun hanya untuk berjaga-jaga


Jika kekuatan Tie Berjanggut berada dibawahnya, racun tersebut pasti akan langsung menjatuhkannya


Jika kekuatan Tie Berjanggut ternyata berada di atasnya, racun tersebut pasti tidak akan segera bereaksi dan tidak akan menarik perhatian pihak lain, yang membuatnya memiliki kesempatan untuk mundur


Akan tetapi tidak Qin Mo duga bahwa Tie Berjanggut akan sangat sensitif, sehingga bisa merasakan racun tersebut hanya dalam beberapa saat


Namun tidak peduli seberapa menyesal Qin Mo, semuanya terlambat, karena tidak ada obat penyesalan di dunia ini


***


**Maaf karena update PHS kembali terlambat

__ADS_1


Saya berada di gunung selama dua hari terakhir, baru kembali sore tadi**


__ADS_2