
"Aku terlambat " Ming An bergumam pelan setelah melihat hutan yang hancur berantakan di depannya
Setelah mengetahui kemungkinan Zhou Yu dalam bahaya, Ming An bergegas kembali ke perkemahan dengan kecepatan penuh
Namun setelah pria paruh baya tersebut tiba di sana, ia tidak menemukan jejak muridnya itu yang membuatnya menjadi cemas
Ming An kemudian bertanya kepada para pendekar, terutama pendekar yang mendapatkan tugas patroli pada malam sebelumnya
Namun ketika para pendekar tersebut di tanyai satu persatu, tanpa terkecuali para pendekar tersebut hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah bingung
Mengetahui hal tersebut, Ming An berusaha tetap tenang
Memanfaatkan pengalamannya selama bertahun-tahun, pria paruh baya tersebut kemudian segera bergerak untuk mencari keberadaan Zhou Yu
Setelah menggunakan berbagai cara, Ming An kemudian mendapatkan sebuah petunjuk yang membawanya ke hutan tempat ia berada sekarang
***
"Kerusakan ini, semuanya masih terlihat baru" Ming An berkata setelah melihat sekelilingnya
Pria paruh baya tersebut kemudian berjongkok dan menggambil tanah yang berwarna sedikit gelap di bawah kakinya
"Bekas darah " Ming An menggosok tanah tersebut dengan jarinya dan berkata "juga masih terlihat segar, seharusnya baru kemarin "
Ming An kemudian mengendus tanah yang ada di tangannya dan berkata "Tidak salah lagi, kemungkinan besar Yu'er lah yang bertarung di sini "
"Tapi dimana dia sekarang ?" Sambung Ming An sambil melihat sekelilingnya
Pandangan Ming An terlihat memindai hutan disekitarnya dengan serius
__ADS_1
Setelah beberapa saat, pria paruh baya tersebut kembali berkata "Sepertinya aku tidak punya pilihan lain "
Ming An kemudian mengalirkan tenaga dalamnya, namun tepat ketika pria paruh baya tersebut baru saja mengangkat kedua tangannya
Sebuah raungan yang memekakkan telinga tiba-tiba muncul di udara bersamaan dengan guncangan hebat yang muncul di bawah kakinya
Ming An yang tidak siap dengan kejadian tersebut, terlihat terkejut dan hampir kehilangan keseimbangan
Untungnya sebagai seorang Pendekar Suci, ia bereaksi cepat dan berhasil menstabilkan tubuhnya dengan baik
"Apa yang terjadi ?"
***
Medan Perang Aliran Putih dan Hitam
Di antara hamparan luas yang terlihat lengang, terlihat dua sosok yang berdiri di tempat tersebut sambil menatap Hutan Larangan dengan tenang
Namun meskipun demikian, tempramen yang keluar dari keduanya membuat siapapun tidak akan berani menganggap mereka orang tua biasa
Tepat ketika keduanya tengah menikmati pemandangan Hutan Larangan dengan tenang
Raungan panjang dengan disertai guncangan hebat tiba-tiba muncul dan menganggu ketenangan keduanya
Mendengar raungan tersebut, salah satu pria tua terlihat menghela nafas sebelum berkata "Akhirnya disini "
Berbeda dengan pria tua tadi yang seolah sudah mengharapkan kemunculan raungan tersebut
Pria tua lainnya terlihat mengerutkan kening dan bertanya dengan suara dalam "Apa yang sebenarnya terjadi dan suara apa itu, saudara Yun ?"
__ADS_1
Yun Ao menatap Hutan Larangan dengan dalam sebelum menjawab "Kita akan segera mengetahuinya "
Tepat ketika keduanya berdiri sambil menatap Hutan Larangan dengan tenang
Empat sosok berjubah hitam tiba-tiba muncul di samping kedua pria tua tersebut
Keempat sosok tersebut kemudian menatap keduanya sebelum salah satu yang terlihat paling tua berkata "Aku tidak menduga kalian ada disini "
Mendengar pernyataan tersebut, Yun Ao tersenyum dan berkata "Aku juga tidak menduga keempat dewa Aliran Hitam akan muncul di saat seperti ini "
Kedua belah pihak saling menatap dengan tajam
Tepat ketika pria tua yang berdiri disamping Yun Ao meraih pedangnya
Sosok berjubah hitam yang tadi berbicara mengalihkan perhatiannya ke arah Hutan Larangan dan berkata "Sejak satu bulan terakhir, karma yang sangat besar tiba-tiba berkumpul di hutan ini dan mulai mempengaruhi sekitarnya, melihat karma itu sekarang, aku khawatir dunia persilatan akan mengalami perubahan besar "
"Apakah sekarang Dewa Tengkorak Hitam peduli dengan situasi dunia persilatan ?" Pria tua yang berdiri di samping Yun Ao terlihat mengejek sebelum berkata "Sejak awal, bukankah kalian yang selalu membuat dunia persilatan mengalami guncangan ?!"
"Itu benar " Wu Liang mengangguk dan berkata "Aku bahkan berharap guncangan kali ini lebih besar dari pada yang pernah terjadi sebelumnya, dengan begitu Aliran Hitam bisa memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan paling banyak "
Mendengar pernyataan tersebut, Pria tua tadi mendengus dingin
Disisi lain, Yun Ao tetap tenang dan melirik Wu Liang sambil berkata "Tapi sepertinya saudara Wu akan kecewa, meskipun Aliran Hitam berniat mendapatkan keuntungan paling banyak, kalian tidak akan bisa mendapatkannya "
"Apa maksudmu ?" Wu Liang mengerutkan keningnya
Yun Ao tidak menjawab dan mengalihkan perhatiannya ke arah Hutan Larangan dengan tenang
Melihat reaksi pria tua tersebut, kerutan di dahi Dewa Tengkorak Hitam semakin dalam, namun ia tidak memiliki waktu untuk kembali bertanya karena guncangan di bawah kaki mereka berenam semakin kuat
__ADS_1
...