
Markas tim medis
Di bawah cahaya bulan, seluruh markas terlihat terang benderang dan penuh hiruk-pikuk
Dengan semakin beratnya perang di garis depan, seluruh tim medis menjadi sangat sibuk
Aliran orang yang terlihat bolak-balik membawa pendekar yang terluka seolah tidak ada habisnya
Teriakan demi teriakan terus terdengar sehingga membuat markas tak ubahnya seperti sebuah pasar
Menghadapi situasi tersebut, semua tim medis terlihat sangat serius
Semua personil dikerahkan guna meminimalisir kerugian pasukan
Namun meskipun demikian, menghadapi korban yang sangat banyak, bahkan jika semua personil dikerahkan, seluruh tim medis masih kebanjiran
Banyak pendekar terpaksa menunggu sambil menahan rasa sakit, beberapa bahkan menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya akibat terlambat di tangani sehingga membuat suasana seluruh markas menjadi sangat berat
"Apa yang sebenarnya terjadi di garis depan ?" Seorang wanita cantik berjubah putih bergumam sambil melirik ke arah medan perang dengan tatapan dalam
Tidak diketahui apa yang dipikirkan wanita cantik tersebut, karena bahkan di tengah-tengah hiruk-pikuk, ia tidak terganggu
Tepat ketika wanita cantik tersebut masih tertegun, matanya menangkap sebuah siluet yang melewati pandangannya
Wanita cantik tersebut kemudian menaikkan alis sebelum berdiri dan berkata ke arah para tabib di sekitar "Orang ini sudah stabil, kalian bisa memindahkannya, aku harus pergi sebentar untuk menangani beberapa hal"
"Kami mengerti dewi" Para tabib tersebut mengangguk dan tidak bertanya dengan sadar diri
Wanita cantik tersebut kemudian mengangguk dan melenggang pergi
Alisnya sedikit berkerut ketika melewati para pendekar yang tengah di tangani berteriak kesakitan
Namun ia kemudian menggelengkan kepalanya dan melanjutkan langkah
__ADS_1
Setelah keluar dan berputar-putar, ia kemudian tiba di sebuah sudut yang tidak mencolok
Wanita cantik tersebut kemudian melirik sekelilingnya sebelum berkata "Kau bisa keluar, tidak ada yang mengikuti ku"
Tepat ketika kalimat tersebut baru saja jatuh, tumbuhan di belakang wanita cantik tersebut bergetar dan sebuah sosok berjubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya tiba-tiba muncul dengan tenang
Menyadari hal itu, wanita cantik tersebut kemudian berbalik dan bertanya "Apa yang terjadi ?"
"Tuan Muda, beliau sudah ditemukan" Sosok berjubah hitam tersebut berkata dengan langsung
Wanita cantik tersebut tertegun sejenak sebelum kemudian bereaksi "Dimana dia ?"
"Di garis depan" Jawab sosok berjubah hitam dengan singkat
"Garis depan" Wanita cantik tersebut menatap kosong sebelum berkata "Tunggu dulu, apa yang terjadi, kenapa dia tiba-tiba muncul di garis depan, ceritakan semuanya kepadaku"
"Baik" Sosok berjubah hitam mengangguk setuju dan mulai bercerita
Setelah mendengar cerita sosok berjubah hitam tersebut, wanita cantik itu bertanya dengan ekspresi terkejut "Maksudmu Yu'er telah berada di tingkat Pendekar Suci Gerbang Kedelapan?"
Disisi lain, wanita cantik tersebut tidak bereaksi untuk sementara waktu sebelum akhirnya terbangun "Apa katamu ? dia sedang berhadapan dengan delapan Pendekar Suci Gerbang Kedelapan sekaligus ?"
Sosok berjubah hitam tersebut mengangguk, tapi sebelum ia membuka mulutnya, wanita cantik itu sudah menghilang dari hadapannya
Menghadapi pemandangan tersebut, sosok berjubah hitam tersebut tertegun sejenak sebelum bergumam
"Ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi..."
***
"Tidak baik" Pupil Dugu Batian menyusut ketika melihat sebuah telapak tangan lolos dari pertahanannya
Ledakan
__ADS_1
Telapak tangan tersebut menghantam Dugu Batian dengan telak sehingga membuat pria tua tersebut terlempar dan meluncur ke tanah
Ledakan
"Saudara Dugu"
Para Wakil Ketua Sekte Utama berteriak setelah melihat pemandangan tersebut
Disisi lain, suara batuk keras terdengar dari balik debu yang mengaburkan pandangan
Setelah beberapa saat, debu tersebut berangsur-angsur surut dan sosok Dugu Batian terlihat berdiri dengan di topang oleh pedangnya
Penampilannya terlihat sangat malu, dengan pakaian yang terkoyak seperti seorang pengemis dan wajah serta rambut yang terlihat sangat kotor
Namun dibandingkan hal tersebut, mulutnya yang berlumuran darah jelas lebih mengkhawatirkan dibandingkan pemandangan lainnya
Namun meskipun demikian, ia masih berdiri dengan teguh, matanya tidak menunjukkan sedikitpun rasa takut yang sangat konsisten dengan kalimat yang pernah ia ucapkan sebelumnya
"Orang ini sangat ulet, kita harus membunuhnya sekarang juga" Salah satu sosok berjubah hitam yang mengambang di udara berkata dengan serius
Namun sebelum sosok berjubah hitam tersebut bisa bergerak, Naga Jahat yang berada di sampingnya mengangkat tangan "Tidak perlu, dia sudah tidak lagi mempunyai kekuatan untuk bertarung, tidak ada artinya bagi kita untuk membunuhnya"
"Apa maksudmu Naga ? apa kau berniat melindunginya ?" Sosok berjubah hitam tadi bertanya dengan dingin
"Ilmu pedangnya sangat tinggi, mungkin dia akan berguna, sebaiknya kita selesaikan yang disebelah sana terlebih dahulu" Naga Jahat tidak terganggu dengan ucapan tadi dan melirik ke arah lokasi Zhou Yu
Dibandingkan dengan Dugu Batian, Naga Jahat selalu merasa bahwa Zhou Yu jauh lebih berbahaya
Bukan karena kemunculannya yang tiba-tiba ataupun identitasnya yang belum diketahui, tapi Naga Jahat mempunyai firasat bahwa jika pemuda bertopeng tersebut tidak segera dikalahkan, ia mungkin akan membawa gelombang yang mengejutkan dalam perang ini
Mendengar pernyataan tersebut, kedelapan sosok lainnya saling melirik sebelum menganggukkan setuju
Melihat pemandangan tersebut, Naga Jahat mengangguk diam-diam sebelum berteriak.
__ADS_1
"Ayo, bunuh dia..."
...