
“Menurutku sebaiknya kita tetap melakukan semuanya secara normal dan terbuka” Bayangan Hitam tiba-tiba berkata setelah suasana menjadi hening
“Apa kau tidak khawatir kedua tua bangka itu akan memanfaatkan situasi jika kita melakukannya secara terbuka ?” Pendekar wanita terlihat tidak setuju dengan usulan Bayangan Hitam
Disisi lain, Bayangan Hitam menggelengkan kepalanya dan membalas “Apa yang perlu di khawatirkan ?"
"Tuan Muda adalah orang yang bijaksana, terlepas dari usianya yang masih sangat muda, beliau mampu memahami suatu hal dengan sangat dalam layaknya para orang tua"
"Dengan kebijaksanaan yang di miliki beliau, tidak mungkin beliau bisa di manfaatkan oleh orang lain apalagi hanya sekedar dua orang tua yang sudah bau tanah seperti mereka”
Mendengar pernyataan tersebut, seluruh ruangan kembali hening
Kedua pendekar pria dan wanita saling melirik, tidak memiliki cara membantah kalimat tersebut sementara Zhou Huya kemudian membuka mulutnya
"Aku setuju”
“Akulah yang terlalu khawatir sampai melupakan bahwa meskipun terkesan acuh tak acuh, Tuan Muda selalu memperhatikan kita dan sangat memahami dengan apa yang terjadi di dalam organisasi”
"Keadilan adalah sesuatu yang selalu di tekankan oleh Tuan Muda sedari awal, kita harus mematuhi itu"
Pendekar pria dan wanita saling kembali saling melirik setelah mendengar kalimat tersebut, sebelum pendekar pria kemudian membuka mulutnya
“Karena saudara Bayangan dan manajer Zhou berpikir demikian, maka kami juga akan setuju”
***
Beberapa hari kemudian
Di sebuah kedai arak yang cukup kecil, dua orang pria dengan mengenakan jubah hitam yang menutupi hampir seluruh tubuh mereka terlihat duduk dengan belasan botol arak di atas mejanya
Penampilan kedua pria tersebut tentunya menarik perhatian para pelanggan lain yang berkunjung ke kedai arak itu
__ADS_1
Sebab meskipun pakaian tersebut sebelumnya cukup umum dikenakan terutama di kalangan para pendekar, karena dapat menutupi identitas mereka dan menyelamatkan mereka dari intaian ataupun di kenali musuh
Namun sejak kemunculan Pemerintah Surga dengan pakaian khas mereka yang merupakan jubah hitam yang serba tertutup membuat gaya pakaian tersebut menjadi sangat sensitif dan menarik perhatian, terutama di kota-kota yang di kendalikan sekte-sekte dunia persilatan
Namun meskipun demikian, menyadari reaksi di sekelingnya, kedua pria tersebut terlihat acuh tak acuh dan masih mengobrol dengan tenang
***
"Dimana kelima anak itu, senior ?" Salah satu sosok berjubah hitam berkata dengan pelan ke arah rekannya itu
Sosok berjubah hitam tersebut terlihat sangat muda, meskipun ia mengenakan topeng yang menutupi sebagian besar wajahnya
Namun hal tersebut tidak bisa menutupi pancaran vitalitas dan aura masa muda dari sosok berjubah hitam tersebut
Apalagi jika ia menurunkan tudung kepalanya, para pelanggan yang berada di kedai arak pasti akan heboh dan langsung mengenalinya sebab ia adalah pendekar yang sedang naik daun dimana namanya terus-menerus disebutkan sejak perang antara Pasukan Aliansi dan Pemerintah Surga berakhir
Pria tersebut tentunya adalah Zhou Yu yang di akui sebagai jenius nomor di dunia persilatan satu saat ini dan tokoh penting baru di dunia persilatan sejak ia menunjukkan kekuatannya yang menakjubkan dan setara dengan Puncak Pendekar Suci di perang melawan Pemerintah Surga
Meskipun banyak yang membantah dan tidak setuju dengan pendapat tersebut sebab menurut mereka dalam hal usia ataupun pengalaman, Zhou Yu adalah seorang junior
Namun tidak ada yang membantah bahwa ilmu silatnya sangat tinggi sehingga kemanapun Zhou Yu pergi
Keberadaannya akan menarik perhatian banyak orang seperti tokoh-tokoh penting di tingkat para dewa
Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, Zhou Yu mengenakan pakaian yang serba tertutup untuk membuat orang sulit untuk mengenali identitasnya
Sementara itu, sosok berjubah hitam lain yang duduk di samping pemuda bertopeng tersebut tidak lain adalah Bayangan Hitam yang beberapa hari yang lalu muncul di Kota Shen
Setelah beberapa hari tinggal di Kota Shen untuk menjalankan perintah yang diberikan Zhou Yu, pria paruh baya tersebut akhirnya kembali dan setelah menyelesaikan tugasnya
"Saat ini mereka berada di kantor cabang dan menunggu perintah anda Tuan Muda" Bayangan Hitam menjawab pertanyaan Zhou Yu dengan hormat
__ADS_1
Zhou Yu mengangguk dan bertanya dengan santai "Apakah ada masalah dalam tugas kali ini ?"
Bayangan Hitam terlihat ragu-ragu sejenak sebelum kemudian menggelengkan kepalanya "Semuanya berjalan lancar, Tuan Muda"
"Apakah Tetua Feng dan Tetua Yan tidak melakukan tindakan apapun yang mengganggu perintahku ?" Zhou Yu bertanya dengan tenang sambil melirik pria paruh baya disampingnya dengan cermat
Bayangan Hitam kembali mengangguk dan menjawab
"Kedua orang tua itu cukup sadar diri bahwa mereka telah menyinggung anda dengan berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan kelompok Bayangan Darah"
"Oleh karena itu, setelah mengetahui perintah anda, mereka segera mendorong orang-orang mereka ke atas panggung dengan niat memperbaiki hubungan mereka dengan Tuan Muda"
"Tapi karena keberadaan manajer Zhou dan kedua tetua yang lain, tidak mudah bagi mereka bertindak dan mendorong orang-orang mereka untuk menjadi salah satu dari kelima anak yang Tuan Muda inginkan"
"Apakah niat mereka benar-benar untuk memperbaiki hubungan denganku ?" Zhou Yu menaikkan alisnya sambil tersenyum
Disisi lain, Bayangan Hitam tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya
"Berniat memperbaiki hubungan adalah hal yang bagus, karena bagaimanapun kontribusi mereka untuk Paviliun Bayangan sangatlah jelas"
"Tapi jika ada ambisi yang tersembunyi dalam niat baik itu, aku tidak keberatan melakukan gerakan bersih-bersih sebelum perjanjian satu tahun tiba"
"Jika hal itu benar-benar terjadi, bukan hanya masalah yang berhubungan dengan kelompok Bayangan Darah yang akan aku kejar, tapi juga masalah-masalah lain termasuk tentang ikut campurnya mereka dengan urusan keluarga bangsawan"
"Aku harap anda bisa menyampaikan pesanku ini kepada mereka, senior Bayangan Hitam"
Setelah mengatakan itu, Zhou Yu berdiri dan melenggang pergi meninggalkan Bayangan Hitam yang menatap belasan botol arak tidak tersentuh di depannya dengan tatapan dalam
Setelah beberapa saat, Bayangan Hitam menarik nafas dan meneguk salah satu botol arak dalam sekali tegukan
"Aku harap kalian bisa membuang ambisi liar kalian itu dan benar-benar menyerah kepada Tuan Muda atau aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan kalian dari bencana yang akan datang"
__ADS_1
...