
Mendengar perkataan He Riju, Zhou Yu tetap tidak bergeming
Bukannya Zhou Yu ingin menjadi orang yang kejam dan berdarah dingin dengan mengabaikan situasi He Riju yang sedang dalam kesulitan
Namun karena hubungan kekaisaran dan sekte-sekte di dunia persilatan selalu sangat tegang, terlepas dari berapa banyak kerjasama terjadi antara keduanya
Sehingga ajaran yang diterimanya sejak kecil membuat pemuda bertopeng tersebut waspada dan enggan untuk ikut campur dalam urusan orang-orang dalam sistem seperti He Riju, terutama ketika ia tidak mengetahui alasan keluhan diantara mereka
Melihat Zhou Yu masih tidak bergerak, He Riju tersenyum pahit dalam hatinya
Meskipun belum ada kesepakatan antara keduanya, pria paruh baya tersebut berpikir karena Zhou Yu mengikutinya
Pemuda bertopeng tersebut harus memiliki niat untuk membantunya, namun melihat situasinya saat ini, sepertinya dia terlalu banyak berpikir
Kedua pendekar yang bertarung dengan He Riju juga melirik ke arah Zhou Yu dengan tajam
Kedua pria paruh baya sebenarnya terkejut, karena sebelumnya mereka tidak merasakan keberadaan Zhou Yu sama sekali
Jika bukan karena He Riju berteriak, keduanya mungkin tidak akan pernah menyadari bahwa ada orang lain yang menyaksikan pertarungan mereka
Hal tersebut membuat mereka menjadi gelisah karena khawatir Zhou Yu akan menjadi variabel dalam pertarungan mereka
Meskipun saat ini pemuda bertopeng tersebut tidak memiliki tanda-tanda untuk membantu, bukan berarti tidak ada kemungkinan bahwa Zhou Yu tidak akan ikut campur dalam urusan mereka, sehingga kedua pria paruh baya tersebut saling melirik dan meningkatkan kewaspadaan mereka
__ADS_1
Seolah telah membuat rencana dengan tatapan mata, keduanya kemudian saling mengangguk dan melesat ke arah He Riju secara bersamaan
Pertarungan He Riju dan kedua pria paruh baya pun kembali di lanjutkan
Dengan kemunculan Zhou Yu yang tiba-tiba, membuat kedua pria paruh baya tersebut khawatir, sehingga mereka tidak lagi menahan diri seperti sebelumnya dan bergegas melancarkan serangan-serangan ke arah He Riju dengan sengit untuk mengakhiri pertarungan tersebut dengan lebih cepat
***
Sementara pertarungan He Riju dan kedua pria paruh baya kembali berlanjut, tidak jauh dari lokasi tersebut
He Qianyu menatap semuanya dengan tatapan khawatir, terutama melihat kondisi ayahnya yang semakin kewalahan
Gadis tersebut kemudian mengepalkan tangannya dan berniat berdiri
"Jangan mencoba menghentikanku " He Qianyu berkata dengan dingin ke arah Xu Wendao yang masih terduduk lemah dengan wajah pucat
Xu Wendao menggelengkan kepala dan berkata dengan lemah "Kau tidak boleh ikut campur dalam pertarungan mereka, jika tidak ingin melihat walikota mati "
"Tapi jika aku tidak segera membantu, ayah mungkin..." He Qianyu tidak berani melanjutkan kalimatnya dan hanya menatap Xu Wendao dengan mata memerah
Xu Wendao membuang muka, tidak tahan melihat air mata yang hampir jatuh dipelupuk mata gadis itu
Ia kemudian melirik ke arah Zhou Yu
__ADS_1
Karena Zhou Yu tidak lagi menyembunyikan dirinya, sehingga Xu Wendao dapat melihat Zhou Yu dalam sekali lirikan
"Satu-satunya yang bisa menyelamatkan walikota saat ini hanya pria itu " Xu Wendao berkata ke arah He Qianyu
He Qianyu juga mengalihkan pandangannya ke arah Zhou Yu dan menggelengkan kepalanya dengan wajah pahit "Tapi orang itu tidak berniat membantu ayah sama sekali "
Xu Wendao terdiam sejenak, setelah merasa tubuhnya berangsur-angsur pulih, ia kemudian berkata "Bawa aku ke sana, mungkin dia akan berubah pikiran "
"Apa yang akan kau lakukan ? " He Qianyu menatap pemuda tersebut dengan ragu
Xu Wendao tidak berniat menjelaskan dan hanya berkata "Kau akan tahu nanti, cepat jangan membuang waktu "
Meskipun terlihat ragu, He Qianyu tidak berani membuang waktu, karena Xu Wendao mengatakan demikian, ia mungkin mempunyai cara, sehingga gadis tersebut segera membantu Xu Wendao berdiri dan berjalan ke arah Zhou Yu
***
Zhou Yu mengepalkan tinju dengan erat, kemudian melepaskan sambil menghela nafas dan bergumam "Tidak peduli siapa yang baik dan buruk, setidaknya aku harus memastikan supaya tidak ada yang kematian hari ini"
Tidak peduli bagaimana kewaspadaan seorang pendekar dunia persilatan terhadap orang-orang dalam sistem
Zhou Yu tidak bisa membohongi hati nuraninya, sehingga ia siap bergerak ketika situasi yang mengancam jiwa terjadi dihadapannya
...
__ADS_1