Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertempuran Besar


__ADS_3

“Bukankah itu Dewa Naga Putih dari Sekte Gunung Kunlun ?”


“Bukan hanya Dewa Naga Putih. Coba lihat baik-baik, bukankah mereka adalah para dewa dari kedua aliran, bahkan Dewa Es dan Dewa Mabuk dari Aliran Netral juga ada di sana”


“Luar biasa, para dewa akhirnya muncul, dengan kekuatan mereka, bukankah kemenangan artinya sudah ada di depan mata ?”


“Itu belum tentu, apa kau lupa mereka juga mempunyai banyak Pendekar Suci Gerbang Kedelapan yang setara dengan para dewa ?”


“Bahkan jika mereka mempunyai banyak pendekar yang setara dengan para dewa, jadi apa ? bukankah selama puluhan tahun terakhir para dewa mendominasi dunia persilatan dan para pendekar dari Pemerintah Surga bahkan tidak berani menunjukkan batang hidungnya”


Para pendekar berdiskusi setelah melihat kemunculan para dewa dunia persilatan


Beberapa sangat percaya dengan kemampuan para dewa sementara beberapa pendekar juga tidak terlalu optimis sebab selain karena Pemerintah Surga juga mempunyai karakter seperti Naga Jahat dan yang lainnya yang berada di tingkat Puncak Pendekar Suci dan setara dengan para dewa


Alasan lainnya adalah bayangan masa lalu di mana sejak awal, mereka terus di dorong menuju jurang keputusasaan oleh kekuatan Pemerintah Surga


Sementara itu, ketika diskusi antara para pendekar masih berlangsung. Fei Xiao Yuan yang berada di antara kerumunan mengerutkan kening dan bergumam


“Pertempuran sebesar ini. entah hal baik atau buruk bagi semua pendekar yang ada”


***


“Konsekuensi ? sejak aku memutuskan berseberangan dengan kalian, aku sudah siap dengan semua konsekuensi yang ada, kau tidak perlu khawatir akan hal itu” Wang Xiang Dao berkata dengan tenang dan menghilang dari posisinya


Bersamaan dengan pria tua tersebut bergerak, Xia Juntian juga menghilang dari tempatnya


Sebelum para pendekar lainnya bereaksi. Kedua pria tua tersebut muncul dan saling melemparkan serangan


Xia Juntian mengayunkan tongkatnya sementara Wang Xiang Dao bertarung dengan tangan kosong


Dihadapkan dengan tongkat kayu yang mampu mengimbangi Pedang Raja Harimau Emas, tangan Wang Xiang Dao tidak rusak dan mampu menahan serangan tongkat tersebut dengan sempurna

__ADS_1


Wang Xiang Dao dan Xia Juntian saling menatap, aliran listrik tidak kasat mata bertabrakan di antara tatapan keduanya


Xia Juntian mendengus dan mendorong tongkatnya dengan tenaga dalam yang jauh lebih besar


Disisi lain, Wang Xiang Dao juga tidak mau kalah


Dua tenaga dalam yang sangat besar bertabrakan di antara keduanya sehingga membuat ruang di sekitarnya bergetar, bahkan ada fluktuasi samar seolah ruang di sekitarnya tidak mampu menahan beban tabrakan dua tenaga dalam menakutkan tersebut


Tepat ketika fluktuasi ruang semakin besar, Xia Juntian mendengus dan terlempar di udara seperti layangan putus


“Wakil ketua”


Naga Jahat dan yang lainnya berniat membantu, tapi sebelum mereka mengambil langkah, Dewa Mabuk dan yang lainnya akhirnya bergerak dan menghalangi jalan para pendekar tersebut


Wajah Naga Jahat dan yang lainnya tenggelam, meskipun jumlah di pihaknya jauh lebih banyak, namun setelah terombang-ambing di antara pertempuran antara Zhou Yu dan Xia Juntian, kondisi mereka tidak berada di puncak


“Menyingkir” Naga Jahat mendengus dan mengayunkan telapak tangannya


Namun menghadapi serangan yang terbentuk dari ayunan telapak tangan tersebut, orang yang menghadangnya tidak mundur dan melemparkan sebuah serangan tapak


Ledakan


Gelombang kejut menyebar dan meledakkan udara di sekitarnya


“Pemabuk sialan” Kulit Naga Jahat terlihat jelek


Disisi lain, mendengar pihak lain mengutuk dengan nama panggilannya. Dewa Mabuk tersenyum sembrono “Ada apa ini ?, bukankah menurut rumor Naga Jahat adalah orang nomor satu di Divisi Zodiak yang kekuatannya sangat dekat dengan tingkat Pendekar Bumi, kenapa aku merasa sangat lemah ?”


“Benar saja, kita tidak boleh mudah percaya pada rumor” Sambung Dewa Mabuk sambil meneguk labu arak di tangannya


“Pemabuk sialan, kau mencari kematian” Naga Jahat meraung dan melepaskan momentum yang sangat kuat

__ADS_1


***


Ming An melirik pertempuran di udara dengan tatapan dalam sebelum kembali menarik pandangannya


Pria paruh baya tersebut kemudian berjalan selangkah demi selangkah ke arah ‘Zhou Yu’ yang tergeletak di tanah


Seolah merasakan kedatangan Ming An, ‘Zhou Yu’ menghentikan tindakannya dan membuka mata


Kedua belah pihak saling menatap dengan tenang, tidak ada fluktuasi di mata ‘Zhou Yu’ selain tatapan acuh tak acuh


Disisi lain, Ming An mengerutkan keningnya melihat tatapan muridnya itu


Pria paruh baya tersebut kemudian menghela nafas dan berkata “Yu’er, saatnya pulang”


‘Zhou Yu’ terlihat mencibir, tapi sebelum ia bisa mengejek, suara Ming An seolah menembus kepalanya yang membuat kepalanya berdengung


“Kau... apa yang kau lakukan ?” ‘Zhou Yu’ meringis kesakitan dan menatap Ming An dengan ngeri


Namun Ming An tidak menjawab dan hanya berkata dengan suara rendah “Benar saja, metode ini masih belum efektif, untungnya aku sudah siap sejak lama”


‘Zhou Yu’ terlihat mengerutkan kening, tapi sebelum ia bisa memahami maksud kalimat pria paruh baya tersebut


Ming An terlihat mengeluarkan sebuah lonceng seukuran ibu jari dari sakunya


Ming An sekali lagi menghela nafas sambil menatap lonceng tersebut, sementara ‘Zhou Yu’ merasakan firasat buruk yang tidak dapat dijelaskan


Jingle bell


Kepala ‘Zhou Yu’ berdengung, bunyi lonceng menembus kepalanya sehingga membuat wajahnya terlihat kesakitan


Sebelum ‘Zhou Yu’ bisa beradaptasi dengan situasinya, bunyi lonceng di kepalanya semakin keras sehingga membuatnya menjerit dan hanya bisa mengeluarkan kata terakhir

__ADS_1


“Tidak”


...


__ADS_2