Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Perang IV


__ADS_3

Pertempuran semakin intens, di bawah komando Fei Xiao Yuan, Pasukan Aliansi mulai berada di atas angin


Meskipun anggota Pemerintah Surga memerintahkan para siluman untuk melakukan kerusuhan dan menjadi penggiling daging guna memutar balikkan situasi


Namun Fei Xiao Yuan selalu berhasil merespon tepat waktu dan menggagalkan rencana tersebut sehingga membuat Naga Jahat yang berada di udara menjadi geram


Akan tetapi tidak peduli bagaimana perasaan pria tua tersebut, ia hanya bisa menelan nafas sebab dengan keberadaan Dugu Batian yang menjeratnya, tidak mungkin baginya untuk bergerak dan melakukan sesuatu terhadap Fei Xiao Yuan


Naga Jahat kemudian melirik ke arah Tikus Besar yang berada di bawah dengan samar


Disisi lain, Tikus Besar terlihat menaikkan alisnya ke arah pria tua tersebut sebelum mengangguk "Aku mengerti"


Setelah mengatakan itu, Tikus Besar kemudian mempercepat serangannya sehingga membuat Yan Tian mengerutkan kening


Tidak hanya mempercepat serangan, Tikus Besar juga mulai menggunakan serangan perubahan jenis yang membuat Yan Tian kewalahan


Meskipun penguasaan Tikus Besar terhadap perubahan jenis hanyalah rata-rata dibandingkan Yan Tian yang sangat ahli dalam menggunakan perubahan jenis api


Namun Tikus Besar adalah eksistensi yang berhasil mencapai Puncak Pendekar Suci dan sebanding dengan para dewa sehingga serangan-serangannya masih sangat mengancam nyawa


Tepat ketika serangan Tikus Besar semakin intens dan memaksa Yan Tian berada dalam posisi bertahan


Tikus Besar tiba-tiba berbalik dan meninggalkan pria paruh baya tersebut


Yan Tian tertegun sejenak sebelum kemudian bereaksi


Namun tepat ketika pria paruh baya tersebut berniat mengejar Tikus Besar


Sesosok wanita dengan nafas sedingin es tiba-tiba muncul dan menghadang pria paruh baya tersebut


"Kau tidak layaknya menjadi lawan senior, lawanmu adalah aku" Wanita tersebut berkata dengan nada dingin


Disisi lain, Yan Tian menatap wanita yang baru saja muncul dengan serius


Meskipun ia sangat ingin mengejar Tikus Besar karena firasatnya mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika pria tua tersebut dibiarkan pergi


Namun nafas dingin dari wanita yang baru saja muncul membuatnya merasa terancam seperti bertemu musuh alami

__ADS_1


Setelah melirik ke arah Tikus Besar dengan enggan, Yan Tian kemudian melesat dan melepaskan serangan ke arah wanita bernafas dingin tanpa ragu-ragu


***


"Apa kau berniat menghabiskan semuanya hari ini ?"


Naga Jahat bertanya dengan sungguh-sungguh setelah merasakan serangan-serangan yang di lepaskan Dugu Batian semakin berbahaya


"Menghabiskan semuanya ?" Dugu Batian menggelengkan kepalanya dan menjawab "Kau terlalu banyak berpikir"


"Aku hanya merasa kau terlalu banyak terganggu dalam pertempuran ini, itu membuatku merasa tersinggung" Sambung pria tua tersebut sambil melepaskan niat pedang ke arah Naga Jahat


Naga Jahat menghindari serangan pria tua tersebut dengan tenang


Namun ia tidak membalas dan malah mengambil jarak


"Sepertinya kau sangat percaya diri dengan kemampuan orang itu"


"Menghadapi tikus dan anjing, apa yang harus aku khawatirkan ?" Dugu Batian menggelengkan kepalanya dengan tenang


Mendengar pernyataan tersebut, wajah Naga Jahat terlihat mendung "Aku tidak tahu dari mana kepercayaan dirimu berasal"


"Apa yang kau maksud adalah mereka ?" Dugu Batian mengalihkan perhatiannya ke arah kesepuluh Puncak Pendekar Suci dengan tenang


Meskipun para pendekar yang menghadapi kesepuluh Puncak Pendekar Suci terlihat sangat menyedihkan dan ditekan habis-habisan


Namun tidak ada fluktuasi ataupun riak dari matanya seolah tidak peduli bagaimana hasil pertempuran kesepuluh Puncak Pendekar Suci dan para petinggi Pasukan Aliansi tersebut berakhir, hal itu tidak akan mempengaruhi apa yang telah direncanakannya


Dugu Batian kemudian menganggukkan kepalanya dan berkata "Mereka cukup kuat, tapi untuk mengubah arus pertempuran, aku khawatir tidak cukup"


"Aku merasa aku sudah cukup sombong, tapi sepertinya dibandingkan dirimu, aku masih sangat rendah hati" Naga Jahat berkata setelah terdiam selama beberapa saat


Dugu Batian mengangkat bahunya dengan tenang dan kembali melesat ke arah pria tua tersebut


Pertempuran mengguncang bumi kembali terjadi


Seolah dipengaruhi oleh tindakan dan kata-kata Dugu Batian, Naga Jahat juga melepaskan kekuatan yang jauh lebih menakutkan

__ADS_1


Serangan-serangannya terlihat sangat sombong, bahkan dihadapkan dengan ketajaman niat pedang dari Dugu Batian


Naga Jahat tidak menyusut dan menghadapinya dengan cara yang mendominasi


Gelombang demi gelombang kejut menyebar, membuat darah para pendekar yang berada di dalam jangkauannya bergejolak


Jika bukan karena para pendekar tersebut segera menjauh, para pendekar itu kemungkinan besar akan kehilangan kesadaran


***


Sementara itu, tidak jauh dari medan perang, tepatnya disebuah gua yang berada di balik air terjun


Seorang pemuda bertopeng terlihat duduk disamping sebuah kolam kecil dengan mata tertutup


Nafas pemuda bertopeng terlihat terlihat halus, wajahnya dipenuhi ketenangan yang sangat kontras dengan situasi di medan perang


Setelah beberapa saat, pemuda bertopeng tersebut terlihat membuka matanya


Cahaya yang sangat terang keluar dari mata pemuda bertopeng tersebut


Dengan pola Yin dan Yang yang sangat unik, mata pemuda bertopeng tersebut seolah bisa menembus rahasia dunia


Pemuda bertopeng tersebut kemudian menghela nafas, pola Yin dan Yang dalam matanya berangsur-angsur kabur dan kembali seperti mata normal pada umumnya


"Apakah masih belum waktunya senior ?" Pemuda bertopeng tersebut mengalihkan perhatiannya ke arah seekor Harimau yang berbaring di sudut gua


Disisi lain, Harimau tersebut membuka matanya dan membalas "Masih belum, waktunya belum tepat"


"Kenapa ?" Pemuda bertopeng tersebut terlihat kebingungan


Harimau tersebut melirik pemuda bertopeng dengan samar sebelum kemudian menjawab "Pertempuran yang sebenarnya masih belum terjadi, bergabung sekarang mempunyai kerugian yang jauh lebih banyak dari pada keuntungannya"


"Apakah begitu ?" Pemuda bertopeng tersebut terlihat tidak yakin


Namun ia ditakdirkan untuk tidak mendapatkan jawabannya sebab Harimau yang berbaring di sudut gua sudah kembali menutup matanya


Melihat hal tersebut, pemuda bertopeng itu kembali menghela nafas dan bergumam

__ADS_1


"Aku hanya berharap Bibi Guru akan baik-baik saja"


...


__ADS_2