
Waktu tidak pernah menunggu siapapun
Keesokan harinya, perang secara resmi dimulai
Namun untuk hari pertama, hanya para Pendekar Raja kebawah yang memasuki medan perang
Sementara para pendekar yang mencapai tingkat Pendekar Kaisar dan Pendekar Suci masih menunggu di markas besar
Untuk menghindari terjadinya konflik yang tidak diinginkan dalam aliansi, pasukan dibagi menjadi empat kelompok, yang dipimpin oleh seorang Pendekar Raja
Empat pasukan tersebut kemudian dibagi lagi menjadi ratusan kelompok kecil, yang dipimpin oleh seorang tetua dengan anggota yang berasal dari sekte yang sama
***
Dengan dipimpin oleh Wang Ren, Zhou Yu dan anggota Sekte Pedang Kembar lainnya memasuki hutan untuk menuju medan perang dengan mantap
Zhou Yu melirik sekelilingnya, ia menemukan pasukan dari sekte yang lain terus melompat dari pohon ke pohon tanpa sedikitpun keraguan
__ADS_1
Setelah beberapa saat, pasukan paling depan tiba-tiba meluncur ke tanah dan berhenti, sehingga pasukan yang berada dibelakang segera mengikuti
Zhou Yu menatap lurus ke depan, ia kemudian melihat seorang pria sepuh dengan jubah abu-abu melompat menuju pohon paling tinggi, kemudian berdiri dibatangnya sambil memandang seluruh pasukan
Pria sepuh tersebut bernama Lu Minghe, seorang Pendekar Raja yang berasal dari Sekte Gunung Kunlun dan pria sepuh tersebut merupakan pemimpin pasukan kelompok 4
Lu Minghe menyipitkan matanya dan berkata dengan menggunakan tenaga dalam "Saudara-saudari sekalian, aku telah dipercaya untuk memimpin kelompok 4 oleh markas besar, karena hari ini adalah hari pertama kita bertemu, maka aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu "
"Namaku Lu Minghe, pemimpin pasukan kelompok 4 "
Setelah memperkenalkan diri, wajah Lu Minghe berubah serius "Aku akan memperkenalkan situasi medan perang secara singkat kepada kalian. diantara tiga medan perang lainnya, kelompok kita berada di zona perang paling berbahaya, karena area pertempuran kita meliputi tepian Hutan Larangan "
Setelah mengatakan hal tersebut, aura bertarung seketika meletus dari tubuh Lu Minghe
Meskipun auranya tidak bisa mengintimidasi seluruh pasukan, namun dapat memberi tahu sikap Lu Minghe dengan sangat jelas kepada seluruh pendekar yang ada
Seluruh pasukan tetap menatap lurus tanpa mengubah wajahnya, menunjukan bahwa mereka akan mematuhi perintah Lu Minghe di masa depan
__ADS_1
Meskipun terdapat segelintiran pendekar dengan latar belakang sekte besar yang merasa tidak puas, namun tidak ada yang berani menunjukannya, karena latar belakang Lu Minghe lebih kuat dari pada mereka
Lu Minghe menatap seluruh pasukan, kemudian mengangguk puas dan berkata "Saatnya pergi "
Setelah itu, ia berbalik dan melompat, memasuki hutan lebih dalam lagi
***
Pasukan dari Sekte Pedang Kembar bergerak mengikuti
Suasana terasa tegang dan berat, tidak ada yang mengatakan apapun, sampai beberapa saat kemudian, Wang Ren membuka mulutnya
"Kita lebih mengenal situasi Hutan Larangan dari pada pasukan sekte lainnya, jadi aku harap kalian lebih waspada dan berhati-hati, jangan sampai terjadi kecelakaan yang tidak perlu "
Seluruh anggota Sekte Pedang Kembar mengangguk setuju
Wang Ren kemudian menarik nafas, merasakan telapak tangannya berkeringat
__ADS_1
Meskipun telah melihat banyak adegan berdarah, namun Wang Ren baru pertama kali menghadapi pertempuran sebesar ini, sehingga ia tidak bisa menahan perasaan gugup
Disisi lain, Zhou Yu merasakan hal yang sama, tapi lebih banyak penyesalan dari raut wajanya