
"Saudara Wu, anda sudah melihat sendiri situasi saat ini, jika kita tidak bersatu dan menghentikan para siluman ini sekarang. Bukan hanya Aliran Putih, tapi seluruh kekuatan di wilayah Kekaisaran Song akan menghadapi bencana besar dan Aliran Hitam pastinya tidak terkecuali " Yun Ao berkata sambil mengalihkan perhatiannya
Mendengar pernyataan tersebut, Wu Liang tidak segera menjawab dan malah menatap barisan siluman dihadapannya dengan tatapan dalam
Yun Ao tidak terlihat terburu-buru dan menunggu pria tua tersebut dengan tenang
Namun berbeda dengan Yun Ao, He Hongsen yang tubuhnya sudah dialiri kilatan petir sedari tadi berkata dengan tidak sabar "Dewa Tengkorak Hitam, apa kau masih ragu-ragu dalam situasi seperti ini ?"
Wu Liang masih tidak bergeming yang membuat He Hongsen mengerutkan keningnya
Tepat ketika He Hongsen berniat kembali mendesak pria tua tersebut
Chu Hunian alias Dewa Setan Rubah tiba-tiba maju dan berkata "Biarkan aku yang maju lebih dulu "
Setelah mengatakan itu, energi berwarna hitam tiba-tiba keluar dari tubuh pria tua tersebut dan meluas ke segala arah
Melihat hal tersebut, Wu Liang tidak mengatakan apapun selain melakukan tindakan yang sama
***
"Mereka terlalu kuat " Nie Yunhai berteriak setelah dirinya terpaksa mundur karena serangan mematikan salah satu Raja dan Ratu Siluman Setengah Langkah
"Bukan mereka yang terlalu kuat, tapi kau yang terlalu lemah " Ren Zhixing tiba-tiba muncul di samping pria tua tersebut sambil menyeringai
Mendengar pernyataan tersebut, Nie Yunhai menatap Dewa Pembantaian dengan tajam
Namun sebelum keduanya bertengkar seperti biasa, suara Dewa Tengkorak Hitam tiba-tiba muncul dan menyela keduanya
"Pembantai, Haus Darah, jika kalian punya tenaga untuk bertengkar, sebaiknya kalian gunakan tenaga itu untuk menggantikanku dan menghadapi siluman ini "
Mendengar pernyataan tersebut, kedua pria tersebut membuang muka secara bersamaan sebelum melesat menuju lawan masing-masing
__ADS_1
Bukannya mereka takut, namun melihat Wu Liang sekalipun kesulitan menghadapi Singa Berkepala Tiga yang tengah dihadapinya, mereka cukup sadar diri
Disisi lain, melihat tindakan kedua pria tersebut dari sudut matanya, Wu Liang tidak mengatakan apapun
Pria tua tersebut kemudian melirik Yun Ao yang tengah berhadapan dengan Ular Naga dan Chu Hunian serta Bing Yuju yang bergabung untuk menghadapi Harimau Putih
Sama seperti dirinya, kedua pertarungan tersebut juga menemui jalan buntu, dimana Yun Ao dan yang lainnya terlihat kesulitan bahkan untuk mendaratkan satu serangan
Hal tersebut membuat Wu Liang mengerutkan keningnya karena jika situasi tersebut terus berlanjut, kemungkinan mereka untuk memenangkan pertempuran semakin kecil
Wu Liang kemudian kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Singa Berkepala Tiga yang terus-menerus melemparkan bola api ke arahnya
Dengan pengalamannya selama bertahun-tahun, tidak sulit untuk sekedar menghindari serangan jarak jauh yang dilepaskan Singa Berkepala Tiga
Namun masalahnya, tidak peduli bagaimana Wu Liang berusaha mencari celah, Singa Berkepala Tiga sangat waspada dan tidak menunjukkan sedikitpun cacat dalam tindakannya
Hal tersebut membuat Wu Liang kesulitan karena tanpa adanya celah, tidak mungkin Wu Liang menerobos paksa pertahanan yang sangat kuat dari siluman tersebut
Wu Liang berniat berpindah tempat, namun sebuah pukulan tiba-tiba menghantamnya, sehingga membuat pria tua tersebut terlempar sejauh belasan meter
"Apa kau akhirnya serius ?"
***
"Apa yang coba mereka lakukan ?" Yun Ao mengerutkan keningnya
Sejak awal, meskipun para siluman tersebut terlihat menyerang mereka dengan kekuatan yang menakjubkan
Namun serangan yang dilepaskan para siluman tersebut tidak menunjukkan level mereka sama sekali, paling banyak serangan-serangan tersebut setara dengan serangan Siluman Tingkat Tinggi paling kuat yang pernah mereka hadapi, sehingga membuat Yun Ao mengerutkan keningnya
Yun Ao kemudian melirik Wu Liang yang terlempar akibat pukulan siluman yang tengah dihadapinya sebelum tertegun "Ini..."
__ADS_1
Yun Ao kemudian melesat ke udara sambil berteriak "Semuanya terbang ke udara, ini jebakan "
Wu Liang dan yang lainnya terlihat kebingungan, namun meskipun demikian, mereka tidak ragu-ragu dan segera mengikuti tindakan pria tua tersebut
Bersamaan dengan tindakan mereka, para siluman tiba-tiba melemparkan sebuah serangan jarak jauh secara bersamaan
Berbagai unsur melesat dan berterbangan ke arah Yun Ao dan yang lainnya berada sebelumnya, sehingga menciptakan pemandangan yang menakjubkan
Serangan-serangan tersebut kemudian bertemu dan saling bertabrakan, sehingga membuat ledakan yang sangat besar dan mengguncang sekitarnya
Bahkan karena ledakan tersebut terlalu besar, para siluman yang menciptakan pemandangan tersebut terpaksa mundur untuk menghindari dampak ledakan
Disisi lain, melihat asap jamur yang membumbung tinggi, serta ledakan yang masih belum berhenti, Yun Ao dan yang lainnya menarik nafas dingin
***
"Untung kau menemukannya " Wu Liang berkata ke arah Yun Ao
Disisi lain, Yun Ao melirik pria tua tersebut dan berkata dengan tenang "Ini juga berkat saudara Wu "
Sebenarnya sedari awal Yun Ao cukup menyadari bahwa kecuali Wu Liang, jarak dirinya dan para pendekar lainnya sangat dekat dan terkesan berada dalam lingkaran yang sama
Namun karena ia tidak menemukan keanehan apapun, Yun Ao tidak banyak berpikir
Tapi tepat setelah ia melihat Wu Liang yang sebelumnya berada di luar lingkaran tiba-tiba di pukul dan memasuki lingkaran yang sama dengan mereka, pria tua tersebut tiba-tiba mengerti
Bisa dikatakan dalam hal ini, Wu Liang juga berkontribusi sebab jika bukan karena para siluman tersebut memaksa Wu Liang memasuki lingkaran, dirinya tidak akan menemukan jebakan tersebut
Mendengar pernyataan tersebut, Wu Liang tidak mengatakan apapun dan justru mengalihkan perhatiannya ke arah para siluman
Namun tepat ketika ia berniat mengatakan sesuatu, sebuah suara tiba-tiba muncul di udara dan menyela ucapannya
__ADS_1
"Sebagai seseorang yang mendapatkan gelar dewa di dunia persilatan, kalian seharusnya malu di bodohi oleh sekelompok binatang buas yang baru menumbuhkan sedikit akal "
...