Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Perang VII


__ADS_3

Medan perang, hari keenam


Bunyi terompet dan drum perang kembali terdengar


Dengan teriakan membunuh dari kedua belah pihak, Pasukan Aliansi dan Pasukan Pemerintah Surga kembali saling bertabrakan


Seolah berusaha membalaskan dendam dari pertempuran di hari sebelumnya, kedua belah pihak bertabrakan dengan ganas


Berbagai keterampilan terlempar, tabrakan demi tabrakan logam terus bergema di seluruh medan perang


Dengan campuran perubahan jenis yang meletus dari kedua belah pihak, seluruh medan perang diwarnai pemandangan yang menakjubkan


Melihat pemandangan tersebut, Fei Xiao Yuan yang berada di barisan belakang tidak mempunyai niat untuk menikmati


Tatapannya tertuju ke arah seorang pria tua berpakaian serba hitam yang berada di belakang pasukan lawan


Pria tua tersebut adalah Tikus Besar yang telah beradu strategi dengannya selama lima hari terakhir


Secara kebetulan, ketika Fei Xiao Yuan menatap ke arah Tikus Besar


Tikus Besar juga sedang menatap ke arah pria paruh baya tersebut


Kedua belah pihak saling memandang dengan tenang, namun aliran listrik seolah terjerat di antara mata keduanya


Dalam lima hari terakhir, kedua belah pihak telah mempunyai gambaran kasar tentang kemampuan satu sama lain sehingga dalam perang kali ini, baik Fei Xiao Yuan ataupun Tikus Besar sedikit berhati-hati


Namun berbeda dengan Tikus Besar yang relatif acuh tak acuh, Fei Xiao Yuan terlihat mengerutkan kening


'Suasananya agak aneh' Fei Xiao Yuan diam-diam berkata


Meskipun kedua belah pihak masih saling membunuh dan mempertaruhkan hidup mati mereka di bawah pedang seperti sebelumnya

__ADS_1


Namun Fei Xiao Yuan menangkap sesuatu yang salah dari pihak lawan


Terutama tindakan Tikus Besar yang berinisiatif mengambil alih posisi bertahan seolah sedang menunggu sesuatu yang membuat Fei Xiao Yuan sangat curiga


Meskipun kedua belah pihak tidak saling mengenal untuk waktu yang lama


Namun Fei Xiao Yuan masih dapat melihat karakter seperti apa Tikus Besar yang menjadi lawannya


Selain sombong, Tikus Besar adalah tipe orang yang tidak ingin berada dalam situasi pasif


Karena itu, meskipun ia menderita kerugian serius akibat jebakan yang dibuat Fei Xiao Yuan selama lima hari terakhir


Namun ia tidak pernah mengambil langkah mundur dan beralih ke posisi bertahan


Oleh sebab itu, ketika Tikus Besar dengan sengaja berada dalam posisi bertahan, Fei Xiao Yuan menjadi sangat waspada


Gerakan tersebut tentunya tidak hanya membangkitkan kewaspadaan Fei Xiao Yuan, tetapi juga Dugu Batian dan yang lainnya


Terlepas dari seberapa sulit mereka, mereka berusaha tetap mengawasi seluruh medan perang sehingga ketika perubahan tersebut terjadi, mereka menjadi sedikit gelisah


"Apakah akhirnya datang ?" Dugu Batian berbisik dengan enggan


Namun sebelum ia bereaksi, sebuah telapak tangan menghantam bahunya sehingga membuat pria tua tersebut terlempar


"Kau terganggu" Naga Jahat yang berhasil memukul Dugu Batian tidak mengejar. Ia berdiri dengan bangga di udara layaknya seorang peri


Momentumnya sangat luas, bahkan untuk Dugu Batian, penampilan momentum Naga Jahat seperti samudera luas


Namun meskipun demikian, Dugu Batian tidak terlihat takut


Pria tua tersebut justru mendengus sambil menggerakkan bahunya

__ADS_1


Tatapannya yang selalu acuh tak acuh telah berubah menjadi sangat serius


Tanpa mengucapkan sepatah kata, niat pedang kembali meletus dari tubuh pria tua tersebut dan melesat ke arah Naga Jahat


Naga Jahat yang sudah bersiap sejak lama berakselerasi di udara


Namun untuk beberapa alasan, kecepatan niat pedang jauh lebih cepat dari sebelumnya sehingga Naga Jahat sedikit tergores


Naga Jahat melirik luka di tangannya, meskipun sangat dangkal, namun ia masih menunjukkan ekspresi terkejut di kedalaman mataya sebab sebagai seorang yang berlatih kekuatan fisik


Fisiknya sangat sombong, bahkan sebanding dengan para siluman


Karena itu, tidak peduli apa yang ia hadapi, Naga Jahat sangat percaya diri karena belum ada yang berhasil menembus pertahanannya


Melirik luka goresan untuk terakhir kalinya, Naga Jahat kemudian berkata "Sepertinya kau menyadari sesuatu"


Dugu Batian tidak menjawab, ia menebaskan pedangnya berulang kali sehingga niat pedang yang sangat padat melesat ke arah Naga Jahat


Namun menghadapi serangan tersebut, Naga Jahat tidak terlihat panik


Ia berdiam di posisinya, cahaya terang berwarna merah gelap tiba-tiba muncul dan menyelimuti pria tua tersebut


Bersamaan dengan munculnya cahaya tersebut, niat pedang yang dilepaskan Dugu Batian akhirnya tiba


Ledakan demi ledakan kembali terjadi, namun untuk beberapa alasan, Dugu Batian mengerutkan keningnya


Tepat setelah asap perlahan-lahan menghilang, Naga Jahat muncul dalam kondisi seperti sebelumnya


Tidak ada luka, bahkan sedikitpun goresan seolah niat pedang yang dilepaskan Dugu Batian tidak mengarah kepadanya sama sekali


"Kau benar-benar menemukan petunjuk" Naga Jahat menatap Dugu Batian dengan tenang dan berkata "Tapi sudah terlambat"

__ADS_1


Dugu Batian terlihat bingung, namun detik berikutnya wajahnya langsung berubah


...


__ADS_2