
Setelah puas berputar-putar di sekitar Kota Xin, Zhou Yu akhirnya melangkahkan kakinya menuju Penginapan Lotus Putih
Meskipun hanya merupakan cabang dari Penginapan Lotus Putih di Kota Shen, namun karena Kota Xin adalah kota yang berada di bawah perlindungan Sekte Pedang Kembar dan tempat tinggal Zhou Yu
Penginapan tersebut tidak kalah mewah dengan Penginapan Lotus Putih yang ada di Kota Shen dan kota-kota besar di Kekaisaran Song
Bahkan karena ukuran dan keindahannya, banyak penduduk Kota Xin merasa heran dan tidak terlalu optimis sebab meskipun kota mereka merupakan salah satu kota yang paling maju di antara kota-kota tingkat menengah lainnya karena keberadaan Sekte Pedang Kembar
Namun kemewahan Penginapan Lotus Putih masih belum cocok untuk situasi Kota Xin sekarang
Beberapa penduduk kota bahkan berpikir bahwa penginapan tersebut tidak akan bertahan lama dan akan segera bangkrut
Karena dibandingkan penginapan lain yang lebih membumi, Penginapan Lotus Putih terlalu megah dan membuat orang biasa segan untuk memasukinya
Akan tetapi terlepas dari segala keraguan dan rasa pesimisme penduduk kota, Penginapan Lotus Putih di Kota Xin masih tetap berdiri teguh sampai sekarang tanpa ada tanda-tanda untuk menutup pintu
***
Penginapan Lotus Putih cabang Kota Xin
Ruang Rahasia Bawah Tanah
Sebagai tempat persembunyian Paviliun Bayangan yang merupakan organisasi intelejen yang mengumpulkan informasi dari seluruh wilayah Kekaisaran Song
Ruang rahasia tersebut tersembunyi sangat dalam di bawah tanah, bahkan jika seorang Pendekar Suci mencarinya menggunakan persepsi mereka yang tidak manusiawi
Setidaknya dibutuhkan 3 atau 4 hari untuk menemukan lokasi ruang rahasia tersebut
Hal itu membuat seluruh ruang rahasia menjadi sangat suram dan juga dingin sekaligus minim pencahayaan sehingga membuat ketujuh anak yang saat ini berada di dalamnya terlihat sangat gugup dan sedikit gelisah
Ketujuh anak tersebut terlihat berusia sekitar 14-16 tahun dengan 3 di antaranya adalah perempuan dan 4 lainnya laki-laki
Ketujuh anak tersebut sepertinya tidak terlalu akrab sebab mereka hanya saling melirik tanpa ada yang berbicara sedikitpun sehingga membuat suasana ruangan menjadi cukup canggung
Baru setelah waktu yang cukup lama, salah seorang anak laki-laki tidak lagi tahan dengan situasi canggung tersebut dan langsung memecah keheningan
"Apakah di antara kalian ada yang pernah bertemu Tuan Muda ?"
Anak-anak lainnya saling melirik sebelum salah satu di antaranya melirik ke arah seorang anak berpakaian serba hitam yang duduk di posisi paling pojok
Melihat tatapan anak tersebut, anak-anak lainnya secara serentak mengalihkan perhatian mereka ke arah anak berpakaian serba hitam tersebut sementara anak laki-laki tadi kembali mengajukan pertanyaannya
"Saudara Lei, apakah anda pernah bertemu Tuan Muda sebelumnya?"
Merasakan tatapan penuh rasa ingin tahu yang di arahkan kepadanya, Lei Jun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
"Lalu bagaimana dengan penampilan Tuan Muda ? Apakah Tuan Muda terlihat sangat kuat ?" Anak laki-laki tersebut kembali bertanya
Tapi sebelum Lei Jun bisa menjawab, salah seorang anak perempuan berpakaian biru kemudian tiba-tiba menyela
"Aku juga pernah mendengarnya, aku penasaran apakah Tuan Muda benar-benar setampan itu ?" Anak perempuan lain menambahkan dengan rasa ingin tahu
"Mungkinkah beliau setampan aku ?" Salah satu anak menyela sambil menunjuk wajahnya sehingga membuat ketiga anak perempuan yang berada di dalam ruangan memutar mata mereka dan melemparkan tatapan jijik ke arahnya
'Dasar anak-anak yang belum dewasa' Lei Jun diam-diam menggelengkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan rekan-rekannya itu
Namun meskipun demikian, ia tetap menjawab pertanyaan tersebut dengan positif
"Tuan Muda benar-benar sangat tampan dan aku tidak tahu bagaimana menggambarkannya, tapi yang jelas, memang tidak ada orang yang bisa menandingi ketampanannya di Kekaisaran Song"
"Benarkah ?" Mata anak perempuan yang pertama kali bertanya berbinar dan berkata dengan penuh semangat
"Aku tidak sabar ingin bertemu dengan Tuan Muda"
__ADS_1
"Aku juga" Anak perempuan lainnya mengangguk setuju
Sementara itu, anak laki-laki yang pertama kali bertanya terlihat cemberut dan berkata dengan nada tidak puas "Dasar wanita berpikiran dangkal"
"Apa katamu ?" Anak perempuan tadi seperti kucing yang di injak ekornya setelah mendengar ucapan anak laki-laki tadi
Disisi lain, anak laki-laki itu tidak mau kalah "Kau adalah wanita berpikir dangkal, apa kau tidak bisa mendengarnya ?"
"Kau... Aku ingin bertarung denganmu" Anak perempuan tersebut berdiri dari kursinya
Menghadapi keganasan anak perempuan tersebut, anak laki-laki tadi tidak menyusut dan ikut berdiri dari kursinya
"Kau pikir aku takut ? majulah jika kau memang ingin bertarung !"
***
Zhou Yu menghentikan langkahnya sementara wajah Bayangan Hitam menjadi jelek setelah mendengar keributan di dalam ruangan
"Mereka berasal dari kota yang berbeda dan hanya saling mengenal selama beberapa hari terakhir, mohon berikan waktu kepadaku untuk mengurus mereka supaya mereka bisa lebih masuk akal, Tuan Muda"
Bayangan Hitam menunduk kepalanya dan bersiap memasuki ruangan
Namun sebelum pria paruh baya tersebut bisa melangkah lebih jauh
Zhou Yu mengangkat tangannya dan mengisyaratkan supaya pria paruh baya tersebut berhenti
Melihat hal tersebut, Bayangan Hitam mengangguk dan berhenti bergerak
Sementara itu, Zhou Yu kemudian berkata "Sebelumnya mereka adalah anak yang tidak bisa melawan bahkan jika mereka benar, maka biarkan mereka memperjuangkan ketidaksetujuan dan pikiran mereka setelah mereka memiliki kekuatan"
...
Setelah puas berputar-putar di sekitar Kota Xin, Zhou Yu akhirnya melangkahkan kakinya menuju Penginapan Lotus Putih
Meskipun hanya merupakan cabang dari Penginapan Lotus Putih di Kota Shen, namun karena Kota Xin adalah kota yang berada di bawah perlindungan Sekte Pedang Kembar dan tempat tinggal Zhou Yu
Penginapan tersebut tidak kalah mewah dengan Penginapan Lotus Putih yang ada di Kota Shen dan kota-kota besar di Kekaisaran Song
Bahkan karena ukuran dan keindahannya, banyak penduduk Kota Xin merasa heran dan tidak terlalu optimis sebab meskipun kota mereka merupakan salah satu kota yang paling maju di antara kota-kota tingkat menengah lainnya karena keberadaan Sekte Pedang Kembar
Namun kemewahan Penginapan Lotus Putih masih belum cocok untuk situasi Kota Xin sekarang
Beberapa penduduk kota bahkan berpikir bahwa penginapan tersebut tidak akan bertahan lama dan akan segera bangkrut
Karena dibandingkan penginapan lain yang lebih membumi, Penginapan Lotus Putih terlalu megah dan membuat orang biasa segan untuk memasukinya
Akan tetapi terlepas dari segala keraguan dan rasa pesimisme penduduk kota, Penginapan Lotus Putih di Kota Xin masih tetap berdiri teguh sampai sekarang tanpa ada tanda-tanda untuk menutup pintu
***
Penginapan Lotus Putih cabang Kota Xin
Ruang Rahasia Bawah Tanah
Sebagai tempat persembunyian Paviliun Bayangan yang merupakan organisasi intelejen yang mengumpulkan informasi dari seluruh wilayah Kekaisaran Song
Ruang rahasia tersebut tersembunyi sangat dalam di bawah tanah, bahkan jika seorang Pendekar Suci mencarinya menggunakan persepsi mereka yang tidak manusiawi
Setidaknya dibutuhkan 3 atau 4 hari untuk menemukan lokasi ruang rahasia tersebut
Hal itu membuat seluruh ruang rahasia menjadi sangat suram dan juga dingin sekaligus minim pencahayaan sehingga membuat ketujuh anak yang saat ini berada di dalamnya terlihat sangat gugup dan sedikit gelisah
Ketujuh anak tersebut terlihat berusia sekitar 14-16 tahun dengan 3 di antaranya adalah perempuan dan 4 lainnya laki-laki
__ADS_1
Ketujuh anak tersebut sepertinya tidak terlalu akrab sebab mereka hanya saling melirik tanpa ada yang berbicara sedikitpun sehingga membuat suasana ruangan menjadi cukup canggung
Baru setelah waktu yang cukup lama, salah seorang anak laki-laki tidak lagi tahan dengan situasi canggung tersebut dan langsung memecah keheningan
"Apakah di antara kalian ada yang pernah bertemu Tuan Muda ?"
Anak-anak lainnya saling melirik sebelum salah satu di antaranya melirik ke arah seorang anak berpakaian serba hitam yang duduk di posisi paling pojok
Melihat tatapan anak tersebut, anak-anak lainnya secara serentak mengalihkan perhatian mereka ke arah anak berpakaian serba hitam tersebut sementara anak laki-laki tadi kembali mengajukan pertanyaannya
"Saudara Lei, apakah anda pernah bertemu Tuan Muda sebelumnya?"
Merasakan tatapan penuh rasa ingin tahu yang di arahkan kepadanya, Lei Jun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
"Lalu bagaimana dengan penampilan Tuan Muda ? Apakah Tuan Muda terlihat sangat kuat ?" Anak laki-laki tersebut kembali bertanya
Tapi sebelum Lei Jun bisa menjawab, salah seorang anak perempuan berpakaian biru kemudian tiba-tiba menyela
"Aku juga pernah mendengarnya, aku penasaran apakah Tuan Muda benar-benar setampan itu ?" Anak perempuan lain menambahkan dengan rasa ingin tahu
"Mungkinkah beliau setampan aku ?" Salah satu anak menyela sambil menunjuk wajahnya sehingga membuat ketiga anak perempuan yang berada di dalam ruangan memutar mata mereka dan melemparkan tatapan jijik ke arahnya
'Dasar anak-anak yang belum dewasa' Lei Jun diam-diam menggelengkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan rekan-rekannya itu
Namun meskipun demikian, ia tetap menjawab pertanyaan tersebut dengan positif
"Tuan Muda benar-benar sangat tampan dan aku tidak tahu bagaimana menggambarkannya, tapi yang jelas, memang tidak ada orang yang bisa menandingi ketampanannya di Kekaisaran Song"
"Benarkah ?" Mata anak perempuan yang pertama kali bertanya berbinar dan berkata dengan penuh semangat
"Aku tidak sabar ingin bertemu dengan Tuan Muda"
"Aku juga" Anak perempuan lainnya mengangguk setuju
Sementara itu, anak laki-laki yang pertama kali bertanya terlihat cemberut dan berkata dengan nada tidak puas "Dasar wanita berpikiran dangkal"
"Apa katamu ?" Anak perempuan tadi seperti kucing yang di injak ekornya setelah mendengar ucapan anak laki-laki tadi
Disisi lain, anak laki-laki itu tidak mau kalah "Kau adalah wanita berpikir dangkal, apa kau tidak bisa mendengarnya ?"
"Kau... Aku ingin bertarung denganmu" Anak perempuan tersebut berdiri dari kursinya
Menghadapi keganasan anak perempuan tersebut, anak laki-laki tadi tidak menyusut dan ikut berdiri dari kursinya
"Kau pikir aku takut ? majulah jika kau memang ingin bertarung !"
***
Zhou Yu menghentikan langkahnya sementara wajah Bayangan Hitam menjadi jelek setelah mendengar keributan di dalam ruangan
"Mereka berasal dari kota yang berbeda dan hanya saling mengenal selama beberapa hari terakhir, mohon berikan waktu kepadaku untuk mengurus mereka supaya mereka bisa lebih masuk akal, Tuan Muda"
Bayangan Hitam menunduk kepalanya dan bersiap memasuki ruangan
Namun sebelum pria paruh baya tersebut bisa melangkah lebih jauh
Zhou Yu mengangkat tangannya dan mengisyaratkan supaya pria paruh baya tersebut berhenti
Melihat hal tersebut, Bayangan Hitam mengangguk dan berhenti bergerak
Sementara itu, Zhou Yu kemudian berkata "Sebelumnya mereka adalah anak yang tidak bisa melawan bahkan jika mereka benar, maka biarkan mereka memperjuangkan ketidaksetujuan dan pikiran mereka setelah mereka memiliki kekuatan"
...
__ADS_1