
"Terima kasih senior " Zhou Yu berkata setelah ia dan yang lainnya turun dari perahu milik pria tua tersebut
Sebelumnya setelah pemuda bertopeng tersebut berhasil mengalahkan buaya raksasa
Nelayan tua tersebut bergegas memberitahu para nelayan yang tinggal di desa yang tidak jauh dari danau, sehingga membuat danau segera dipadati oleh para nelayan
Setelah para nelayan tersebut melihat mayat buaya raksasa, mereka menarik nafas dingin dengan wajah ketakutan
Untungnya mereka mengetahui bahwa buaya raksasa tersebut sudah mati, jika tidak, mereka pasti sudah berlarian dengan panik saat melihat buaya sebesar itu
Karena bahkan saat para nelayan tersebut mengetahui bahwa buaya raksasa itu tinggal seonggok daging yang tidak bisa bergerak, mereka masih sedikit ketakutan dan tetap menjaga jarak yang cukup jauh dari bangkai buaya raksasa tersebut
Namun meskipun demikian, Zhou Yu melihat beberapa orang yang kebanyakan perempuan tiba-tiba datang ke arah buaya raksasa tersebut dan menendangi buaya raksasa itu sambil terus mengutuk sebelum menangis ditempat
Melihat kejadian tersebut Zhou Yu menghela nafas, namun tidak mengatakan apapun
Sementara itu, berbeda dengan luapan kesedihan yang dirasakan oleh sekelompok orang tersebut
Hampir semua nelayan terlihat bahagia, karena dengan kematian buaya raksasa tersebut
__ADS_1
Mereka bisa kembali berlayar untuk menangkap ikan
Para nelayan tersebut juga tidak lupa berterima kasih dan melakukan sanjungan kepada Zhou Yu yang merupakan pahlawan dalam kejadian ini, sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut merasa malu
Salah satu nelayan kemudian mengusulkan untuk merayakan peristiwa membahagiakan itu dengan membuat jamuan makan malam dan menjadikan buaya raksasa tersebut sebagai hidangan utamanya
Setelah mendengar usulan tersebut, nelayan yang lainnya mengangguk dan meminta persetujuan Zhou Yu
Pada awalnya Zhou Yu berniat menolak dan ingin segera menyebrang setelah berhasil mengalahkan buaya raksasa tersebut
Namun karena kehilangan banyak tenaga dalam setelah bertarung melawan buaya raksasa tersebut dengan menggunakan Pedang Raja Harimau Emas
Ketika acara jamuan makan malam tersebut berlangsung, Zhou Yu sebagai tokoh utama dalam jamuan tersebut diberikan meja terpisah dan arak terbaik, sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut kembali merasa malu
Sebenarnya Zhou Yu tidak terlalu menyukai arak, karena sebagai orang yang mengerti sedikit tentang ilmu pengobatan
Ia cukup paham dengan betapa besarnya bahaya yang terkandung dalam sebotol arak kepada tubuh manusia
Meskipun seorang pendekar dapat melarutkan arak dengan menggunakan tenaga dalamnya, namun dampak dari kecanduan itu sendiri sangat berbahaya karena cenderung akan membuat pendekar tersebut menjadi malas untuk berlatih
__ADS_1
Namun malam itu, mungkin karena terlalu kelelahan atau hal lainnya, pemuda bertopeng tersebut meminum arak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga membuatnya sangat mabuk
Namun meskipun Zhou Yu mabuk sampai kehilangan kesadaran
Kebugaran fisik pemuda bertopeng tersebut sangat kuat, sehingga keesokan harinya ia terbangun seperti biasa tanpa gejala sisa sedikitpun yang membuatnya bisa langsung melanjutkan perjalanan mereka
***
Nelayan tua tersebut tersenyum dan menjawab Zhou Yu dengan rendah hati
Setelah berbicara sebentar, nelayan tua tersebut mendayung perahunya menjauh dari tepi danau dan pergi meninggalkan mereka
Zhou Yu tidak segera beranjak dari tempatnya setelah kepergian nelayan tua tersebut dan pandangannya tetap lurus ke arah nelayan tua tersebut
Meskipun penampilan nelayan tua tersebut sangat alami, namun Zhou Yu selalu merasa ada yang salah dengan nelayan tua tersebut
Apalagi saat pertarungan Zhou Yu melawan buaya raksasa sebelumnya, kejanggalan nelayan tua itu lebih terasa, dimana meskipun wajahnya terlihat ketakutan, reaksi bawah sadar, seperti detak jantung yang berdebar-debar yang seharusnya terlihat, tidak muncul sama sekali
Jika bukan karena peringatan dari roh senjata Pedang Raja Harimau Emas, Zhou Yu benar-benar ingin menyelediki nelayan tua tersebut
__ADS_1
...