
"Tidak berguna ? apa maksud anda Tetua Zhang ?" Yu Lian bertanya sambil menaikkan alisnya
Disisi lain, Zhang Wu terlihat tidak terganggu dan berkata "Bagaimanapun kota berada di belakang Sekte Pedang Kembar, selama pertahanan sekte stabil, kota bersama seluruh penduduknya secara logika akan baik-baik saja"
"Selain itu, dengan keberadaan mereka, tekanan pada sumber daya makanan kita pasti akan meningkat, sementara itu kita tidak mengetahui berapa lama pertempuran akan terjadi, tidak peduli dari sudut mana melihatnya, aku pikir tindakan ini benar-benar tidak berguna dan tidak menguntungkan kita sama sekali, Dewi " Sambung pria paruh baya tersebut
Disisi lain, Yu Lian langsung mengerutkan keningnya
Namun sebelum wanita cantik tersebut bisa bersuara, Yuan Qin yang sebelumnya selalu bersikap rendah diri tiba-tiba berdiri dari kursinya dan berkata "Tetua Zhang, apakah kau tidak berpikir bahwa ucapanmu itu berlebihan?"
"Berlebihan ? " Zhang Wu menaikkan alisnya dan menjawab dengan tenang "Aku rasa ucapanku sangat masuk akal, Tetua Yuan "
"Masuk akal untuk pikiranmu yang sempit " Yuan Qin mendengus dan berkata dengan dingin "Jangan pernah melupakan bahwa mereka juga manusia yang memiliki hak untuk bertahan hidup sepertimu "
Namun menghadapi sikap pria tua tersebut, Zhang Wu tidak goyah dan berkata dengan santai "Jangan menghinaku, Tetua Yuan, selain itu jangan pula mengingatkanku tentang kemanusiaan, aku mengatakan ini demi kebaikan Sekte Pedang Kembar "
"Kau ini..." Yuan Qin mengepalkan tangannya dan berkata dengan marah "Aku tidak tahu alasan kau mempunyai keluhan terhadapku dan aku juga tidak peduli akan hal itu, tapi jangan libatkan orang lain apalagi nyawa begitu banyak orang, Zhang Wu"
Mendengar Yuan Qin langsung menyebut namanya, Zhang Wu ingin membalas
Namun sebelum pria paruh baya tersebut bisa bersuara, Yu Lian mengetuk mejanya, sehingga membuat pria paruh baya tersebut menelan kembali ucapannya
"Aku menghargai pendapat anda, Tetua Zhang" Yu Lian berkata dengan tenang, sehingga membuat pria paruh baya tersebut menyeringai ke arah Yuan Qin
Namun sebelum pria paruh baya tersebut bisa merasa puas, kalimat selanjutnya membuat pria paruh baya tersebut menjadi kaku
"Tapi anda keliru, Tetua Zhang " Yu Lian melirik pria paruh baya tersebut dan berkata "Yang pertama tentang keraguan yang anda miliki, tidak ada yang bisa menjamin bahwa Gelombang Siluman tidak akan terpecah dan menyerang kota jika kita bertempur melawan mereka "
__ADS_1
"Jika pada akhirnya konsekuensi terburuk itu menjadi kenyataan, apakah anda yang akan bertanggung jawab Tetua Zhang ?" Sambung wanita cantik tersebut sambil menatap Zhang Wu dengan tajam
"Apa maksud ucapan anda, Dewi ?" Zhang Wu mengerutkan keningnya dan berkata "Seperti kalimatku tadi, aku mengatakan ini demi kebaikan Sekte Pedang Kembar "
"Benarkah ?" Yu Lian menaikan alisnya dan bertanya "Tapi apakah anda menyadarinya, jika usulan anda disetujui dan dilaksanakan, itu akan membuat Sekte Pedang Kembar terlihat pengecut dan tidak layak disebut sebagai tempat tinggal para pendekar oleh semua kekuatan di dunia persilatan ?"
"Maafkan aku sebelumnya, tapi atas dasar apa Dewi mengatakan itu" Zhang Wu menatap wanita cantik tersebut dan berkata dengan tegas "Sepanjang hidupku, aku tidak pernah membuat Sekte Pedang Kembar terlihat malu apalagi pengecut di dunia persilatan "
Yu Lian menggelengkan kepalanya dan menjawab "Dengan membuat Sekte Pedang Kembar melepaskan tanggung jawabnya sebagai salah satu kekuatan yang melindungi kota dan penduduk didalamnya, tindakan itu sama dengan membuat sekte ini melanggar janji yang telah disepakati bersama seluruh sekte di dunia persilatan dan Kekaisaran ratusan tahun lalu "
"Apakah anda bahkan tidak memikirkannya, Tetua Zhang ?" Sambung Yu Lian dengan tajam
Zhang Wu langsung terdiam mendengar ucapan wanita cantik tersebut
Disisi lain, Yu Lian tidak berhenti dan kembali berkata "Selain hal itu, anda juga melupakan hal yang sangat serius, Tetua Zhang "
"Dan dalam menghadapi perang antara dua ras ini, tidak ada yang tidak berarti dari tindakan kita " Yu Lian menggelengkan kepalanya dan berkata "Anda mungkin belum melihat kegunaan mereka saat ini, tapi anda pasti akan melihat kegunaan mereka di masa depan "
"Anak-anak sebagai penerus, orang tua sebagai pengasuh dan pendidik, orang dewasa sebagai pembangun yang akan menghidupkan semuanya kembali, setiap orang mempunyai tugasnya masing-masing dan tugas kita saat ini adalah melindungi mereka sampai saat itu tiba "
"Apa anda mengerti, Tetua Zhang ?"
Zhang Wu kesulitan berkata-kata, pria paruh baya tersebut kemudian melirik sekelilingnya secara diam-diam
Merasakan beberapa mata sinis dan mengejek dari berbagai arah, pria paruh baya tersebut mengepalkan tangan dibalik lengan bajunya
Zhang Wu kemudian kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Yu Lian dan berkata "Aku mengerti, Dewi. mohon maaf atas kekeliruanku sebelumnya "
__ADS_1
"Aku maafkan " Yu Lian mengangguk dan mengambil sebuah token dihadapannya sebelum berkata sambil mengedarkan pandangan "Aku tidak tahu berapa banyak keluhan yang ada di dalam ruangan ini. kecuali suamiku, bahkan dengan token ini aku yakin tidak memiliki hak untuk ikut campur di dalamnya, tapi tidak peduli apapun itu, aku harap keluhan yang ada bisa dikesampingkan terlebih dahulu demi sekte dan semua keluarga kita disini "
***
Keesokan harinya, setelah rapat selesai, Sekte Pedang Kembar seperti sebuah mesin raksasa
Seluruh sekte kembali tenggelam dalam hiruk-pikuk yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga membuat suasana semakin menegangkan
Beberapa pasukan juga akhirnya tiba dan bergabung dengan barisan, sehingga membuat kekuatan di dalam Sekte Pedang Kembar menjadi semakin kuat
Sementara itu, tepat ketika seluruh sekte berkerja dalam kecepatan tinggi
Yu Lian terlihat duduk di dalam sebuah ruangan dengan mata terpejam
Dengan kedatangan beberapa pasukan, wanita cantik tersebut menjadi semakin sibuk sehingga membuatnya kelelahan
Setelah melakukan penyambutan sekaligus berbicara tentang situasi dan rencana untuk menghadapi Gelombang Siluman bersama dengan para pemimpin sekte-sekte kecil yang datang
Wanita cantik tersebut akhirnya bisa menghela nafas lega dan beristirahat
Namun tepat saat nafas Yu Lian semakin stabil
Terdengar sebuah ketukan pintu yang memaksa wanita cantik tersebut kembali membuka matanya
"Maaf mengganggu anda, Dewi, aku Kapten Tim Pengintai membawa berita penting yang perlu segera disampaikan " sebuah suara menyusul ketukan pintu tersebut
Yu Lian membenarkan posisi duduknya dan berkata "Masuklah "
__ADS_1
...