
Zhou Yu terlempar belasan meter jauhnya sebelum berhasil menstabilkan diri
Namun sebelum pemuda bertopeng tersebut kembali bergerak, tangan kanannya tiba-tiba terulur dan melakukan sebuah gerakan yang memukul beberapa titik tubuh bagian kirinya menggunakan sebuah jari
Mata kiri pemuda bertopeng tersebut berkedip dan mulutnya terdengar mengeluh
Merasakan ada sesuatu yang salah, Zhou Yu berusaha bergerak, namun ketika pemuda bertopeng tersebut berniat menggerakkan tubuhnya, tubuhnya tertahan dan tidak bisa di gerakan
Pemuda bertopeng tersebut kemudian menarik nafas dan kembali berjuang
Namun tidak peduli bagaimana pemuda bertopeng tersebut berusaha, seolah ada belenggu tak terlihat yang membuat tubuhnya tidak bisa kemana-mana
Tepat di tengah perjuangan pemuda bertopeng tersebut, mulutnya tiba-tiba berkata
"Aku sarankan kau berhenti berjuang, tidak peduli bagaimana kau berusaha, kau tidak mungkin bisa bergerak"
"Apa yang kau lakukan ?" Mata kiri pemuda bertopeng tersebut melirik ke sebelah kanan
Mendengar pertanyaan tersebut, mata kanan Zhou Yu berkedip dan tersenyum sambil menjawab "Aku melakukan hal yang seharusnya aku lakukan"
"Itu di sebut Teknik Totokan, teknik yang aku pelajari dari Nenek Wang"
"Teknik yang bekerja dengan cara memukul meridian dan membuat aliran darah berhenti sehingga membuat tubuh yang terkena totokan tidak bisa bergerak"
"Meskipun kemampuanku menggunakan teknik ini tidak sehebat nenek Wang, sepertinya dengan kondisi kita yang saling menahan, itu cukup"
"Kau..." Mata kiri Zhou Yu berkedip dan bertanya dengan dingin "Apa kau benar-benar ingin kita berdua mati ?"
Disisi lain, mata kanan pemuda bertopeng tersebut menyipit dan tersenyum, tetapi tidak menjawab
__ADS_1
Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Long Aoutian yang terbang dengan ketinggian rendah ke arahnya dan berkata
"Lakukanlah"
***
"Apa kau benar-benar yakin ?" Long Aoutian kembali bertanya untuk ke sekian kalinya setelah tiba di depan pemuda bertopeng tersebut
Zhou Yu tersenyum dan membuka mulutnya
Namun sebelum pemuda bertopeng tersebut bisa menjawab, mulutnya mengeluarkan kalimat yang berbeda
"Dasar bodoh, jika kau mati, seluruh dunia akan menghadapi bencana besar yang menghancurkan dan jika hal itu terjadi, kau adalah orang yang paling bertanggung jawab atas hal itu, apa kau pernah memikirkannya ?"
Mata kanan Zhou Yu melirik ke arah kiri sementara Long Aoutian juga membuka mulutnya
"Dia benar, jika kau mati, semua orang akan mati, apa kau telah memikirkannya ?"
Disisi lain, Long Aoutian membuka mulutnya dan berkata "Tapi..."
"Tidak perlu bicara lagi saudara Long, aku sangat yakin dengan pilihanku" Zhou Yu menyela dan berkata
"Lagi pula, aku bukan lagi anak naif yang tidak memahami apapun seperti sebelumnya"
"Saat aku kehilangan kendali untuk tubuhku, aku tiba-tiba merasakan benang takdir yang terhubung padaku, setelah merasakannya, aku mengerti bahwa dunia tidak akan tinggal diam dan membiarkan dirinya hancur"
"Karena itu, bahkan jika aku mati hari ini, dunia akan baik-baik saja dan karena dunia baik-baik saja, maka pada akhirnya orang-orang juga akan baik-baik saja"
***
__ADS_1
Long Aoutian terdiam cukup lama sebelum menghela nafas
Pemuda berjubah hitam tersebut kemudian menurunkan ujung tongkatnya ke tanah
Melihat hal tersebut, Zhou Yu mengangkat kepalanya dan bertanya "Apa maksudmu, saudara Long ?"
"Kau tidak ingin melanjutkan pertempuran, aku juga tidak ingin melanjutkannya"
Long Aoutian menjawab sambil mengangkat bahunya dengan santai
Namun tepat ketika kata-kata tersebut jatuh, tongkat di tangannya bergetar hebat dan melepaskan gas hitam yang sangat pekat
Melihat hal tersebut, Long Aoutian mengerahkan tenaga dalamnya dan berkata dengan dingin
"Diamlah"
Namun menghadapi tenaga dalam pemuda tersebut, tongkat hitam di tangannya semakin memberontak dan bergetar hebat
Gas hitam menyembur keluar dari tongkat tersebut dengan jumlah yang menakutkan
Seluruh medan perang seketika di tutupi oleh gas hitam yang membuat para pendekar kesulitan melihat situasi yang terjadi
Di tengah situasi tersebut, Long Aoutian mencengkram kepalanya dan berteriak keras
Namun meskipun demikian, tangannya yang lain dengan kokoh memegang tongkat tersebut sehingga membuatnya tidak terlepas
Melihat pemandangan tersebut, Zhou Yu mengerutkan keningnya dan bertanya dengan bingung
"Apa yang terjadi ?"
__ADS_1
...